Masihkah Sesi Coaching Menegangkan?

Posted on June 26th, 2015

“Everything you experience in your life is invited, attracted and created by you.” (Robert Anthony)

MALAM ITU sekelompok orang yang hadir masih dengan antusiasme tinggi. Mereka adalah para coaches dari sekolah Erickson Coach yang bergabung dalam “Coachnesia”. Keinginan kelompok ini tidak lain adalah memperkenalkan Erickson Coaching kepada masyarakat,  tidak saja untuk dunia industri.

Dan tidak kalah pentingnya adalah coaching hendaknya sebuah agenda yang menyenangkan, yang ditunggu-tunggu oleh para pihak. Pertemuan rutin seperti ini, tidak saja membicarakan berbagai agenda kelompok, tapi juga dimanfaatkan untuk saling belajar dari pengalaman masing-masing, memperkaya ilmu, mengisi baterai, sekaligus “sharpen our shaw”, meminjam istilahnya Stephen Covey.

Coachnesia

Kreativitas Yang Membantu Proses Belajar

Ketika ditanya, apa perasaanmu kalau diberitahu bahwa sore nanti akan ada coaching dengan atasanmu? Masih ada reaksi karyawan seperti ini:

“Mati aku! Mau ditambah kerjaan apa lagi?”

Sebuah pembukaan dari Coach Tjia Irawan, yang membuat gelak ketawa semua peserta. Entah karena ini lucu atau barangkali kisah yang sangat familier didengar oleh  para coach dari coachee-nya, dalam pengalaman sehari-harinya.

foto2

Hari itu, kami semua belajar tentang Coaching Board Game dari penciptanya. Langkah untuk membuat sesi coach tambah menyenangkan terus digali. Berbagai pendekatan dan alat bantu di perkenalkan. Dan kebiasaan orang bermain-main dengan berbagai sarana learning game, menginspirasi Coach Tjia untuk menciptakan permainan dengan dasar pendekatan coaching, atau bisa juga dibalik, coaching dengan basis permainan sehingga FUN.

Ada canda, ada challenges, ada yang harus memegang jidat mikirin langkah jitu di persimpangan solusi. Semuanya menuju titik final: solusi, komitmen, follow up yang kita temukan sendiri, tapi dipandu dipandu Coaching Board Game.

Dalam One on One Coaching, peran itu dijalankan oleh seorang coach. Namun demikian, tegas Coach Tjia, Coaching Board Game ini tidak dimaksud untuk menggantikan One on One Coaching.

Belajar Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik

“Wah… sudah kemalaman.. capek…belum lagi jalanan macet…”

Bukankah pernyataan ini sering kita dengar diucapkan teman, atau mungkin terlintas dalam pikiran kita, ketika menerima undangan pertemuan sore atau malam hari? Orang bijak ini berujar:

“Everything we think and feel is creating our future. If you’re worried or in fear, then you’re bringing more of that into your life throughout the day.” (Marci Shimoff)

Semangat teman-teman Coachnesia nampak tidak kendor. Ada yang baru mendarat dari Semarang, bahkan ada yang baru tiba dari Padang khusus untuk menghadiri acara ini. Apalagi sajian kambing guling malam itu, membuat sebagian peserta merasa asupan ini perlu untuk menambah gairah belajar.

Bayangkan semua peserta berasal dari berbagai latar belakang, pengalaman, industry dan lain-lain. Dan kami semua percaya bahwa tacit knowledge yang asyik bertengger di kepala masing-masing, perlu dirangsang untuk diakses demi pembelajaran seluruh anggota. Karena itu, masing-masing akan mendapat giliran untuk sharing.

Akselerasi Mengisi Kesenjangan

Baik Gallup maupun BCG, sama-sama mengedepankan hasil survey yang memperlihatkan Talent Scarcity menuju 2020. Apalagi akhir 2015 ini MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) sudah mulai beroperasi, dan  kemungkinan akan memulai aliran tenaga manager pilihan seputar kesepuluh anggota ASEAN.

Menarik untuk menyimak hasil wawancara Gallup dan Human Capital Leadership Institute terhadap  petinggi bisnis di enam Negara ASEAN yang dituangkan dalam tulisannya 4 Juni 2015 berjudul: “Leadership Talent Scarce in South East Asia”, oleh Pakar Gallup by Vibhas Ratanjee dan Andrzej Pyrka.

Mereka menggaris-bawahi bahwa kesenjangan talent di masa mendatang itu harus ditanggapi serius dari sekarang. Mereka mengemukakan bahwa dalam mempersiapkan pimpinan generasi berikutnya, diperlukan program yang unik dalam menjaring talent muda dan membantu mengakselerasi pengembangan dengan fokus pada “coaching and development”. Di sini, peran coaching sangat penting dalam persiapan pimpinan masa depan, terutama karena penggunaan coaching sebagai sarana pengembangan belum menjadi gaya hidup para pemimpin masa kini.

Menghadapi situasi demikian, kiranya inisiatif teman-teman Coachnesia menjadi sangat relevan, dan hadirnya Coaching Board Game karya coach Tjia menjadi penyedap yang membuat coaching menjadi sesi yang disukai, ditunggu-tunggu, baik oleh coach maupun terlebih oleh coachee.

“Give the world the best you have and the best will come back to you.” (Madeline Bridge)

Bookmark and Share

4 Responses to Masihkah Sesi Coaching Menegangkan?

  1. Rio Purboyo says:

    Membaca ulasan di atas, mengingatkan sifat dasar “Andragogi” pak Josef.

    Sungguh menyenangkan, saat dibayangkan sesi coaching dgn suasana FUN dan tetap berdampak positif.

    Salut!

    • josef josef says:

      Terima kasih Rio untuk kunjungan dan komennya di blog pada artikel ini. Perlu waktu untuk ini. Salam – Josef

  2. Roma says:

    This is a well-written practical advice, Pak. Love your blog! Gbu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life