Jauh Promosi Karena Tidak Tergantikan

Posted on May 29th, 2015

“Desire for security keeps littleness little and threatens the great with smallness.” (Unknown)

DALAM MENERIMA sebuah tugas, masing-masing kita akan menentukan hal utama apa yang akan saya raih di balik pelaksanaan tugas tersebut. Ada yang berpikir, saya akan melaksanakan tugas sebaik mungkin agar bisa cepat berkontribusi maksimal, atau yang berpikir agar bisa segera mendapat  promosi, dan sebagainya.

Sementara itu bagi yang berada pada posisi sebagai leader, ada yang berusaha untuk mengajak timnya bekerja maksimal, memikirkan pengembangan masing-masing mereka agar target perusahaan bisa tercapai. Namun masih saja ada yang berusaha untuk membuat diri menjadi sangat kapabel, agar atasan dan unit atau organisasi sangat tergantung kepadanya, agar dengan demikian tidak akan tergantikan.

Foto berikut ini, adalah Coaches di bawah naungan Coachnesia, yang terus belajar untuk optimalkan peran mereka atau orang lain sebagai leader.

Belajar Coaching

Kebanggaan Semu

Ada obrolan di saat istirahat, tentang kehebatan para boss. Yang menarik untuk disimak adalah komentar seseorang tentang atasannya, sebut saja Adi. “Boss gua orangnya hebat, sudah berpengalaman, kawakan di bidangnya. Sangat diandalkan oleh atasannya, dan hebatnya, tidak ada yang punya pengetahuan dan pengalaman seperti dia, sehingga boleh dibilang “Sulit Tergantikan,” katanya.

Ketika saya mencari tahu lebih jauh, karyawan yang berkomentar itu baru setahun bekerja di bawah sang bos yang dia banggakan. Dan itulah pengetahuan dan persepsi dia tentang siapa atasannya.

Kondisi mirip, di unit lain, ada juga leader seperti itu sebut saja namanya Beni, yang juga katanya ‘tidak tergantikan’. Dan yang bersangkutan sangat bangga akan kondisi ini. Atasannya, Dedi (bukan nama sebenarnya) memang sangat bangga ke Beni, sampai-sampai dia akan kewalahan kalau Beni  sedang tidak ada, baik cuti atau sakit. Semakin tebal keyakinan Beni bahwa dia sangat diandalkan dan tidak tergantikan.

Situasi Beni dan Adi tersebut di atas memang memperlihatkan kebanggaan pemangku jabatan yang hebat itu, namun kebanggaan tersebut adalah untuk kepentingan dirinya sendiri. Padahal, sebagai seorang leader, dia juga seharusnya bertanggung-jawab untuk membuat anak buahnya maju, pandai untuk bisa menggantikannya setiap saat. Tapi nyatanya tidak dia lakukan.

Dengan demikian, kebanggan tersebut adalah “Kebanggaan Semu”, dan hanya dia yang menikmatinya, sementara banyak orang di sekitarnya yang melihatnya sebagai perilaku tidak terpuji. Ini bertalian dengan mindset!

“It’s not the method, it’s the mindset.” (Andy Gilbert)

Tidak Tergantikan = Jauh Promosi

Bila kita mencermati kedua kasus di atas, kehebatan sang leader mempunyai dua sisi:

Di satu sisi dia memang menjamin posisinya tidak tergoyahkan, tidak tergantikan. Namun demikian di sisi lain dia kehilangan berbagai kesempatan bagus untuk promosi atau mutasi ke tempat lain, karena unit akan mengalami kesulitan tanpa dia.

Dalam hal ini, kesalahan tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada yang bersangkutan seorang. Atasan yang membuat berbagai perencanaan talenta di organisasi unitnya tentu melek akan resiko seperti itu. Karenanya dia senantiasa harus memacu langkah suksesi yang memadai, sehingga mereka tidak akan terjebak dalam situasi “Tidak Tergantikan” seperti itu.

Kata-kata berikut ini bisa membantu memikirkan sebaliknya.

“Having a positive mental attitude is asking how something can be done rather than saying it can’t be done.” (Bo Bennett)

Apakah memang ada seperti itu sekarang ini? Simak di sekitarmu, mudah-mudahan yang seperti itu tidak ada atau hanya cerita masa lalu.

Kebanggaan Tulus

Mengemban tugas sebagai seorang Leader, terkait juga panggilan untuk mengangkat seluruh tim ke tingkat kemajuan yang lebih tinggi, lebih pandai, lebih berpengalaman, lebih bisa diandalkan, lebih siap untuk tugas yang lebih besar lagi. Leader seperti itu umumnya merasa sangat bangga kalau melihat anak buahnya sukses, anak buahnya berkembang, anak buahnya siap untuk menggantikannya. Dan ini tidak datang dengan sendirinya.

Upaya sang leader secara berkesinambungan akan memberikan berbagai peluang sukses bagi anak buahnya. Pengembangan anak buahnya ada dalam agenda utamanya. Dia akan menginvestasikan waktu berharganya demi mereka.

Hasil kerja tim buat dia adalah konsekuensi logis dari segala upaya pengembangan anak buah tersebut. Dan ketika saatnya anak buahnya melangkah menaiki anak tangga karier yang lebih tinggi, baik untuk menggantikan dia, atau pada posisi leadership lainnya, sang leader boleh berbangga. Dan kebanggaan itu adalah “Kebanggaan Tulus”, tanpa pamrih.

“I discovered I always have choices and sometimes it’s only a choice of attitude” (Judith M Knowlton)

Catatan: Karena Selasa, 2 Juni adalah hari libur, maka tidak ada posting baru di blog. Posting baru akan hadir kembali pada Jumat, 5 Juni jam 08:00 WIB.

Bookmark and Share

4 Responses to Jauh Promosi Karena Tidak Tergantikan

  1. Muhammad Fajri says:

    Terimakasih pak pencerahannya.. Saya sepakat seorang leader memang seharusnya memeberi kesempatan atau kepercayaan terhadap anak buahnya, ini akan membentuk kader2 pemimpin selanjutnya dan tidak akan pernah putus, untuk kebaikan organisasi akan mudah tercapainya target divisi, dan perusahaan. bekerja secara team akan lebih memudahkan, team yg baik mengetahui semua persoalan baik itu divisi maupun perusahan dan memberikan kontribusi atau masukan pemecahan masalah dan pencapaian target yg lebih besar yg akhirnya bermuara pada kesejahteraan bersama..

    salam,
    fajri

    • josef josef says:

      Terima kasih untuk ulasan Fajri yang sangat bermanfaat. Pada akhirnya terpulang kepada leader itu sendiri, apakah dia akan memikirkan kepentingan diri sendiri atau timnya. Salam

  2. Sr.Marietta SFS says:

    Bapak Yosef Bataona Ybk,
    Trimakasih, saya boleh membaca dan memiliki buku “Kisah 10.000 yang Mengubah Hidupku”..
    saya jadi ingat dan memaknai proses panggilan saya sebagai SFS, kuncinya memang ada pada “Ketrampilan” mensyukuri dan memaknai segala hal yang kita hidupi dan hadapi dalam hidup ini. Dibalik semua itu, Tuhan punya rencana indah yang seringkali diluar dugaan kita.
    Sekali lagi trimakasih, dan selamat terus berbagi berkat dan semangat kepada lebih banyak orang lagi. Salam.

    • josef josef says:

      Terima kasih Sr. Marietta untuk komentarnya di blog ini. Sungguh sebuah kejutan yang menyenangkan, bahwa kisah sederhana di buku itu bisa memberi makna dalam refleksi perjalanan hidup suster yang penuh dengan pengalaman yang dipenuhi rasa syukur. Buku itu merupakan kontribusi saya untuk membagi kebaikan kepada masyarakat. Minggu lalu kepada siswa siswi SMP di Lamalera Lembata, kemarin di Manado dan Masih ada yang sedang menunggu.
      Salam, selamat malam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET