Leadershipmu Berbicara Lebih Lantang

Posted on August 16th, 2016

“Great leaders don’t try to be perfect. Great leaders try to be themselves. And that’s what makes them great.” (Simon Sinek)

BANYAK KARTU NAMA sudah kita bagikan kepada orang-orang dalam berbagai event.  Ini kita lakukan dalam rangka memperkenalkan diri dan juga berkenalan dengan orang yang kita temui. Kita pun mengharapkan dia memberikan kita kartu namanya juga. Bila masih ada waktu, kita bisa saling bertukar sapa, bercerita sedikit tentang diri masing-masing.

Dari inisiatif kecil ini kita mengharapkan semoga kita bisa sukses membangun network, semakin banyak yang kita temui diharapkan kita semakin mengenal dan dikenal orang. Apakah demikian yang terjadi?

Mengenali Diri Sendiri

Sering dengan bangga kita bercerita bahwa kita mengenal Si A, Si B, dan Si C. Atau kenal orang penting/terkenal dan namanya disebut dengan penuh konfiden. Tapi menurut Lolly Daskal: “If you want to make a name for yourself and be recognized as a leader in your field, remember: It’s not who you know, it’s how you know yourself.”

Mengenal orang lain juga penting, tapi yang terpenting adalah mengenali dirimu sendiri. Mengapa? Karena perilaku kita baik sebagai individu atau sebagai pemimpin akan berbicara lebih lantang, bersaksi tentang siapa diri kita sebenarnya. Perilaku ini yang Anda bawa ke mana-mana dan akan memberikan makna penting ketika orang membaca nama yang tertera di kartu nama itu.

Leadershipmu Berbicara Lebih Lantang

Keseharianmu Turut Bersaksi

Beberapa butir panduan sederhana berikut ini akan membuat kita menyadari bahwa orang tidak hanya mengingat kita karena sudah bertukar kartu nama. Mereka juga tidak mengenal kita hanya karena kita pernah bertemu:

Biarkan Hidupmu Berbicara: Efektivitas kepemimpinanmu erat berkaitan dengan kesan orang lain tentang dirimu, dan kemampuan untuk memproyeksikan atau menghadirkan kepemimpinanmu, berkaitan erat dengan “siapa Anda sebenarnya” dan bagaimana Anda memimpin hidupmu sendiri. Karena menjadi pemimpin bagi diri sendiri lebih berat dibanding hidup sekedar menyenangkan orang lain.

Biarkan Karaktermu yang Berbicara: Banyak waktu bisa diluangkan untuk membangun leadership skill-mu, Tapi karaktermu yang muncul dari perkataan dan perbuatanmu yang akan berkisah tentang leadership-mu. Luangkan waktu untuk belajar siapa sebenarnya Anda dan apa nilai yang penting bagimu. Demonstrasikan pengetahuan itu (tentang siapa diri Anda) melalui perkataan dan perbuatan. Karakter sejati yang menjadikan seseorang pemimpin mapan (great leader).

Biarkan Kebajikanmu berbicara atas namamu. Landasan moral dari sebuah Leadership adalah Kebajikan – tutur kata dan perbuatan yang benar. Mereka mempersatukan dan melindungi, sementara perbuatan buruk akan memecah-belah dan mencerai-beraikan. Pemimpin penuh kebajikan akan mendasari perilaku dan hidupnya di atas fondasi ini. “Be a person of virtue and you will be a great leader.”

Biarkan Integritasmu yang berbicara. Berpijaklah pada prinsip dan jangan menerima kurang dari prinsip terbaikmu. Mintalah sesuatu dari yang lain hanya apa yang Anda bersedia memberikan. Berbicaralah tentang kebenaran, walau ada resiko tercipta konflik. Kepemimpinan yang punya integritas sesungguhnya akan melaksanakan yang benar, walau tak ada yang melihat atau mengetahuinya. “True integrity and great leadership mean doing the right thing, even when nobody else will see or know.”

Biarlah pribadimu yang layak dipercaya yang berbicara.

Jaga kepercayaan, termasuk untuk hal-hal yang sepele. Biarlah Anda tetap menjadi pribadi yang layak dipercaya, tanpa kompromi, dan jadilah contoh, role model sebagai pribadi layak dipercaya bagi orang-orang sekitarmu.

Anda tidak bercita-cita menjadi orang lain, karena itu biarlah tutur kata dan perbuatanmu yang akan menciptakan citra diri di hadapan orang lain. Ingat, bila Anda tidak tahu mau ke mana, Anda akan tiba di tempat yang tidak diinginkan. Bila Anda tidak paham siapa Anda sebenarnya, Anda akan menjadi orang lain, bukan dirimu sendiri.

Luangkan waktu untuk memperbaiki elemen kehidupan yang tidak menggambarkan pribadi Anda, dan berusahalah agar di setiap momen Anda hidup sesuai pribadi Anda yang sebenarnya.

(Sumber; Lead From Within: Let Your Leadership Speak for Itself, by Lolly Daskal)

Pada akhirnya, langkah yang paling tepat untuk memperkenalkan diri Anda pada orang lain adalah dengan menjadi diri sendiri, bukan menjadi orang lain, Orang akan terus mengenalmu karena kisah hidupmu atas landasan tersebut di atas. Teruslah belajar untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu, hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan besok lebih baik dari hari ini. “Be Yourself, but Better Eeveryday”

“Those who lead by example and demonstrate passion for what they do make it much easier for their followers to do the same.” (Marshall Goldsmith)

Bookmark and Share

4 Responses to Leadershipmu Berbicara Lebih Lantang

  1. Vita says:

    Terima kasih inspirasinya, Pak Josef. God bless you and your family.

  2. canisius soriton says:

    Terima kasih Pak Josef atas inspirasinya bagaimana menjadi pemimpin yg baik. Semoga saya semakin mampu menjadi pemimpin yg berkarakter dan bisa menjadi role model dimana kita di tugaskan. Amin

    • josef josef says:

      Terima kasih pa Canisius, ide2 ini muncul karena saya sendiri juga terus menggali dan belajar secara berkesinambungan untuk menempah diri menjadi pribadi dan pemimpin yang lebih baik dari waktu ke waktu. Semoga langkahmu menuju sukses yang lebih besar lagi terwujud. GBU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan