Cherish any Moment

Posted on July 20th, 2012

(Sharing Wiwik Sri Wilujeng, dari Bojonegoro)

“Life isn’t about finding yourself. Life is about Creating yourself”

MENCOBA menyelami moto pak Josef, “be yourself, but better everyday.” Menjadi diri sendiri tetapi terus belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Menjadi orang lain memang tidak nyaman. Dan terkadang orang salah mengartikan “yourself”, dalam bahasa Jawa: “yo ngene iki aku, opo enek’e, trimoen” (ya beginilah saya apa adanya, terima saja).

Kutipan tersebut mengandung makna yang dalam. Creating yourself: berani mencoba hal hal yang baru, berani keluar dari comfort zone yang sesungguhnya “tidak comfort.”

Dengan mengalami situasi uncomfort, kita akan mempunyai peluang untuk  memasuki comfort zone dengan level yang lebih tinggi. Kita harus berani mencari dan  meng-eksplore hal hal positif yang ada pada diri kita.termasuk mempertanyakan apakah yang kita kerjakan sekarang sesuai dengan passion kita, sesuai dengan value of life.

Begitu inginnya kita menjadi yang terbaik, terkadang kita terlalu jauh “meninggalkan” diri kita sendiri, ingin menjadi orang lain, tapi tidak sesuai dengan value of life kita…… sampai akhirnya kita nyasar memerankan orang lain……

Padahal dengan kembali menjadi diri kita sendiri, meng-ekplore keunikan dalam diri kita (within me) maka kita telah menjalankan proses CREATING YOURSELF, menjadi pribadi yang lebih baik.

Sebagai atasan, saya tidak pernah mengharapkan atau “menjadikan” anak buah saya seperti “sosok yang ada dalam imaginasi saya” karena masing-masing mereka itu unik, dan keberagaman itu indah. Yang bisa saya lakukan adalah berusaha membantu mereka menemukan sesuatu yang sesuai dengan passion, value of life mereka.Dan kami sama sama belajar… be better everyday.

Demikianlah pak Josef, saya membiasakan mengajak team untuk “jump” setelah selesai daily rooster,sambil berteriak “yeSS” membuang energy negative dan menarik energy positive.

 

Kebersamaan dan Kekeluargaan

Apa pun kesibukan kita, keluarga adalah yang utama, dan kami selalu mengadakan family gathering dengan mengikut-sertakan seluruh keluarga. Sejak saya menjadi BM di tahun 2006 sampai dengan saat ini,kami selalu menikmati acara family gathering dengan melibatkan keluarga. Semua karyawan ,sampai ke level OB pun kami libatkan untuk acara ini.

Mereka selalu minta stay di hotel-hotel yang berkelas, bukan karena sok, tapi karena mereka ingin memberikan kesempatan untuk bermain dengan anak-anak mereka dengan fasilitas yang berbeda dibandingkan dengan yang di rumah. Ingin enjoy life, karena life is too important to be taken seriously.

Saya mengenal keluarga mereka sampai dengan ulang tahun anak-anak mereka, seperti saya mengenal nasabah-nasabah saya, karena sesungguhnya karyawan adalah “customer” saya, internal customer. Dan kebersamaan seperti ini selalu kami rindukan.

Dan yang lebih penting dari itu semua adalah “the moment.” Kita bisa menikmati hidup kalau kita menghargai setiap moment dalam hidup kita, bahwasanya setiap moment itu indah, apalagi jika bersama dengan orang-orang terdekat. Itu adalah anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya.

Demikian butir-butir penting dari moto: “be yourself, but better everyday”, yang coba diinterpretasikan dalam kehidupan bersama tim, dan tentu saja dalam kebersamaan dengan keluarga masing-masing.

Cerita ini disampaikan Wiwik di Bojonegoro, yang sengaja memaparkan hal hal yang tidak terlihat tapi sangat bisa dirasakan oleh seluruh timnya.

Terima kasih Wiwik Sri Wilujeng, telah memberikan kami contoh nyata. (*)

Bookmark and Share

6 Responses to Cherish any Moment

  1. Restu says:

    Benar Pak saya setuju, bahwa keluarga tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan pekerjaan seseorang dan kontribusinya ke Perusahaan. Bahwa secara tidak langsung seorang istri membiarkan suaminya menghabiskan sekian persen waktunya di kantor adalah salah satu kontribusi keluarga pada perusahaan. Sama seperti Bu Wiwik dimana perusahaan kami pun setiap tahunnya melakukan Family Gathering dengan melibatkan keluarga, namun ketika kegiatan berakhir sepertinya tidak 100% pegawai merasa puas Pak. Dimana ketika kegiatan sendiri ketika ada kegiatan team building sesama pegawai, kadang pegawai kesulitan memilih gabung dengan game-game yang disediakan atau berbagung dengan keluarganya?Konsep kegiatan seperti apa yang sebaiknya dilakukan, agar seluruh peserta kegiatan melebur seluruhnya Pak?Jika kami coba untuk tidak mengikutsertakan keluarga juga sepertinya sulit karena pegawai terbiasa dengan kegiatan Family Gathering setiap tahunnya.

    • josef josef says:

      Terima kasih Restu. Dua komunitas yang perlu mendapat perhatian seimbang: keluarga di rumah dan di tempat kerja. kalau selama ini acara selalu melibatkan keluarga, jangan dihentikan. Sudah bagus dan benar. Organisasi Outbound punya segudang aktivitas kalau melibatkan keluarga, termasuk anak2. Terima kasih telah menyimak kisah ini, dan ikuti kisah2 selanjutnya.

  2. Terima kasih sharingnya pak Josef. Saya jadi diingatkan lagi untuk REALLY appreciate every moments either good or bad in my life. Dan terutama apabila itu kita alami dengan org2 terdekat. It’s PRICELESS, indeed!

    • josef josef says:

      Terima kasih Agus untuk komentarnya. Kita memang perlu saling mengingatkan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui cerita2 teman seperti ini. Dan saya setuju pernyataanmu, banyak kesempatan hadir tiap hari: dan It is Priceless !! Terima kasih sekali lagi

  3. Setuju…pak jose n many thanks utk sharingnya, krn keluarga adl segalanya tmpt dmana kita akan kembali berapa jauhpun kita pergi, keluarga jualah yg membuat kita tetap bertahan uk tetap ada…, tulisan ini jadi mengingtkan kita utk sll myediaan wkt wlupun bbrp menit dgn moment yg indah utk keluarga tcinta, sekali lg thanks pak…, saya tau pasti tnpa keluarga tiadalah ada saya dan tiada arti saya…., aku mcintai keluargaku…

    • josef josef says:

      Terima kasih untuk komentarnya yang terus memberikan ketegasan tentang pentingnya kehidupan keluarga. Keyakinanmu itu bisa saya lihat dari pancaran keceriaan yang diekspresikan diwajah Luna dan Davin. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan