Posted on December 10th, 2021
“Great coaches lie awake at night thinking about how to make you better. They relish creating an environment where you get more out of yourself.” (Ronnie Lott)
SIAPA yang tidak kenal coach andal Bill Campbell, dan siapa yang tidak kenal Steve Jobs? Awal 1985, saat Steve Jobs pergi dari Apple, Campbell adalah sedikit dari leaders saat itu yang menentang keputusan itu. Saat Steve Jobs kembali sebagai CEO Apple di tahun 1997, Steve Jobs menunjuk Campbell sebagai salah satu direktur, yang menjabat hingga 2014. Campbell dan Jobs bersahabat dekat, menjadi sounding board untuk berbagai issue. Loyalitas, TRUST, dan persahabatan sejauh itu menjadi modal utama Campbell menjadi Coach untuk Steve Jobs.
Coach Triliunan Dolar
Bersamaan dengan sesi CHRP, saya berkesempatan untuk membaca buku berjudul Trillion Dollar Coach, tulisan Eric Schmidt, Jonathan Rosenberg, Alan Eagle. Coach yang dimaksud, tidak lain adalah Bill Campbell. Karena itu, tidak berlebihan kalau bab pertama langsung diberi judul menarik:
Silicon Valley’s most guarded secret is not a hardware, software, or product but a man known as Bill Campbell.
Judul itu dilanjutkan dengan pernyataan:
Bill Campbell was a coach who steered the course of Silicon Valley’s most successful companies to a safe destination.
Label sebagai Trillion Dollar Coach diberikan karena keberhasilan dia melakukan berbagai coaching untuk para manager/executives sehingga mereka bisa tumbuh berkembang dan menjadi sangat sukses. Karena itu, menurut dia: Being a great manager requires being a great coach. Semua manager, semua leader hendaknya juga mempunyai kemampuan untuk coaching.
Hal ini juga kami ketengahkan untuk menjawabi pertanyaan seorang peserta di CHRP 63, apakah seorang yang sudah sukses, sudah menjadi manager/leader, masih membutuhkan coaching? Tentu saja jawabannya adalah YA. Seorang coach tidak saja membantu coachee untuk sukses, tetapi juga agar saat dia sudah sukses, dia tetap sukses dalam perjalanan selanjutnya.
Bill Campbell bahkan diakui lebih dari sekedar Elite Coach, karena dia mampu melakukan coaching untuk orang yang pekerjaannya tidak dipahami Campbell. Berikut foto Sebagian peserta CHRP (Certified Human Resources Professional Program) Universitas Katolik Atma Jaya batch 63.

Manusia Menjadi Sentral
Campbell benar-benar menempatkan KASIH dalam memperlakukan karyawan. Beberapa pernyataan berikut bisa memberikan gambaran tentang itu:
Campbell juga percaya bahwa hubungan jangka panjang hendaknya didasari dengan TRUST. Dia sendiri membangun kepercayaan dan loyalitas dengan karyawan, dengan mempraktekkan active listening, memberikan umpan balik, dan mempercayai orang-orang di tempat kerja, lebih dari mereka mempercayai diri mereka sendiri.
Memanusiakan Manusia
Campbell juga memahami faktor penting yang semua kita pedulikan dalam bisnis: people— love, family, money, attention, power, meaning, purpose. Bila demikian halnya, maka dalam menciptakan team yang efektif, dibutuhkan pemahaman dan kepedulian pada human values tersebut, nilai-nilai kemanusiaan.
Secara gamblang Campbell juga mengakui: Memanusiakan manusia akan memotivasi mereka sebagai pelaku bisnis. Nilai-nilai kemanusiaan positif yang diterapkan akan juga memberikan hasil yang positif.
Sebagai rangkuman atas semua ini: Kualitas team menentukan sukses sebuah perusahaan. Tim yang sukses tergantung pada kualitas hubungan antar anggota tim. Karena itu hubungan yang sukses harus didasari oleh hadirnya TRUST. Dan Coaching yang dilakukan para leader, memainkan peran yang sangat penting.
“Leadership is about recognizing that there’s a greatness in everyone, and your job is to create an environment where that greatness can emerge.” (Bill Campbell)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...
Terima kasih pak Josef atas materi ini, ada rasa percaya maka arahan dari seorang leader akan dapat menjadi strategi yang dapat dijalankan oleh tim.
Contoh sederhana dalam keluarga, saya percaya apa yang disampaikan oleh ayah saya karena saya yakin dan percaya apa yang disampaikan adalah untuk kebaikan saya untuk maju.
Sekali lagi terima kasih pak Josef.
Terima kasih Tromol. Lebih meyakinkan lagi kalau kepercayaan itu atas dasar contoh perilaku yang diperlihatkan seorang leader dalam kesehariannya. Salam
Pak Josep,
Saya langsung beli buku “Trillion Dollar Coach” edisi Bahasa Indonesia ke Mizanstore. Terima kasih atas referensi Bapak. Done. Tinggal baca bila sudah tiba.
Oh ya, Selamat Natal Pak!
Salam,
Awan Rusdi
Terima kasih sama2 mas Awan Rusdi, semoga isi bukunya bermanfaat, banyak pelajaran yang bisa diambil. Terima kasih juga untuk salam Natalnya, semoga kasih dan damai sejahtera menyertai kita semua. Salam