Tantangan dan Pilihan

Posted on January 17th, 2017

“The only limits in our life are those we impose on ourselves.” (Bob Proctor)

TULISAN INI TERINSPIRASI dari sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada saya di media sosial:

“Mohon ijin bertanya Pak Josef Bataona, bagaimana jika kita bekerja ditempat yang banyak tidak normatif (right), apakah kita harus segera resign/left? Terima kasih.”

Boleh jadi penanya ini tidak sendirian. Apalagi saat ini di mana pada sibuk dengan resolusi tahunan, mungkin ada yang juga di persimpangan jalan, memikirkan jawaban atas pertanyaan serupa. Apapun keputusan yang diambil, merupakan pilihan penuh kesadaran dan berdasarkan kebebasan sebagai manusia mandiri.

Alasan berada di sana

Jawaban yang saya berikan kepada penanya, ingin saya angkat kembali untuk kita simak bersama.

“Bukan sebuah kebetulan kita berada di sana. Ada dua kemungkinan. Ada peran kontribusi yang bisa kita lakukan untuk membawa perbaikan, entah itu hanya sekedar membuka mata para pimpinan, atau membawa perubahan sebagian walau kecil.

Kemungkinan kedua, kita berada di sana untuk belajar bagaimana menghadapi tantangan seperti itu, dan bagaimana membuat perubahan.

Pertanyaan berikutnya: untuk misi yang mana Anda berada di sana, dan sampai berapa lama? Masing-masing kita yang bisa menjawabnya. Jangan sampai kita memutuskan untuk resign tanpa membawa pembelajaran hidup yang berarti. Semoga jawaban pendek ini menjawabi pertanyaan kk Tizar Rahmawan.”

(Catatan: di sebuah group WA, kami saling menyapa dengan panggilan kakak, nggak peduli usia.)

Poster kata-kata bijak berikut ini, akan bisa menjadi panduan kita dalam situasi apapun.

Tantangan dan Pilihan1

Pilihan secara sadar

Bila ungkapan pertanyaan di atas disampaikan dengan penuh keadaran pada diri sendiri, di depan cermin, mungkinkah kita mengubah kalimatnya menjadi:

“Peluang apa yang bisa saya gali dari situasi yang dialami di tempat kerja saat ini, demi meraih sukses di masa depan?”

Mengubah pertanyaan dengan nada yang lebih positif, akan membantu untuk membangun mindset positif dalam memotret situasi yang sama. Kita percaya bahwa selalu ada sisi positif dari situasi yang dianggap negatif. Atau persisnya, anggapan negatif terhadap situasi tertentu adalah akibat dari response kita sendiri berdasarkan sudut pandang saat itu. Karena itu hanya dengan sadar mengubah cara pandang kita pada situasi tersebut, maka kenyataan yang sama bisa dilihat sebagai sebuah peluang bagus, kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.

“The challenge before us is to savor the unknown and delight in the taste of possibility.” (Mary Anne Radmacher)

Dengan menganalisa situasi lebih detail, kita akan terbantu untuk mengambil keputusan atas dasar pilihan yang lebih bijak.

Mempersiapkan masa depan

Analisa situasi sering didasari pada informasi masa lalu. Dan apa yang dialami saat ini sering pula dianggap sebagai akibat dari masa lalu kita. Namun demikian, apa yang kita hadapi saat ini tentu tidak akan terlepas dari masa depan.

Kita diberi berbagai kesempatan saat ini untuk belajar dari pengalaman nyata, termasuk pengalaman yang sangat berat dan bisa membuat kita bertanya-tanya, apakah harus saya mengalah, meninggalkan momen yang pahit ini.

Dan pengalaman tersebut disodorkan oleh orang-orang sekitar kita, entah di tempat kerja atau di keluarga dan masyarakat. Ditampilkan oleh atasan, bawahan atau rekan kerja. Semuanya akan berlalu begitu saja kalau tidak kita angkat sebagai pembelajaran yang berharga.

Tantangan dan Pilihan2

Biasanya, di suatu momen di masa mendatang, dihadapkan pada sebuah situasi tertentu, kita akan berujar: “Untung saya pernah mengalami ini dimasa lalu. Syukur saya sudah ditempa untuk lebih mampu menghadapi tantangan seperti ini.”

Namun perlu diingat, setiap momen punya tantangan dengan kualitas dan kompleksitas beragam. Karena itu, setiap jengkal perjalanan akan turut berkontribusi untuk mempersiapkan kita menuju masa depan yang lebih sukses, kalau kita membuka diri untuk terus belajar.

Dan semua kita sebetulnya punya tujuan yang sama: “Menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu, demi keluarga dan masyarakat yang lebih baik, menuju Indonesia tercinta yang lebih baik.”

“A pessimist sees the difficulty in every opportunity; an optimist sees the opportunity in every difficulty.” (Winston Churchill)

Bookmark and Share

4 Responses to Tantangan dan Pilihan

  1. Widia says:

    Apapun kondisi yang dihadapi, selalu ada hal yang bisa diambil makna positifnya, tergantung yang melihat… mau memfokuskan dari angle mana. Terima kasih Pak.

  2. Gunawan Wijaya says:

    Ijin Share Pak Josef

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life