Target Usia Menjadi HR Manager

Posted on May 22nd, 2015

“We learn more by looking for the answer to a question and not finding it than we do from learning the answer itself.” (Lloyd Alexander)

SORE ITU SUASANA SANGAT SANTAI, dalam setting café. Hadir teman-teman yang bekerja di bidang Human Resource, dari fungsi yang berbeda-beda. Usianya pun beragam, dan tentu juga menggambarkan spektrum pengalaman masa kerja mereka. Senang sekali saya bisa berbagi pengalaman dalam forum ini, berkisah tentang butir-butir pelajaran yang saya dapatkan sepanjang perjalanan karierku.

Butir-butir tersebut bisa berkaitan dengan dunia Human Resources, tentang Leadership atapun tentang kehidupan secara umum. Secara gamblang saya kedepankan di awal, bahwa saya tidak hadir untuk bicara teori, karena yang ini, bisa mereka temukan di berbagai buku. Saya hadir untuk membagi pengalaman nyata.

Dan tentu saja di sana-sini saya akan memberikan rujukan ke konsep tertentu. “Dan berbagai tips juga bisa ditemukan di buku ini: Kisah Rp10.000 yang mengubah Hidupku.” Demikian kata Pak Dino Martin, penggagas acara ini.

HR Leader Talk_Karircom dan PortalHRcom

Di Usia Berapakah Target Menjadi HR Manager?

Sebuah pertanyaan menarik di sesi tanya-jawab:

“Saya mengamati ada yang menjadi HR manager di usia 30-an tahun. Ada yang sudah mencapai usia 40 tahun. Berapa sebenarnya usia ideal untuk menjadi HR Manager?”

Pertama-tama, pertanyaan salah seorang peserta tersebut harus dilihat dalam konteks kekinian. Generasi sekarang ingin cepat meraih sukses, ingin cepat menduduki posisi kunci, ingin bisa segera in charge untuk sesuatu yang bisa memberikan “meaning” dalam kariernya. Dengan usia kelulusan S1 di kisaran 22-23 tahun, menunggu sampai usia 30 tahun dirasakan terlalu lama untuk sebagian lulusan, apalagi menunggu sampai 40 tahun.

Karena itu pertanyaan tersebut saya artikan sebagai keingin-tahuan tentang apa yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan diri untuk bisa promosi ke tingkat manager secepat mungkin. Dengan mengetahui persyaratan tersebut, yang bersangkutan akan bisa menentukan target dalam kehidupan kariernya. Dari kacamata ini, pertanyaan tersebut layak ditanggapi.

Dalam dan Luasnya Spektrum Pembelajaran

Untuk menjadi seorang manager, entah itu HR Manager, Marketing Manager atau manager fungsi lainnya, perlu kita cermati beberapa hal:

  • Apa persyaratan untuk menduduki posisi tersebut? Pengetahuan, pengalaman, termasuk di dalamnya juga aspek soft skillnya.
  • Apakah Personal Profile yang bersangkutan sesuai dengan persyaratan di atas? Bila memenuhi syarat, maka yang bersangkutan baru menjadi calon untuk mengisi posisi tersebut. Pertanyaan berikutnyapun penting:
  • Apakah posisi yang dituju sedang kosong. Kalau belum, kapan? Apakah ada alternative posisi lainnya. Kalaupun jawabannya ada posisi yang lowong, pertanyaan berikutnya:
  • Apakah yang bersangkutan calon tunggal atau ada calon lain. Bila ada calon lain, siapakah yang diunggulkan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dibawa pulang, disimpan dan secara berkala ditanyakan kepada diri sendiri demi menilai diri sendiri. Namun demikian, penting juga untuk mendengarkan evaluasi dari atasan dalam performance review. Dan ini akan berlaku juga untuk posisi yang lebih tinggi lagi.

Instan Versus Bijak

Banyak program yang disediakan perusahaan untuk bisa mempersiapkan calon untuk secara cepat SIAP menduduki posisi-posisi yang lebih tinggi. Bahkan ada juga program AKSELERASI.

Semua ini dilakukan dengan keyakinan bahwa talent-talent yang unggul punya kemampuan untuk belajar cepat. Belajar untuk terlibat dalam tugas tertentu, belajar tentang lingkungan, belajar untuk berinteraksi dengan orang sekelilingnya, dalam kapasitas sebagai atasan, bawahan ataupun rekan kerja.

Dalam berpacu dengan waktu, perusahaanpun terus menggali berbagai sarana untuk mengukur kecepatan dan kesiapan karyawan untuk dipromosikan ke posisi lebih tinggi. Setelah yakin akan kesiapan calon seperti itu, saya pernah mendapat pertanyaan dari seorang Seniorku yang bijak:

“Apakah calon tersebut dinilai BIJAK dalam menjalankan tugas promosi tersebut?”

Jawaban yang jitu untuk mendukung jawaban YA, tentu akan berkaitan dengan berbagai evidence yang dikedepankan, dalam perjalanan karier calon tersebut.

Melihat proses seperti ini, maka usia akan menjadi tidak relevan sebagai target. Kalaupun kita mau membuat target untuk diri sendiri berkaitan dengan waktu, pertanyaanya adalah:

“Seberapa cepat seseorang mempersiapkan diri sendiri untuk memenuhi persyaratan promosi di tingkat berikutnya?”

“The difference between school and life? In school, you’re taught a lesson and then given a test. In life, you’re given a test that teaches you a lesson.” (Todd Bodett)

Bookmark and Share

12 Responses to Target Usia Menjadi HR Manager

  1. Merza Gamal says:

    Mantab, terimakasih pencerahannya Pak Josef. Untuk menjadi pemimpin, kepintaran saja memang tidak cukup, harus dilengkapi dengan kematangan.

    • josef josef says:

      Terima kasih sama2 Merza, jangan pernah berhenti belajar. Saya baru kembali dari pabrik, untuk sharing, tapi juga saya sendiri belajar. Salam

  2. Dito says:

    Terima kasih sharingnya pak joseph..saya salah satu anak muda pengejar karir itu..dan akhirnya pada umur 26 saya sudah menjadi manager termuda di salah satu multinational company..capability, attitude dan leadership yg menurut saya harus selalu diasah..gmn menurut bapak?

    • josef josef says:

      Terima kasih Dito untuk sharingnya. Selamat untuk prestasinya. Aspek yang disebut Dito itu penting dan tentu saja tambahan persyaratan yang specifik di perusahaan, yang mungkin saja berbeda. Bagaimana dengan rencana promosi ke level berikutnya ??
      Salam

  3. Agnes Murniati says:

    Apa kabar Pak Josef? Saya 34 tahun, diberi kesempatan dan dipercaya menjadi HR Mgr di unit bisnis multinasional. Saya saat ini adalah hasil persiapan learning and developing mulai 2008. Tepat sekali point2 di atas yg perlu dicermati utk merencanakan level berikutnya. Sukses selalu Pak Josef

    • josef josef says:

      Terima kasih Agnes. Semua Indah pada waktunya. Dan Keindahan momen promosi diapresiasi semua pihak ketika Agnes 34 tahun. Tapi yang terjadi sebenarnya adalah bukan karena Agens sudah berusia 34, tapi pada saat itu sudah memenuhi semua persyaratan dan siap untuk promosi. Salam

  4. randy says:

    Terima kasih banyak pak JOS, karena inspirasi bapak lah saya memutuskan untuk pindah bidang kerja dan mengejar karir di HR. Terima kasih karena bapak telah memberi kesempatan meskipun saya tidak mempunyai latar belakang yang sesuai.

    Setelah berjuang keras, saya sekarang telah menjadi HR Manager termuda di usia 24 tahun dan diberi kepercayaan untuk ditugaskan di luar negeri.

    Your (not) small actions, big difference.

    • josef josef says:

      Congratulation untuk pencapaian dan progress yang menggembirakan. Kesempatan itu diberikan, namun hasil diraih karena Randy menyambutnya secara positif untuk belajar dan proaktif berusaha. Usia 24 tahun bisa memberikan indikasi bahwa upaya Randy maksimal untuk mempersiapkan diri. Terima kasih sharing pengalamannya yang berarti buat komunitas HR

  5. Sudung Samosir says:

    Pak, Bolehkah saya mendapatkan kontak person Bapak? Terima Kasih

  6. Theresia Caroline says:

    Puji Tuhan Pak Josef..
    suatu talenta yang luar biasa dari seluruh artikel yang bapak tulis ini. tetap terus diberkati dan menjadi sumber berkat buat banyak orang 🙂

    • josef josef says:

      Terima kasih Theresia Caroline, simak juga lebih dari 350 artikel yang sudah ada di blog, dan juga aerikel baru yang akan hadir seriap Selasa dan Jumat pagi jam 08:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan