Belajar Hendaknya Menyenangkan

Posted on April 26th, 2016

“From the freedom to explore comes the joy of learning. From knowledge acquired by personal initiative arises the desire for more knowledge. And from mastery of the novel and beautiful world awaiting every child comes self-confidence.” (E. O. Wilson)

EVENT BESAR mempertemukan lebih dari 100 coaches dari 24 negara sudah usai. Mereka datang dengan penuh gairah dan harapan tinggi untuk menciptakan momentum. Mereka sudah pulang ke negara masing-masing, media sosial masih menayangkan postingan berbagai foto dan komentar, yang intinya adalah sangat puas dan beruntung bisa hadir di program di Bali. Bahkan News Letter Erickson Coaching International April 13th, 2016 memberikan highlight:

“Some of the world’s most accomplished coaches, thought leaders and influential visionaries assembled in Bali in April 2016 for The World Game. This was one of the most significant conferences for coaches of our time. The key question addressed there was – “How can we generate the vision, leadership and genius to awaken our generation as coaches?”

What is a better way to capture and share the essence of such an event than to share wonderful photos from the attendees? Enjoy and thank you everyone for participating!”

Lalu mereka menayangkan cukup banyak foto, yang membuat mereka yang tidak hadir berkesempatan untuk menyimak dan merasakan dinamika selama mengikuti program di Bali.

Peluncuran Buku versi Inggris

Satu lagi kontribusi Coachnesia yang dihadirkan di Bali! Buku berjudul 33 Inspirasi Coaching untuk Indonesia, dihadirkan pula dalam versi bahasa Inggris berjudul: 33 Coaching Inspiration from Indonesia. Ke-33 coach sengaja menceritakan pengalaman mereka masing-masing menggunakan pendekatan coaching untuk kebutuhan yang beragam dalam masyarakat. Ini sekaligus memberikan nilai lain dari coaching yang selama ini banyak dikenal untuk dunia perusahaan.

Belajar Hendaknya Menyenangkan-1

 

Bagi yang masih mencampur-adukkan makna coaching, mentoring dan counselling, Coach Lyra Puspa memberikan sedikit tips di awal buku ini:

“Coach bukan pelatih (trainer) yang memberikan ilmu dan pengetahuan agar anda menjadi lebih banyak tahu dan kompeten dalam ketrampilan teknis tertentu. Coach juga bukan konselor yang menggali-gali akar masalah Anda pada masa lalu. Coach juga bukan konsultan yang membedah masalah Anda dan memberikan saran serta pemecahan masalah pada Anda. Coach pun bukan mentor yang membekali Anda dengan pengalaman atau pembelajaran dari kisah suksesnya agar Anda tiru. Coach sama sekali bukan seperti itu. Lalu apa sesungguhnya yang dilakukan coach?

Coach adalah mitra yang mendampingi Anda mencapai tujuan dan impian pribadi melalui metode bertanya yang efektif dan provokatif. Kekuatan coach terletak pada kekuatan pertanyaannya. Untuk memperoleh kemampuan bertanya yang ampuh, coach wajib menempuh pendidikan sertifikasi khusus di sekolah coaching. Sekolah coaching tertua di dunia adalah Erickson Coaching International.”

Hanya dalam sekejap, buku versi Inggris ini habis diborong peserta bule.

Kontribusi Spontan Ice Breaking

Ketika alunan musik mengawali program hari pertama sekaligus mengiringi Tari Pendet, tari selamat datang ke Bali, kebanyakan peserta nampak sibuk dengan handphonenya merekam setiap detail tarian yang dibawakan penari-penari cantik dari Bali. Seakan tambahan asupan untuk menggugah gairah untuk segera mengikuti “Coaching World game 2016”.

Belajar Hendaknya Menyenangkan-2

 

Sahabat dari negara lainpun tidak mau ketinggalan. Di sela-sela materi yang serius, mereka tampil mengajak peserta bergoyang: India, Hongaria, Spain dll. Dan tentu saja Indonesiapun mengajak mereka untuk tari kecak dan di hari kedua nari poco-poco. Semua itu tidak lebih dari lima menit demi meregangkan otot sekaligus memacu semangat belajar para peserta.

Belajar Hendaknya Menyenangkan-3

 

Belajar ala Coaching World Game

Marilyn Atkinson yang tampil membawa kata pengantar, membuka resmi program itu, tidak menemukan kesulitan apapun di tengah suasana yang sudah cair. Suasana music dan tari langsung diangkat untuk menggambarkan bahwa suasana belajar hendaknya penuh FUN. Begitu juga pembawa materi lain yang sejatinya sangat serius, sangat terbantu dengan suasana belajar yang dirancang apik.

Dalam suasana seperti itu, seberapapun beratnya atau seriusnya materi yang dipelajari, akan terasa ringan. Apalagi yang dipaparkan di sana, bukan merupakan teori, tapi buah sebuah pekerjaan yang sudah dirasakan masyarakat, walau dalam skala terbatas. Dan memang itulah tujuan para coaches hadir di sana: ingin belajar, menyerap ilmu pengetahuan pengalaman sebanyak mungkin.

Jaringan International Erickson bisa dijadikan sentra Pengetahuan dan Pengalaman dari para anggota seluruh dunia, di mana setiap alumni Erickson dapat akses melalui online atau langsung kepada individu yang punya pengalaman tertentu. Saat saya menyelesaikan tulisan ini, Erickson International sudah mengundang kami semua untuk mengikuti Conference Call untuk Debrief World Game Bali dan langkah selanjutnya. Semoga semua niat baik ini bisa menampakkan buahnya. (selesai tulisan tentang World Game Bali)

“The pursuit of learning is not a piece of content that can be taught. It is a value that teachers model. Only teachers who are avid, internally motivated learners can truly teach their students the joy of learning.” (Martin Haberman)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2. Mari kita terus saling belajar. Salam

Nurita Magdalena:
Terima kasih banyak Pak Josef atas sharing yang menginspirasi

josef:
Terima kasih banyak Suster Marietta, sudah berkenan mengunjungi blog dan menyimak tulisan ini. Buku itu hadiah...

Sr.Marietta:
Yth Bapak Yosef Bataona, 2 buku yang saya terima melalui Sr.Agnes Keraf SFS sangat meneguhkan dan...

josef:
Terima kasih sama2 Coach Amanda, sudah berkenan mengunjungi blog ini dan menyimak tulisan ini. Selain itu...


Recent Post

  • Manusia Seutuhnya
  • Shani Yang Memberdayakan
  • Meraih Trust dan Respect
  • Learn Unlearn Relearn
  • Panggilan Mengubah Paradigma
  • Belajar Bersama dari Buku Leader as MEANING MAKER
  • Sikapi Dengan Hati Yang Jujur
  • Agar Tetap Tegak Diterpa Badai
  • Mengasah Listening Skill Menuju Peran Sebagai MEANING MAKER
  • Tim Membutuhkan TRUST