Dosen Yang Tanggap Perubahan

Posted on April 23rd, 2021

“Life is not about discovering our talents; it is about pushing our talents to the limit and discovering our genius.” (Robert Brault)

MENANGGAPI PANGGILAN hidup kita, sebagai individu ataupun sebagai bagian dari organisasi bisa diwujudkan melalui berbagai cara. Banyak pihak yang sudah secara langsung mengabdikan dirinya untuk Pendidikan anak bangsa, seperti para dosen. Kitapun bisa mengambil peran dengan memberikan nilai tambah pada usaha para dosen. Salah satunya dengan membekali mereka dengan pengetahuan atau ketrampilan untuk memperkaya pendekatan dalam proses belajar-mengajar. Atas pertimbangan itu, PARAGON menginisiasi melalui Lecturer Coaching Movement, mengajak para certified Coaches untuk memberikan pembekalan pada dosen. Saya kebagian kesempatan yang diberikan pa Salman Subakat untuk menyapa para dosen Universitas di Indonesia Bagian Timur, melalui zoom. Berikut fliernya

Gali Potensi Diri

Pimpinan di berbagai perusahaan sedang giat untuk membekali para leaders dengan skill coaching. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa ini merupakan tool ampuh untuk pengembangan para leader. Namun untuk membawa coaching ke dalam lingkungan organisasi diperlukan budaya yang mendukung. Sebut saja sebagai contoh, apakah para pimpinan meluangkan waktu untuk berdialog dan mendengarkan timnya? Apakah mereka tulus meminta feed-back dari timnya?

Untuk yang terakhir ini, melalui sebuah latihan kecil, saya mengajak para dosen untuk melakukan refleksi, apa kesan para mahasiswa/i tentang mereka. Dosen seperti apakah mereka di mata mahasiswa? Bagaimana mereka mengetahuinya? Sama seperti di organisasi, penggunaan pendekatan coaching juga menghendaki ketulusan dosen untuk membangun hubungan dialogis dengan mahasiswa, dimana merka berani meminta dan menerima feed-back dari mahasiswa. Membolehkan mahasiswa berbeda pendapat, dan membuka peluang untuk mahasiswa mengerjakan proyek dengan cara yang berbeda juga.

Karena itu, pandangan pa Moh Iqbal, Univ Muhammadiya Makasar, menjadi relevan untuk saya angkat disini: “Menjadi diri sendiri, dan bermanfaat bagi orang lain. Selama covid, butuh inovasi untuk menjadi dosen yang produktif, tidak saja dosen yang baik.”

Butir ini yang memacu diri pa Iqbal untuk hadir menyimak program seperti ini agar bisa menjadi dosen yang produktif terutama selama pandemi. Berikut foto beberapa peserta dari total 418 peserta yang mewakili 113 Perguruan Tinggi.

Bermanfaat Bagi Orang Lain

“Makna yang bisa diambil dari sesi hari ini: Bagaimana kita bisa menggali potensi diri mahasiswa, jika kita belum bisa menggali potensi diri sendiri?” Demikian Sarah Usman dari Universitas Papua.

Komentar tersebut begitu penting, bukan saja untuk yang bersangkutan, tetapi juga untuk semua kita. Bagaimana mungkin kita bisa memberikan nilai tambah pada orang lain kalau kita sendiri tidak membekali diri kita. Banyak peluang untuk menggali potensi diri kita untuk diasah, dipoles agar kepekaan kita dalam menawarkan nilai tambah menjadi lebih relevan dan kekinian.

Saya sengaja mengangkat moto hidupku untuk Latihan: Be Yourself But Better Everyday. Setiap hari kita bisa berlatih untuk menjadi lebih baik: pribadi yang lebih baik, menjadi dosen yang lebih baik, menjadi ayah yang lebih baik, menjadi anggota keluarga yang lebih baik, dan sebagainya. Ada baiknya goalnya dibuat lebih spesifik. Selanjutnya contoh pertanyaan-pertanyaan berikut bisa menjadi panduan:

Apa peluang/kesempatan yang bisa anda raih jika goalnya tercapai?

Apa kelebihan2mu yang anda miliki yang bisa diberdayakan?

Apa potensi yang bisa anda gali? Opsi untuk maksimalkan potensi tersebut?

Kapasitas baru yang perlu dicari, diciptakan, ditambah?

Sumber daya internal/external?

Kebiasaan2 baru yang perlu dihadirkan, dipertajam, atau kebiasaan yang perlu dikurangi?

Langkah-langkah kongkrit yang akan diambil?

Satu langkah kecil mulai minggu depan?

Ini beberapa pertanyaan dasar untuk memulai, biar bolanya bisa bergulir. Semakin sering dilatih, akan semakin pekah dalam berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu

Perubahan Semakin Cepat

Pandemi telah memacu semua kita untuk bersahabat dengan teknologi. PARAGON yang sangat menyadari ini, memberdayakan teknologi untuk menyasar para dosen seluruh Indonesia melalui beberapa kali webinar. Melalui program LCM ini, mereka sekaligus juga memperkenalkan KEBAIKAN yang dilakukan oleh perusahaan untuk masyarakat. Dan untuk itu mereka juga mengajak banyak pihak untuk ambil bagian.

Para dosen mempunyai panggilan untuk mempersiapkan para mahasiswa bukan saja dengan ilmu pengetahuan yang memadai, tetapi juga dengan karakter yang tangguh untuk menghadapi berbagai tantangan. Mereka adalah pimpinan di masa mendatang, yang akan berperan penting, di bidang masing-masing.

Lecturer Coaching Movement ini merupakan bentuk kolaborasi yang kreatif dan kontribusi nyata dalam menggalang potensi yang ada di masyarakat untuk bersama-sama membuat Indonesia ini lebih baik.

“Anybody can do just about anything with himself that he really wants to and makes up his mind to do. We are capable of greater things than we realize.” (Norman Vincent Peale)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Santi, senang kalau tulisan ini bermanfaat, semoga membantu dalam karyamu. Salam

Santi Sumiyati:
Terima kasih Pak Josef atas ilmunya yang sangat bermanfaat, di mana bapak menyampaikannya dengan...

josef:
Terima kasih mba Sofia, kita mulai dengan membenahi diri disi sendiri, meningkatkan kemampuan memimpin diri...

sofia assegaff:
Thank you sharingnya ya pak Josef..

josef:
Setuju sekali pa Mul, sulit namun bukan berarti tidak mungkin. Latihan untuk secara sadar memilih kata atau...


Recent Post

  • Tak Hentinya Belajar Melayani
  • Membersihkan Hati
  • Pentagon of Peak Performance
  • Great Team Player
  • Jurnal Bersyukur
  • Pandemi: Empathy dan Coaching
  • FUN di Tempat Kerja
  • Dosen Yang Tanggap Perubahan
  • Maling Keren
  • Terima Kasih Pintuku Dibuka