Banyak Maunya hingga Bingung Apa Passionku

Posted on October 25th, 2013

“Everyone is gifted – but some people never open their package.” (Buddha)

MENGINTIP BLOG seorang sahabat yang baru lulus kuliah dan membaca paparannya (atas permintaannya), saya tergelitik untuk ikut menanggapinya. Judulnya saja: “Aku Tidak Menganggur, Aku Menunggu.”

Dia memang sudah lulus September lalu. Dalam sebulan sesudah itu, ada pekerjaan yang sudah ditawarkan kepada dia. Tapi menurut perasaannya, itu bukan pekerjaan yang sesuai dengan passion-nya. Dan tidak tanggung-tanggung. Menurut dia: “I know my talent” dan dia ingin memaksimalkan talent-nya di tempat yang sesuai. Hidup ini terlalu pendek untuk disia-siakan. Dan tidak kalah pentingnya, kata-kata Steve Jobs sungguh melekat di hatinya: “Have the courage to follow your heart and intuition.”

Banyak Maunya: Ungkap Seorang Mahasiswa

Komunikasi awal dengan kawan yang empunya blog di atas bersamaan dengan perjalanan saya untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa-mahasiswi lima perguruan tinggi di seputar Kupang NTT. Materi yang disajikan lebih kepada bercerita tentang perjalanan karier saya, seorang putra daerah. Dasar pemikirannya sederhana, orang-orang akan lebih berani bermimpi kalau pengetahuan mereka lebih luas, kalau mereka mendapat gambaran bahwa ada kesempatan yang tak terbatas. Dan kalau saya BISA, merekapun seharusnya BISA.

Giliran sesi tanya jawab, seorang mahasiswa bertanya;

“Saya ini ada banyak maunya, yang semuanya saya suka. Bagaimana saya mengetahui passion saya??”

Saya mulai tersenyum, mengingat di berbagai kesempatan saya selalu mengemukakan bahwa tidak ada yang kebetulan: “Everything happen for reason.”

Ada dialog tentang blog di atas, kini saya berhadapan dengan pertanyaan serupa, dan yang lebih mengagumkan lagi, saya sudah menyiapkan dua buku untuk hadiah bagi penanya aktif. Bukunya karangan sahabatku, Rene Suhardono, berjudul: “Your Job Is Not Your Career.”

Jawaban spontan saya kepada penanya;

“Saya sudah siapkan jawaban komprehensif dari buku ini, bahkan jauh sebelum saya tahu kalau kamu mengajukan pertanyaan ini. Apa semua ini kebetulan?? Sama sekali tidak!!”

Dan untuk kawan mahasiswa tersebut, sengaja saya biarkan dia menyimak isi buku tersebut untuk menemukan jawabannya.

Be Yourself, but Better Everyday

Saya kembali merujuk kepada materi presentasi yang barusan saya sajikan kepada sekitar 250 mahasiswa, bahwa kita harus mulai dengan jujur pada diri sendiri. Kenali dirimu. Jadilah dirimu sendiri. Be Yourself!

Kita semua diciptakan unik, dengan talenta masing-masing. Kita perlu mengenali talenta itu dan optimalkan untuk meraih hasil. Namun demikian, kalau kita percaya bahwa setiap kita diciptakan unik, artinya orang lain juga mempunyai talenta yang kita tidak punyai. Karena itu, kita perlu membuka diri untuk belajar dari orang lain agar kita menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Be Better Everyday. Sampai kapan kita belajar??

Kawan yang Sedang Menunggu

Kembali kepada kawan yang sedang menunggu, saya juga sampaikan, lulus kuliah bukannya akhir perjalanan. Seperti kata Brian Tracy, “Excellence is not a destination; it is a continuous journey that never ends.

Mungkin saja kawan ini sudah jelas apa passion-nya, tapi saya memintanya untuk coba menjawabi pertanyaan berikut ini:

  • Pernakah terpikir, bahwa sebetulnya doamu sudah dikabulkan? Sudah ditawarin pekerjaan?
  • Mungkinkah kesempatan kerja yang ada di depan mata ini sesungguhnya merupakan batu loncatan untuk destiny berikutnya, karena ada pengetahuan dan pengalaman yang perlu diperoleh agar pekerjaan sesuai passion itu bisa optimum?
  • Sudahkah digali, apakah ada elemen yang diperlukan untuk pekerjaan sesuai passion-mu, justru dipelajari dari pekerjaan yang sedang ditawari ini?

Untuk itu diperlukan perenungan yang terus menerus, apa sebetulnya “Tujuan Hidup” kita masing-masing. Kejelasan “Tujuan Hidup” ini akan didapatkan melalui berbagai latihan, termasuk didalamnya dengan menjalankan hidup ini sesuai dengan nilai-nilai yang telah dipelajari, dihayati dan dijadikan panduan hidup.

Tapi apa yang menjadi dasar untuk kawan di atas mau menerima atau tidak menerima pekerjaan yang sedang ditawarkan??

Ini merupakan tantangan besar para lulusan. Kalau saya mengatakan, Anda perlu mengetahui lika-liku pekerjaan yang ditawarkan, jawabannya susah, karena belum terbayangkan situasi di lapangan itu seperti apa. Namun demikian, kalau kita jelas apa yang menjadi PASSION, setidaknya kita bisa menggali apa saja yang bisa dipelajari dari pengalaman pekerjaan ini untuk memberikan kontribusi kepada karier selanjutnya  yang sesuai dengan passion-nya.

Perjalanan dalam job ini tidak akan sia-sia, kalau setiap moment kita jadikan pelajaran untuk memperkaya dalam membangun karier jangka panjang. Quotes di awal tulisan ini menjelaskan bahwa ada talenta kita baru terbuka, bila kita terus berusaha dan belajar. Mungkin saja dari berbagai tantangan atau sukes di perjalanan awal. Dan quote di akhir tulisan ini rasanya pas untuk menutup tulisan ini, semoga kawan yang sedang menunggu, bisa mendapatkan pedoman dari suara hatinya untuk mengambil keputusan yang tepat.

“Everyone has talent. What is rare is the courage to follow the talent to the dark place where it leads.” (Erica Jong)

Bookmark and Share

12 Responses to Banyak Maunya hingga Bingung Apa Passionku

  1. Damianus Rangga says:

    Terima kasih Pak Josef, inspirasinya.Cuma kapan saya dpt mengatakan bahwa inilah passionku.Takarannya apa? Kebetulan saat saya adalah seorang wiraswasta tapi masih sebagai karyawan juga. Kalau diukur dari sisi financial pendapatan dari usaha wiraswasta jauh lebih besar 100 % bahkan hingga 200 % dari income gaji sebagai karyawan. Dapatkah saya mengatakan bahwa passion saya adalah seorang wiraswasta, bukan sebagai karyawan? Mohon pencerahannya Pak Josef.Terima kasih.

    • josef josef says:

      Terima kasih Rangga atas tanggapannya. Yang paling tahu ttg passionmu adalah anda sendiri, sesuatu yang anda senang mengerjakannya. Contoh yang diberikan tentang wirausaha atau karyawan itu berbicara tentang JOB, yang urusannya dengan perusahaan. Saran saya Rangga baca buku tersebut, sebelum kita bicarakan lagi

  2. Evi Saragih says:

    Pak Josef, terimakasih yg sebesar-besarnya utk perenungan ini. Saya sudah dapat beberapa point penting dan sangat membuka pikiran untuk pertimbangan-pertimbangan yang tidak terpikirkan sebelumnya. Memang tidak ada kata ‘instan’ untuk sebuah passion. Belajar dan bersabar tidak akan menghasilkan perjalanan job yang sia-sia. Keep inspiring others, Sir! GBU.

    • josef josef says:

      Terima kasih Evi, dan senang mengetahui kalau ada butir2 yang bermanfaat. Semoga membantu dalam pilihan/keputusan apapun yant diambil

  3. Febri Samuel says:

    Luar biasa, pak. Thank you untuk tulisan Bapak mengenai passion.

  4. Pak Josef, tks banyak atas artikelnya. Sering membaca ttg passion, saya berkesimpulan melihatnya sbg sesuatu yg “developmental”. Dia tidak statis. Kita punya peluang membangunnya. Kalau kt tdk mendapatkan pekerjaan/karier yg jadi prioritas I, kita msh dpt menciptakan “passion” itu, sehingga peringkat karier itu menjadi bergeser ke prioritas I. Soalnya tdk selalu kt beruntung mendapatkan yg jadi prioritas kita, sementara kita adalah “meaning making creator”. Kita berkesempatan ciptakan makna tersendiri ats pkerjaan kita – sehingga bisa saja kt mencintainya (dari yg tdnya tdk begitu disenangi).
    Bahkan, ketika seorang fresh graduate Perg.tinggi berkutat dg sesuatu yg ia “anggap” passionnya, menurut sy, bs jadi ia sdg mengabaikan bnyk peluang baik disekitarnya.

    • josef josef says:

      Terima kasih Taufiq. Betul sekali, banyak peluang disekitar kita. Tapi untuk meraihnya diperlukan kejelian yang bisa kita dapatkan dari berbagai pengalaman sebelumnya. Kita pilih kuliah belum tentu di jurusan yg kita suka. Kita menerima pekerjaan diawal, mungkin atas pertimbangan ekonomi. Tapi semua itu kalau kita jalankan sungguh2 akan memberikan kita bekal dalam menjalankan hidup sesuai passion di kemudian hari. Dan Passion kita belum tentu hanya satu. Tapi apapun itu, akan memberikan kepuasan, memberikan makna (meaning) dalam kehidupan ini, apalagi kalau kita bisa berkontribusi untuk banyak orang.

  5. hanny says:

    Saya rasa tulisan ini sangat menginspirasi anak-anak muda termasuk saya Pak. Hingga saat ini saya pun masih dalam proses pencarian passion saya dan semoga dengan seiring berjalannya waktu serta bertambah banyaknya pengalaman, saya dapat segera membuka ‘package’ dari diri saya. Terima kasih atas tulisannya Pak. Have a nice day!^^

    • josef josef says:

      Terima kasih Hanny, dan juga Hanny benar: teruslah membuka diri untuk belajar, cari pengalaman agar bisa menunjang passionnya. Have a great weekend

  6. Rara says:

    Alhamdulillah, terimakasih banyak atas inspirasi yang sangat membantu saya pak Josef. Sejujurnya saya juga termasuk lulusan baru yang sedang dalam persimpangan. Beberapa tawaran pekerjaan saya tolak karena orang tua tidak menyetujuinya. Dan sekarang saya sedang berfikir sebenarnya apa tujuan saya hidup? Karena saya memang belum menemukan passion saya. Sering kali saya bertanya-tanya, passion saya sebenarnya apa sih? Dimana bisa menemukannya? Banyak yang saya suka tapi kebanyakan dilarang oleh orang tua, lalu apa yang harus saya lakukan? Sekali lagi terimakasih banyak pak ^^

    • josef josef says:

      Terima kasih Rara, telah mengunjungi blog dan menyimak isi tulisan ini. Pada akhirnya kita sendiri yang paling tahu, apa mau kita, apa passion kita. Orang lain bisa memberi masukan, sumbang saran, akhirnya kita yang memutuskan. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan