Makanlah dari Rezeki Milikmu

Posted on January 22nd, 2021

“There are many aspects to success: Material wealth is only one component. But success also includes, good health, energy and enthusiasm for life, fulfilling relationships, creative freedom, emotional and psychological stability, a sense of well-being, and peace of mind.” (Deepak Chopra)

CUKUP untuk kita semua. Seluruh isi alam semesta ini merupakan sumber yang berkelimpahan untuk memenuhi kebutuhan manusia, kalau masing-masing kita mensyukuri bagian yang kita peroleh sesuai usaha kita masing-masing. Dan usaha masing-masing tidak akan lepas dari talenta yang kita punya, yang merupakan karunia Tuhan dalam masing-masing kita memenuhi panggilan hidup ini. Namun ada juga yang semakin tergoda untuk mengambil potongan kue lebih besar, sehingga yang lainnya tidak kebagian

Kejutan Menyenangkan

Sebuah perjalanan liburan keluarga sudah kami rancang lama karena harus mempertimbangkan jadual liburan putri kami. Semua sudah siap, semua biaya perjalanan sudah dibayar lunas, bahkan boarding pass sudah di tangan. Pagi itu, sekitar 8 jam menjelang keberangkatan, kami membuat sebuah keputusan berat, membatalkan seluruh perjalanan liburan, walau dengan resiko semua biaya hilang, Negara pertama di Eropa yang akan dituju, sudah mengumumkan lock-down malam sebelumnya. Kami sudah pasrah penuh untuk kehilangan semua biaya perjalanan tersebut, karena buat saya keselamatan keluargaku jauh lebih penting.

Bulan demi bulan berlalu, ternyata satu per satu biaya yang kami bayarkan, dikembalikan, semua biaya tiket, hotel, tour, semua dikembalikan tanpa ada pemotongan sepeser pun. Masih ada satu biaya tour yang bisa ditundah.

Tapi lebih mengejutkan kami adalah menjelang akhir tahun, akun kartu kredit kami menerima uang masuk. Ternyata berasal dari pembelian tiket pesawat SAS untuk perjalanan antar negara di Eropah. Harga tiketnya sudah dikembalikan. Dan ini yang mengejutkan saya:

Yang mereka kembalikan adalah biaya tax, fees and other charges yang berkaitan dengan pembelian tiket tersebut.

Mereka bukan sedang berkelimpahan, mereka juga terkena dampak pandemic yang sedang melanda. Tapi yang saya salut, dalam situasi sesulit itupun mereka merasa, tidak seharusnya karyawan mereka diberi rezeki dari calon penumpang yang batal terbang, dari fees dan services yang tidak jadi mereka berikan. Dan tidak ada potongan administrasi atau apapun namanya dari uang yang dikembalikan itu.

Perilaku Berkelimpahan

Kejadian tersebut diatas memberikan saya sebuah pelajaran yang sangat penting: makanlah dari rezeki yang menjadi hakmu. Perusahaan itu telah mendemonstrasikan perilaku berkelimpahan.

Menarik untuk mengangkat tulisan di awal tahun ini, 5 Januari 2021 oleh Path Sullivan berjudul How To Manifest Abundance and Wealth in Life (https://www.lifehack.org/895452/manifest-abundance).

Dulu seorang teman Sullivan bercerita, bahwa dia tumbuh dalam lingkungan yang serba kekurangan, dengan uang yang sangat sedikit. Saat temannya itu sudah dewasa dia mengubah pernyataan itu dengan mengatakan: He grew up with very few material things because money was so scarce, but he grew up with everything.”

Menurut Sullivan: Orang yang hidup berkelimpahan memiliki tujuh kualitas ini, yang sengaja saya bingkai untuk pengingat kita semua:

Memaknai Karakteristik Keberlimpahan

Mari kita cermati ketujuh karakteristik berkelimpahan (abundance) tersebut

  1. Smiling

Ada orang bijak yang mengatakan: “A smile costs nothing but it gives much.” Saat mengunjungi negara dimana kita tidak paham bahasa setempat, maka senyum berupakan pertanda awal kita diterima di lingkungan itu. Ini merupakan Bahasa Universal. Beberapa kutipan sekedar melengkapi pemahaman ini:

 “Your smile may be the best gift that someone will receive all day.”

“You are the architect of your smile, and you can give it away as often as you like. Your smile can be your calling card.”

  1. Humor

Humor memungkinkan orang lain senyum atau tertawa. Kita bisa memanfaatkan humor untuk menyatukan team, terutama yang dalam situasi stress.

  1. Caring

Cara lain untuk memanifestasikan abundance adalah melalui caring. Orang dengan mental berkelimpahan sunguh peduli. Simak juga petikan dua orang bijak berikut:

People don’t care how much you know until they know how much you care. (John Maxwell)

I can think of no other reason why we are here but to help others. (Albert Einstein)

Riset juga membuktikan bahwa saat anda peduli pada yang lain, maka pengalaman berikut didapatkan: feeling good, feeling a sense of accomplishment, feeling loved and building strong relationships, feeling valuable and experiencing personal growth.

Mereka yang memilih untuk tidak peduli, cenderung hidup kesepihan, sebaliknya yang peduli hidup berkelimpahan. Pilihan ada di tangan kita masing-masing.

  1. Listening

Dengan memberikan perhatian penuh, lawan bicara merasa dihargai. Saat kita listen pada orang lain, kita memperlihatkan bahwa dia penting. Listening adalah cara untuk berbagi dengan yang lain dan juga memanifestasikan berkelimpahan. Pemimpin yang andal umumnya mempunyai kemampuan listening yang sangat bagus. Mungkin itu alasannya Tuhan memberikan kita dua telinga dan satu mulut.

  1. Joy

Petikan Thomas N. Hooper berikut bisa menjelaskan makna Joy:

“We cannot wait for circumstances to bring joy; we must make our own joy and let it act upon circumstances. Joy is a good influence in any situation, and there are many ways we can bring joy – with positive thoughts, pleasant words, a smile, even by using our sense of humor.”

Berita bagus dari petikan diatas adalah bahwa kita bisa menciptakan dan membawa Joy dalam situasi manapun. Dan kita bisa merasakan joy ini saat kita berinteraksi dengan orang lain.

  1. Thankfulness

Apakah kita mensyukuri anugerah yang kita terima? Bersyukur merupakan bentuk manifestasi dari berkelimpahan. Kita sering menerima penghargaan atas apa yang kita kerjakan. Namun berapa sering kita mengucapkan terima kasih serta menghargai staf pantry, cleaning service, pengantar surat/dokumen? Mereka yang mempunyai mental berkelimpahan akan juga terbiasa berterima kasih kepada orang-orang yang berada di lapisan organisasi paling bawah.

  1. Kindness

Kita semua bukan orang kaya, terkenal, atau dilimpahi pujian dan penghargaan, tapi kita bisa berbaik hati (kind).

Kindness dapat didefinisikan dengan: “The quality of being friendly, generous, and considerate.” Contoh sederhana seperti mengunjungi orang di rumah sakit, peduli pada yang berkekurangan, dan lain2. Dua kutipan berikut bisa lebih menjelaskan:

Do your little bit of good where you are. It’s those bits of good put together, that overwhelm the world. – Desmond Tutu

Kindness is a language which the deaf can hear and the blind can see. – Mark Twain

Bila kita menerima kebaikan dari orang lain, jangan lupa untuk membagi kebaikan  kepada orang lain. Karena itu akan menjadikan keberlimpahan (abundance) lebih bermakna seperti kutipan di akhir tulisan ini:

“If you want happiness for an hour, take a nap. If you want happiness for a day, go fishing. If you want happiness for a year, inherit a fortune. If you want happiness for a lifetime, help someone.” (Chinese saying)

Bookmark and Share

4 Responses to Makanlah dari Rezeki Milikmu

  1. Santi Sumiyati says:

    Selamat sore Pak Josef…luar biasa Pak…sangat menginspirasi saya. Tulisan bapak mengajarkan saya untuk merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan penuh syukur. Jangan mengambil yang bukan bagianmu dan berikan banyak untuk sekitarmu. Terima kasih Bapak. Luar biasa sekali. Terima kasih Pak

    • josef josef says:

      Terima kasih Santi, banyak juga yang rezekinya disalurkan melalui tangan kita. Karena itu, selain mengambil yang menjadi hak kita, kita harus peka dan peduli pada orang sekitar kita. Salam

  2. canisius soriton says:

    Ditengah hujan dan setelah ikut Misa Pagi ini dihari minggu terus baca sharing Pak Josef sungguh memberikan kekuatan baru lagi dalam menghadapi challange yang ada saat ini. Terima kasih Pak Josef. Abundance Mentality sangat menginspirasi dan menambah lagi spirit bagi saya. Tuhan Berkati Pak Josef dan keluarga. Amin

    • josef josef says:

      Terima kasih sama2 pa Cani, dengan mempertebal mental berkecukupan (abundance), hidup kita bisa lebih tenang karena kita terus mensyukuri apa yang ada di tangan kita, dan mensyukuri setiap kesempatan untuk berbagi. Hal yang kecil yang bisa yang bisa dilakukan setiap hari dan berdampak besar seperti: senyum dan membuka hati untuk mendengarkan dengan tulus. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Ringga, kita bisa belajar dari mana saja, asalkan kita terus membuka diri dan punya kemauan untuk...

Ringga Arie Suryadi:
Bagus sekali pak josef saya tambahkan link video Dave Ulrich agar menambah ilmu tentang HR From...

josef:
Terima kasih Precelia untuk tawarannya, namun saya tidak akan mengambil kesempatan ini, karena alasan pribadi....

Precelia:
Selamat malam Pak Josef, saya Precelia dari PasarTrainer. Sebelumnya, mohon maaf jika saya message bapak...

Sofia:
sehat sehat dan sukses juga buat mba Fiona..


Recent Post

  • Mengukir Positive Legacy
  • Coaching for Student’s Resilience
  • Mengasah Intuisi Menginterpretasi Simbol
  • Jeli Saat Menjadi Andalan
  • Banyak Cara Saling Menyapa
  • Makanlah dari Rezeki Milikmu
  • Percaya Pada Diri Sendiri
  • Saya Mengaku Salah
  • Advis Utama Seorang CEO: Be Yourself
  • Building Resilience with Growth Mindset