BE PRESENT dengan Sepenuh Hati

Posted on July 5th, 2013

“With the past, I have nothing to do; nor with the future. I live now.” (Ralph Waldo Emerson)

BEBERAPA posting sebelum ini banyak bicara tentang masa depan, seberapa jauh kesiapan Perusahaan dan karyawannya untuk menghadapi masa depan. Dan sejalan dengan itu, berbagai kegiatan sedang berlangsung untuk memantabkan rencana jangka menengah dan panjang. Salah satu pertanyaan kunci: “Kapan untuk mempersiapkan masa depan??” Jawabannya adalah Sekarang.

Fish dengan Be Present/Be There

Saat ini, Team FISHFun yang bertugas adalah Team BE THERE atau BE PRESENT. Filosofi yang dipakai sebagai nama team ini mengetengahkan kehadiran kita secara utuh, baik fisik maupun secara emosional. Jiwa dan raga. Dengan sepenuh hati.

Makna BE Present bagi mereka yang bekerja di unit atau departemen yang memberikan service, adalah setiap kali kita diperlukan kita hadir untuk melayani, artinya melayani dengan sepenuh hati. Jangan sampai secara jobdesc ini merupakan tugas kita, tapi setiap kali kita dihubungi, selalu ada saja alasan untuk tidak mengerjakan permintaan dengan sepenuh hati, suka ditunda-tunda. Bahkan kalau seorang karyawan di HR, misalnya, yang sedang memegang surat mutasi atau promosi karyawan lain,  dia harus membayangkan bahwa surat atau formulir itu mewakili karyawan yang namanya tercantum di sana, seakan-akan dia sedang duduk di depanmu, menunggu proses yang sedang Anda lakukan.

Dengan cara membayangkan seperti itu, kita akan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan secepatnya. Kita present di hadapan orang itu, walau orang itu diwakili oleh kertas formulir. Apalagi kalau kita bicara tentang setting dewasa ini di mana orang bekerja dengan team yang menyebar di mana-mana, termasuk manca Negara.

Be Present di Mata Anak

Nak, sabtu nanti kita jalan-jalan ke Waterboom, kata sang ayah yang disambut putrinya yang berumur 6 tahun dengan ucapan.

Asyik.. terima kasih Pa! Papa nanti ikutan berenang nggak! Di sana ada pizza kesukaanku, ngga?” Dan masih banyak lagi pertanyaan sang putri, saking antusiasnya membayangkan apa yang terjadi Sabtu nanti.

Jumat sore, sepulang dari kantor, sang ayah menyapa putrinya, Nak, besok bapak harus kerja mempersiapkan bahan meeting untuk Senin nanti. Bagaimana kalau Waterboom-nya Sabtu depan aja?

Yaa… Papaaaa ! Tapi beneran ya!Jawab putrinya dengan nada agak kecewa.

Jumat depan pun, sang papa kembali dengan alasan lain, Kantor Papa akan ada tamu dari pusat hari Senin nanti, jadi Papa sibuk mempersiapkan presentasi. Jadi Waterboomnya ditunda lagi

Apa yang terjadi? Anak itu merasa papanya ada secara fisik, tapi not Present sebagai ayah yang janji untuk bersama putrinya jalan-jalan ke Waterboom. Kalau itu kejadian berulang kali, anak itu akan merasakan bahwa ayahnya tidak sepenuh hati ingin menyenangkannya.

Present Moment yang Penuh Makna

Di hadapan kami, ada agenda besar menghadapi masa depan: Mempersiapkan Organization, People and Culture untuk bisnis 5 (lima) tahun mendatang. Ini merupakan langkah besar menuju masa depan. Dan ini sangat penting. Tapi sering kita lupa bahwa ada banyak langkah kecil yang harus kita mulai setiap saat. Dan ini merupakan moment kecil yang terus menguji apakah masing-masing kita dalam tim sudah cukup solid. Apakah ada yang perlu dibantu agar irama jalan kita bisa sama.

Dan moment seperti itu sering ditemukan di luar ruang meeting, di luar ruang kerja, dan tidak dalam diskusi formal tentang pekerjaan, tapi dalam canda ria tentang kisah manusia, tentang kehidupan. Seperti yang terjadi saat makan siang bersama dengan Team FISHFun sebelumnya.

Banyak input yang didapatkan dalam suasana santai seperti itu, terutama input tentang kebiasaan masing-masing anggota team. Dalam ledakan tertawa mereka, saya pun merasakan semakin kuatnya rekatan kebersamaan, berbagai pengalaman dalam menjalankan program FISHFun mereka jadikan pembelajaran untuk maju ke depan.

Saya semakin yakin untuk terus mengajak tim untuk bersama menciptakan moment-moment seperti ini dalam bentuk dan variasi yang lebih beragam. Moment yang menyemangati, menginspirasi dan memberikan excitement kepada seluruh team. Dan inilah ide awal kenapa FISHFun ini kami hadirkan.

Be Present di Mata Orang Tua yang Tak Berdaya

Kunjungan seorang sahabat ke rumah, membawa cerita yang sungguh menyedihkan, tapi sekaligus mengesankan saya. Pak Dedy (bukan nama sebenarnya) sudah cukup lanjut usianya, kini terbaring lemas di rumah sakit. Sudah dua hari, belum ada anak yang datang menjenguk. Tidak semua anaknya tinggal satu kota, dan masing-masing mereka dikenal sangat sibuk. Sore hari itu, di hari kedua, datanglah utusan anak pertamanya Andy, yang memang tinggal sekota, membawa pesan:

“Kalau bapak ada keperluan apa-apa, hubungi staf saya ini, namanya Handoko. Dia akan membereskan semuanya, termasuk biaya rumah sakit ini.”

Bapak itu tidak marah, tidak juga tersinggung. Tapi dengan sedikit senyum dia berkata:

“Nak Handoko. Bapak mengerti situasi Andy, dan Andy mengulang apa yang persis Bapak lakukan kepada kakek Andy waktu itu. Tolong sampaikan kepada Andy, Bapak sangat rindu untuk bertemu dengannya. Tolong kabarkan bapak, kapan dia ada waktu di rumah. Kalau perlu bapak yang datang menemuinya dengan ambulance rumah sakit ini..”

Saya belum tahu apa reaksi Andy menerima pesan itu. Tapi saya berdoa semoga Andy tersentuh pesan itu. Moment penting bersama keluarga, seharusnya diinvestasi sejak dini. Sejak anak-anak masih kecil, betapa kebersamaan di tengah keluarga memberi semangat positif, memperkuat tali kasih, sekaligus mengajarkan nilai-nilai luhur untuk saling menghargai dan mengasihi satu sama lain. Siapa tahu kalau anak-anak pak Dedy datang menjenguk, bisa jadi dia akan sembuh tanpa perlu minum obat.

The present moment is the substance with which the future is made. Therefore, the best way to take care of the future is to take care of the present moment. (Thich Nhat Hanh)

Bookmark and Share

8 Responses to BE PRESENT dengan Sepenuh Hati

  1. juli says:

    Setuju, pak. “Menjadi ada” seharusnya juga “ada” sepenuh hati dan sepenuh jiwa. Terima kasih buat share nya, pak.

    • josef josef says:

      Terima kasih Juli, kuncinya sepenuh hati, hadir jiwa dan raga. Terima kasih kunjungan pagi2 ini ke Blog dan menyimak kisah ini.

  2. Edward Silalahi says:

    Thanks for sharing

  3. Darwin F. Manao says:

    Terima kasih Pak Josef…sungguh memberikan inspirasi

  4. Wadiyo says:

    Dapat info dari tulisannya Pak Nukman Lutfi, dan tulisan-tulisannya ternyata wowww sangat inspiratif.

    Thanks Pak Josef

    • josef josef says:

      Terima kasih Wadiyo, semoga bermanfaat. Secara rutin saya hadirkan posting baru setiap Selasa dan Jumat pagi jam 08:00. Terima kasih telah mengunjungi blog dan menyimak tulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET