Hari Keluarga, Merayakan Kebersamaan

Posted on June 9th, 2015

“Don’t worry that children never listen to you. Worry that they are always watching you.” (Robert Fulghum)

DALAM KOMUNITAS kita di tempat kerja, sering kita menyebut kebersamaan kita sebagai keluarga, baik itu di tingkat perusahaan atau juga divisi/unit di perusahaan itu. Kami pun sering menyebut anggota tim di Corporate Human Resources juga sebagai Keluarga CHR.

Ini bisa dilihat dari 2 (dua) dimensi. Pertama, ada usaha proaktif kami semua untuk menciptakan keluarga dengan nuansa yang sama-sama kami inginkan. Kedua, adalah keberadaan di tempat kerja setiap hari selama sekian jam, membuat kami membuat pilihan bersama untuk menciptakan situasi kekeluargaan tersebut.

Baca juga: Makna Keluarga di Tempat Kerja

Menggali Nilai Kekeluargaan

Tim FishFun terus menggali berbagai inisiatif yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan kami semua. Kali ini “PLAY Team” yang bertugas. Mereka melirik agenda besar nasional di mana pemerintah menetapkan 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Mereka mengangkat tema Keluarga untuk kami rayakan. Diawali dengan lomba foto keluarga, yang sudah dipamerkan dekat FishWorld (nama untuk mading aktivitas FishFun CHR).

foto1

Pengantar dari Tim FishFun, ingin mengatakan bahwa awal kebersamaan kita adalah di keluarga, bersama istri/suami dan anak. Di manapun kita berkarya, hendaknya kita senantiasa berpikir bahwa ada keluarga di rumah yang menanti hasil karya kita, hidup mereka tergantung buah karya kita. Setiap hari mereka berdoa untuk keselamatan dan sukses kita di tempat kerja. Mereka juga menanti kembalinya kita ke rumah, berkumpul dan menikmati rezeki halal yang dibawa pulang rumah. Sebuah prakata yang sangat manis.

Ide Kreatif Presentasikan Nilai Kekeluargaan

Bukan Tim FishFun kalau mereka tidak sodorkan program menarik. Finalis lomba foto keluarga sudah diumumkan. Dan pagi itu kami kumpul bersama. Saya awali dengan pemikiran jauh di depan:

“Suatu ketika kita akan berpisah, entah pensiun atau pindah kerja. Kita ingin diingat teman-teman ini sebagai apa? Seorang pribadi yang sangat cekatan menolong? Sebagai sahabat yang bekerja keras tapi juga bisa diajak fun bila diperlukan? Atau dikenang sebagai rekan kerja atau atasan yang diandalkan, tempat bertanya, bertukar pikiran dan sebagainya.

Apapun itu, kita tidak bisa menunggu sebulan menjelang pensiun. Harus dimulai dari sekarang. Dan saya garis bawahi: harus dimulai dari sekarang, dalam keseharian pelaksanaan tugas kita. Tugas kita masing-masing memang sudah digariskan dalam job description. Tapi hubungan antar kita dalam pelaksanaan sehari-hari, kita sendiri yang menentukan.”

Di sinilah peran Tim FishFun yang mengangkat berbagai tema untuk kita rayakan, tapi juga sekaligus untuk merekat hubungan antar kita dalam satu keluarga.

Baca juga: 5 Falsafah Sebuah Pensil

Video Refleksi yang Menggugah

Usai pembukaan tersebut, Tim FishFun memutar video pendek dalam 2 (dua) babak:

Babak pertama, kompilasi berbagai foto keluarga yang dikirim oleh semua anggota: lucu, ceria, kreatif, mengesankan, berani tampil beda, diniatin. Kira-kira itu adalah beberapa verbatim yang mengomentari foto-foto kebersamaan karyawan dan istri/suami dan anak. Ini sudah cukup memberikan kita cita rasa nilai kekeluargaan seperti apa.

Babak kedua, refleksi berbagai inisiatif FishFun yang bisa memaparkan kebersamaan sebagai keluarga di tempat kerja. Di balik canda dan tawa menyimak paparan itu, saya sendiri sangat terharu dan kagum dengan nilai kekeluargaan yang sudah dibangun tim sesuai komitmen bersama. Sebuah hasil yang tidak hentinya saya syukuri. Dan tentu saja ini menambah antusiasme untuk perjalanan kami selanjutnya.

foto 2

Acara masih dilanjutkan dengan permainan merangkai foto anggota keluarga seperti nampak pada foto di atas. Ini yang memacu kami semua untuk lebih mengenal siapa anggota keluarga teman-teman kita, disamping terus berusaha mengenal teman-teman kerja kami sendiri.

“The best way to make your spouse and children feel secure is not with big deposits in bank accounts, but with little deposits of thoughtfulness and affection in the love account.”  (Zig Ziglar)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan