Role Model

Posted on August 26th, 2016

“By demonstrating high performance behavior, you’ll be challenging your employees to raise their game. You don’t have to say it.” (Unknown)

HADIRKAN CONTOH POSITIF. Berbuat kebaikan dan menjadi contoh bagi orang-orang sekitar kita. Kita tidak mungkin mengajak orang lain bersikap penuh semangat, penuh perhatian dengan cara yang kurang bersemangat dan kurang perhatian. Demikian juga di tempat kerja, seorang pimpinan tidak akan berhasil mengajak karyawan untuk saling menghargai satu sama lain atau menghargai atasannya, kalau pimpinan sendiri tidak memperlihatkan perilaku menghargai anak buah dan rekan kerjanya.

Wellness Program

Siang itu, di media sosial hadir postingan dari Pak Juli Triharto:

“Hari ini hingga besok, saya dan Bapak Josef Bataona akan membantu teman-teman di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat dalam rangka meningkatkan Kinerja Pegawai.

Dengan pendekatan perubahan Mindset dan [Work] Life Balance maka pegawai akan mudah mengelola Perasaan/Emosi, Mengatur Pola/Gaya Hidup Sehat, Contoh Kepemimpinan dan juga meningkatkan Self Esteem untuk mendukung peningkatan produktiftas kerja.”

ROLE MODEL-1

Budaya kerja di sebuah organisasi, sangat tergantung dari interaksi dan perilaku para pimpinan, baik terhadap sesama pimpinan maupun terhadap anak buahnya. Dan semua perilaku ini tentu merupakan bentuk ekspresi dari apa yang ada dalam pikiran dan hati para pemimpin. Karena itu bilamana ada wacana untuk menyentuh budaya kerja, maka pertama yang harus dilakukan adalah mengubah mindset para pimpinan di sana. Ini berlaku untuk perubahan apa saja yang mau diterapkan.

Contoh Positif

Pesan tersebut kami bumbui lagi dengan pesan lanjutan, juga di media sosial:

“Mengubah Mindset merupakan langkah yang penting. Selanjutnya tindakan nyata dalam keseharian, mengajak seluruh tim untuk meningkatkan kinerja, akan sangat dimudahkan dengan pendekatan “Role Model”. Dan ini menjadi fokus pembahasan kami pagi ini. Kontribusi kecil untuk Indonesia yang lebih baik.”

Teman-teman dari Direktorat ini ingin mengubah mindset karyawannya, demi meningkatkan kinerjanya. Dan pimpinannya sendiri juga hadir. Ini sekaligus menjadi pesan langsung bahwa:

  • Saya juga mau berubah bersama-sama dengan kalian.
  • Saya yang akan menjadi contoh.
  • Saya akan menjadi driver utama perubahan di direktorat kita.
  • Kita (saya dan kamu) akan saling menunjang untuk tingkatkan kinerja.

Dan ini menjadi prasyarat kalau memang tim ini serius mau berubah. Antusiasme peserta di ball-room itupun memberikan saya konfiden bahwa mereka bersungguh-sungguh.

ROLE MODEL-2

Role Model

Acara outdoor pagi itu menjadi pengantar yang sangat manis. Game yang diciptakan untuk reinforce team work, di mana fokus mereka adalah hasil tim yang dicapai melalui kontribusi setiap individu. Dan yang lebih menarik adalah hasil tim tersebut harus dicapai dengan kebahagiaan tim. Artinya, setiap individu hendaknya tidak mencari kebahagiaan sendiri, keuntungan diri sendiri dengan mengabaikan kepentingan kelompok. Dan pesan itu benar-benar mereka hayati.

ROLE MODEL-4

 

Banyak hasil yang bisa diraih melalui Role Model seorang pemimpin. Namun kalau kita ingin mengakselerasi pencapaian hasil perubahan itu disemua lini, maka kita perlu juga menciptakan lebih banyak lagi Role Model di semua lini. Mereka semua akan menjadi sumber inspirasi, sekaligus menjadi driver utama bagi timnya. Karena itu tidak berlebihan kalau peserta yang diberi kesempatan untuk komentar dalam de-briefing, berujar: “Diperlukan pemimpin yang mengarahkan, bisa memberi motivasi, membimbing dan bukan hanya memerintah atau menyalahkan.” Dan kalau ada instruksi untuk mengerjakan sesuatu, lanjut peserta lain: “Hendaknya instruksi itu jelas dari tingkat atas sampai ke pelaksana di tingkat paling bawah.”

ROLE MODEL-3

 

Hidup Sehat demi Peningkatan Kinerja

Satu hal yang menjadi perhatian seluruh tim, adalah bahwa kinerja tinggi hanya bisa mereka raih kalau mereka terus menjaga kesehatan jiwa dan raganya. Ide tersebut saya sambut gembira dengan membagi pengalaman tentang komitmen pribadi untuk terus menjaga kesehatan dan fitness di tengah kesibukan. Semua kita sama-sama mempunyai 24 jam, dan banyak di antara kita yang sangat sibuk. Dan hanya kita sendiri yang bisa dan berani membuat komitmen untuk mengambil langkah kongkrit dalam menjaga kesehatan, fitness dan vitalitas hidup ini demi meningkatkan kinerja.

Pandangan Stephen Covey berikut ini, bukan saja berlaku untuk orang tua yang menjadi Role Model bagi anak-anaknya, tapi juga bagi setiap pemimpin, yang hendaknya menjadi Role Model bagi anggota timnya.

“Role modeling is the most basic responsibility of parents. Parents are handing life’s scripts to their children, scripts that in all likelihood will be acted out for the rest of the children’s lives.” (Stephen R. Covey)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan