Strategi Perang Menghadapi Kompetisi

Posted on April 3rd, 2012

Si vis pacem para bellum (If you want peace, you have to prepare for war)

PENJUALAN di awal tahun itu agak tersendat-sendat. Kompetisi di pasar semakin gencar, sementara itu pertumbuhan Q-1 perusahaan tidak begitu menggembirakan. Seluruh lini organisasi diajak mendiskusikan apa rencana jangka pendek untuk mengatasi situasi tersebut.

Apa kontribusi HR dalam hal ini?

Umumnya dalam menghadapi kompetisi pasar seperti itu, tim marketing akan melakukan “War Game”, yang dilakukan di hotel. Ini merupakan simulasi dari berbagai kemungkinan yang terjadi di pasar dan bagaimana mengantisipasinya.

Tapi War Game di hotel? Itu sudah biasa.

Muncul ide untuk belajar kepada mereka yang punya ilmu perang. Koordinasi dilaksanakan dengan SESKOAL (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut) di Cipulir, Jakarta Selatan. Kita meminta pihak SESKOAL menyediakan 3 film tentang perang di masa lalu, yang bisa memberikan kami pembelajaran sesuai brief yang diberikan kepada mereka.

Skenarionya:
1. Tema War Game: “Si vis pacem para bellum” (kalau ingin damai, siapkan perang).
2. Peserta adalah semua senior managers dan direksi, yang dibagi dalam tiga kelompok.
3. Masing-masing kelompok akan diberikan sebuah film yang dipadukan dengan satu kompetitor yang sedang dihadapi.
4. Masing-masing tim harus mempelajari isi film tersebut, fakta apa yang mereka kumpulkan dari perang tersebut, dan mengapa mereka menang atau kalah.
5. Kalau strategi perang tersebut diimplementasikan pada kompetitor yang sudah ditunjuk, apa pembelajarannya.
6. Pihak SESKOAL akan memberikan kepada peserta perspektif strategi militer dan implementasinya yang ada di perang tersebut.
7. Fasilitator dari perusahaan akan memfasilitasi diskusi untuk menerjemahkan ilmu perang tersebut ke dalam praktek menghadapi kompetitor.

Akhirnya, yang dipilih adalah perang Pearl Harbor, Perang Normandy dan Perang Falkland.

Ada empat points pembelajaran penting dari diskusi hari itu.

1. Mindset bahwa kita dalam siaga perang
a. Semua siaga penuh, jangan anggap enteng.
b. Cara terbaik untuk bertahan adalah dengan menyerang (The best defense is an offensive move).
c. Sustainned Agressiveness, siaga untuk perang yang lama dan bukan untuk pertempuran pendek (prepare for long war not just one battle).

2. Preparation/Planning
a. Setiap orang harus jelas tentang tujuan dan fokus.
b. Komprehensif dan libatkan semua fungsi, termasuk legal, PR, maupun IT.
c. Kumpulkan pengalaman lapangan untuk mempelajari mana yang efektif dan mana yang tidak.
d. Punya rencana B atau rencana alternatif.

3. Speed/Surprise element
a. Jaga kerahasiaan.
b. Kecepatan menyerbu, “Do early, win early.”

4. Execution
a. Tanggap terhadap early signal dari lapangan.
b. Micro planning, memenangkan toko demi toko atau pasar demi pasar.
c. Setelah menang, tindak lanjuti dengan operasi yang lebih gencar.

Yang menarik adalah setelah sesi hari itu, komunikasi langsung ke seluruh lini untuk implementasi dengan tema tunggal “Sustained Agressiveness.” Sampai dengan beberapa tahun ke depan, kalau kita turun ke lapangan, para ujung tombak masih membicarakan “Sustained Agressiveness” sebagai mantra dalam mereka bertindak, terutama bila kompetisi bertambah gencar.

Dan pembelajaran ini telah membantu pembentukan MINDSET dan perilaku yang tepat dalam menghadapi kompetisi, dan telah memberikan kontribusi sangat berarti bagi pertumbuhan perusahaan di akhir tahun itu dan tahun-tahun berikutnya.(*)

Bookmark and Share

6 Responses to Strategi Perang Menghadapi Kompetisi

  1. erlina says:

    Perencanaan dan persiapan merupakan setengah dari keberhasilan, dan tetap berjaga-jaga.. waspadalah….waspadalah….!! Heheehe…

    • josef josef says:

      Sering kita memenangkan kompetisi lalu kita larut dalam perayaan kemenangan, dan lupa kalau kompetitor telah membangun kembali kekuatan untuk menyerang balik. Terima kasih Erlina, waspada sangat penting

  2. handayani akhmad says:

    Luar biasa Pak tentang ide inovatif dengan model war game seperti ini, meskipun memang sangat mahal biaya experimentnya, saya sangat terinspirasi sekali dgn kata-kata,”Tanggap terhadap early signal dari lapangan” – ini yang sering menjadi kelalaian dan kecerobohan para Jendral(Top Management) setelah merasa berhasil melewati masa one battle. Yang pada akhirnya semakin tenggelam untuk rebound. Thanks Pak Josef atas sharing pengalaman a real war game ini.

    • josef josef says:

      Terima kasih Handayani, biayanya sangat kompetitif, dan sangat kaya pembelajaran. Ini merupakan pembelajaran lintas disiplin yang bisa kita implementasi di lapangan.

  3. Donna says:

    Hello http://www.portalhr.com/blog/josefbataona/career-wisdom-2/strategi-perang-menghadapi-kompetisi/ webmaster. I discovered your “Strategi Perang Menghadapi Kompetisi | Blog Josef Bataona” page via Google but it was difficult to find as you were not on the first page of search results. This means you are missing out on a ton of website traffic from the search engines. I have found a website which offers to dramatically increase your rankings and traffic to your website: http://www.linklegends.com/7-day-free-trial. They managed to get close to 1000 visitors/day using their services, you could also get lot more targeted visitors from search engines than you have now. I used their services and got significantly more traffic to my site. Hope this helps 🙂 Take care.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET