Temukan Jawaban dalam Dirimu!

Posted on April 19th, 2016

“We can work together for a better world with men and women of goodwill, those who radiate the intrinsic goodness of humankind.” (Wangari Maathai)

SEBUAH LILIN KECIL menyala di tengah kegelapan, akan mudah dilihat dan menarik perhatian banyak orang sekitarnya. Sadar atau tidak orang-orang yang melihat nyala lilin itu juga membutuhkan terang.

Bila 130 orang yang hadir di World Game Bali 2016 menyalakan lilin masing-masing, nyala lilin utama yang dibawa oleh Marilyn Atkinson tidak akan berkurang, hanya karena dia memberikan nyala lilinnya kepada 130 orang. Selanjutnya nyala lilin kecil yang dibawa pulang ke 24 negara masing-masing dan dijadikan sumber terang bagi orang-orang sekitarnya, maka dapat dipastikan terang itu akan segera menarik perhatian, menginspirasi banyak orang untuk mengambil langkah nyata demi dunia yang lebih baik.

01_Temukan Jawaban dalam Dirimu1

 

Temukan dalam Diri Anda

Adalah Richard A. Bowell yang menyampaikan presentasi melalui video, yang juga dituangkan dalam bukunya berjudul: “The Last Unpolluted Place on Earth… is Inside Our Selves.”

Banyak kita temukan kenyataan negatif di sekitar kita. Ketidak-pedulian masyarakat mungkin karena sudah pasrah. Media sosial terus menayangkan kemerosotan karakter, integritas terus luntur. Lingkungan terus mengalami kerusakan atau persisnya pengrusakan. Keluhan bernada putus asa terus menjadi bahan menarik untuk diangkat di media sosial. Namun, apakah kita harus berdiam diri, berpangku tangan dan hanya menjadi penonton?

Dalam kata pengantarnya di buku tersebut di atas, Marilyn Atkinson, penggagas program Coaching World Game menyampaikan:

“He calls us to become an inspired witness to our own evolution. He invites us to take witness position – coach position – on this evolution, not just as individual but as humanity itself.”

Mengapa demikian? Di bab terakhir, Richard memberikan penjelasan:

“It begins inside each one of us, inside a place that is inviolate, in a place that can not be polluted as we see where all new life is born. When we find ourselves there, the future can find us and we know without doubt that we belong. We are known of, by what we contribute from that core and we are witnessed and loved, even.”

Apa yang ada di antara dua petikan di atas? Terlalu menarik untuk saya petik hanya penggalan saja di tulisan ini. Silahkan simak saja bukunya. Berikut caranya si Tukimin (Tukang Bikin Minutes) membuat catatan yang lebih ringan tentang berbagai sesi untuk disimak.

02_Temukan Jawaban dalam Dirimu2

 

Mengapa Kita Lahir Ke Dunia Ini

Berbagai presenter yang dihadirkan di Bali sungguh menginspirasi peserta untuk terus yakin bahwa kalau kita mau, kita bisa. Inner drive yang kuat dari peserta, yang adalah para coaches alumni Erickson Coaching Institute di 24 negara seakan menyatu dalam komunitas penuh energy positif. Mereka bukan saja belajar menjadi coach untuk diri sendiri, tapi untuk kebaikan banyak orang di masyarakat. Semua terus melakukan refleksi untuk mencari jawaban:

  • Mengapa saya dilahirkan di dunia ini? Untuk tujuan apa?
  • Siapa sebenarnya saya ini, apa makna kehadiran saya bagi orang lain?
  • Mengapa kita semua berkumpul di sini? Siapa yang mempertemukan kita?
  • Apakah saya paham, mengapa saya melakukan apa yang saya lakukan sejauh ini?
  • Apakah yang saya kerjakan sejauh ini sudah memberikan manfaat bagi manusia banyak?
  • Masih adakah yang harus kita kerjakan sendiri-sendiri atau bersama-sama?
  • Apa kontribusi kita sebagai coach?
  • Siapa lagi yang kita ajak untuk melangkah bersama?

03_Temukan Jawaban dalam Dirimu3

 

Kami semua memang datang ke Bali untuk menyatukan pandang dan rencana langkah. Dan kami terus diajak untuk menemukan jawaban berbagai pertanyaan di atas dalam “Unpolluted Place on Earth… which is inside our selves.

Nampaknya serius sekali program ini, lalu apa makna Game dalam World Game 2016? Ikuti tulisan selanjutnya.

Namun lilin yang sudah menyala, akan terus membagi nyalanya bagi ribuan lilin lainnya di negara peserta dan nyalanya tidak akan berkurang.

“Thousands of candles can be lighted from a single candle, and the life of the candle will not be shortened. Happiness never decreases by being shared.” (Buddha)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life