Posted on October 18th, 2013
“I always love the beach. The smell of the salty water, the wind in my face, the gentle roar of the waves all combine to create a sense of peace and calm.” (Anonymous)
SAYA COBA MENGAMATI semua foto hasil rekaman saya, dan membayangkan situasi di Pulau Ayer sejak tiba hingga kembali lagi. Apa yang sesungguhnya menjadi daya tarik utama pulau kecil ini?? Kekuatan apa yang telah mewarnai hari-hari kami bersama tim dan memberikan inspirasi yang sungguh mengagumkan??
Suara Ombak dan Angin dari Berbagai Penjuru
Melangkah ke villa, kita sudah disodorkan janji akan lingkungan segar di laut. Lokasi villanya sendiri terletak di atas laut, ratusan meter menjorok ke tengah. Ngobrol di teras depan menghadap laut bertambah asyik. Debur ombak, dan terpaan angin laut membuat imaginasi saya menyeberang jauh ke Timur, rindu akan kampung halamanku. Dan ketika saatnya tidur malam, suara ombak dan angin dari bawah, atas, kiri kanan, depan belakang, seakan musik yang membuat tidur bertambah pulas.
Nikmati Alam: Pilihan Sendiri
Begitu waktu luang diberikan, masing-masing tim memilih sendiri aktivitas untuk menikmati alam. Saya mencoba mengukur besarnya pulau dengan berjalan kaki, menyusuri pantai dan ternyata hanya setengah jam sudah mengitari pulau. Yang lainnya memilih bersepeda, mancing, dan lain-lain.
Senja yang Menggoda
Beberapa rekaman foto suasana sore hari, jelang matahari terbenam.
Pagi yang Indah
Walau tidur teramat pulas, namun kebiasaan bangun pagi membuat saya harus mengakhiri mimpi indah, dan siap-siap untuk merekam beberapa moment saat matahari terbit. Saya bagi beberapa rekaman berikut, termasuk bercanda dengan matahari pagi, yang dikait akar gantung pohon.
Pelajaran yang Juga Indah
Kata-kata puitis dari Eleanora Duse, aktris Italia berikut ini, seakan ikut memberi warna suasana yang dinikmati di pulau itu.
If the sight of the blue skies fills you with joy,
if a blade of grass springing up in the fields has power to move you,
if the simple things in nature have a message you understand,
Rejoice, for your soul is alive.
(Eleanora Duse)
Pelajaran dari makna No US without U, tambahan atas ke-9 pelajaran dari tiga posting sebelumnya:
Ikuti juga kelanjutan kisah ini, dan temukan pelajaran terakhir yang didapatkan dalam perjalanan kebersamaan ini, dalam posting lanjutan “No US without U (Bagian 5): Pelajaran di Ujung Dermaga.”
Untuk mendapatkan rangkaian cerita yang utuh, baca juga 3 (tiga) posting sebelumnya melalui link di bawah ini:
josef:
Terima kasih Uni, karena dua tahun itu singkat, saranku sudah mulai bersiap-siap dari sekarang kalau niatnya...
josef:
Terima kasih Rina, Dampak bagi orang lain harus diniatkan dan dilakukan secara konsisten. Dan dimulai dari...
Unie:
Setuju Pak Josef, masa purna bakti bukan titik akhir tapi adalah fase baru yg harus kita rencanakan dengan...
Rina Ismariati:
Sebagai bagian dari generasi yang masih sedang membangun perjalanan karier, saya merasa banyak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Sofia, semoga bermanfaat. Bagi juga inspirasinya kepada teman2 lainnya yang...
Beautiful shot of sunrises..
Posting ini sekaligus mengingatkan saya tentang keindahan dan keasyikan berwisata di kepulauan Seribu yang tak jauh dari Jakarta
Terima kasih Mei. Banyak seperti itu di seantero nusantara