Sumber Berlimpah Untuk Belajar

Posted on April 22nd, 2022

“The more I read, the more I acquire, the more certain I am that I know nothing.” (Voltaire)

SAAT MENULIS artikel ini saya sudah tidak aktif di korporasi, dan usia sayapun sudah lanjut. Apakah saya masih perlu belajar? Untuk apa? Terkadang pertanyaan itu terlintas di pikiran saya. Dan biasanya saya tanggapi dengan pertanyaan juga: apa lagi yang perlu saya pelajari, dan apa lagi yang belum terpikirkan sebelumnya dan perlu saya pertimbangkan sekarang untuk dipelajari?

Tantangan Membaca

Dalam postinganku di bulan Agustus 2021, saya bercerita tentang menerima tantangan membaca satu buku sehari selama setahun. Saat anda membaca tulisan ini, saya sudah membaca 285 dari 365 target setahun, yang mudah-mudahan bisa saya capai di bulan Juli 2022.   Beberapa buku diantaranya seperti nampak dalam foto berikut.

Buku yang aslinya bisa mencapai 200-300 halaman, telah dibantu oleh Headway App untuk membuatkan sarinya dalam 10-13 halaman. Dan itu sudah lebih dari cukup. Kalau mau menyimak lebih jauh lagi, baru saya membeli bukunya. Simak tulisanku di tautan ini: https://www.josefbataona.com/learning/luangkan-waktu-untuk-membaca/

 

Belajar Dari Orang Sukses Menghadapi Tantangan

Menarik juga untuk menyimak tulisan di LinkedIn 21 Maret 2022 dari Dr. Travis Bradberry Chief People Scientist at LEADx, dengan judul 7 Challenges Smart People Overcome. (https://www.linkedin.com/pulse/7-challenges-smart-people-overcome-dr-travis-bradberry)

Travis mencoba memotret keberhasilan orang-orang sukses dalam menghadapi masalah. Sementara kebanyakan orang melihat sebuah kegagaglan sebagai tanda ketidak-mampuan, orang-orang sukses justru melihatnya sebagai kesempatan belajar. Dan ini sangat ditentukan oleh mindset yang dibangun.

Secara khusus Travis mengedepankan 7 tantangan yang dihadapi dan diatasi oleh orang-orang sukses:

  1. Age: Sering kita dianggap kurang berpengalaman karena usia, dan dilirik sebelah mata saat kita berpendapat. Terus melangkah penuh percaya diri bilamana anda mempunyai kapasitas untuk mengerjakan sesuatu.
  2. Negativity: Kita semua punya 24 jam yang sama, tetapi mengapa orang sukses bisa menyelesaikan banyak hal dalam kurun waktu tersebut, sementara yang lain hanya mengeluh? Bila menghadapi keluhan, orang-orang sukses membatasi diri dan menjaga jarak dengan pengeluh. Pikirkan begini: Kalau yang mengeluh itu perokok, apakah anda akan duduk berlama-lama disampingnya dan mengirup asap rokok yang dihembuskannya? Tentu tidak. Bila anda ingin membantu, tanyakan bagaimana mereka ingin mengatasi problem yang mereka keluhkan.
  3. Toxic People: Orang sukses percaya akan ungkapan ini: “You are the average of the five people you spend the most time with.” Dalam sejarah kita temukan pasangan2 hebat seperti Steve Jobs dan Steve Wozniak di Apple Bill Gates dan Paul Allen atau Sergey Brin and Larry Page di Google. Orang-orang hebat seperti itu akan mampu membantumu mencapai sukses, sementara Toxic People akan menarikmu turun bersama mereka.
    Jika suatu saat anda tidak bahagia dengan kehidupan atau kariermu, tengok ke sekitarmu, barangkali anda salah memilih teman, seperti kata orang bijak: You’ll never reach your peak until you surround yourself with the right people.
  4. What other people think: Anda belum sepenuhnya mandiri, bila masih terus membandingkan diri dengan orang lain, masih sering peduli pada apa kata orang. Nilai dirimu datang dari dalam, bukan dari apa kata orang. Pesan orang bijak: No matter what other people think of you at any particular moment, one thing is certain—you’re never as good or bad as they say you are.
  5. Fear: Ketakutan sebetulnya merupakan imaginasi, sebuah pilihan. Orang sukses paham tentang ini dan terus berusaha untuk mengatasinya. Belajar menemukan sumber yang menimbulkan ketakutan itu, dan atasi. Jangan membiarkan ketakutan mewarnai hari-harimu.
  6. The past or the future: Menyesali masa lalu dan cemas akan masa depan akan membuat kita tidak fokus akan apa yang harus dikerjakan dan dinikmati saat ini. Untuk bisa hidup penuh disaat ini, ada dua hal yang perlu diperhatikan:
    Menerima masa lalu dan memahami bagaimana kita bisa menjadi seperti ini  dan  menerima ketidak-pastian masa depan.  Jangan membuat harapan yang bisa menumbuhkan kecemasan yang tidak perlu, seperti kata Mark Twain, Worrying is like paying a debt you don’t owe.
  7. The state of the world. Cermati apa yang terjadi sekitar kita. Kekerasan, peperangan, ekonomi tidak tumbuh, perusahaan bangkrut, bencana alam. Semua ini seakan membuat dunia semakin terpuruk.

Namun demikian, orang-orang sukses memfokuskan energi dan usaha mereka pada apa yang bisa mereka kendalikan. Ada dua: Fokus pada hal2 yang patut mereka syukuri, dan fokus pada hal-hal baik yang terjadi disekitarnya. Mereka fokus pada apa yang bisa mereka kerjakan setiap hari untuk meningkatkan hidup mereka dan membuat dunia menjadi lebih baik. Langkah-langkah kecil seperti itu yang akan mengarah ke dunia yang lebih baik.

Dengan demikian, sukses kita didorong oleh MINDSET. Dengan disiplin dan fokus, maka ke tujuh elemen tersebut diatas tidak akan menghambat dalam langkah meraih sukses.

 

Belajar agar Bisa Terus Berbagi

Kembali ke pertanyaan awal, mengapa harus terus belajar? Ketujuh elemen yang berpotensi menghambat yang barusan diuraikan itu, perlu disikapi secara bijak. Langkah solusi untuk itu bisa dipelajari dari berbagai sumber. Setelah kita mampu mengatasinya, kitapun berkesempatan untuk membagi pengalaman kepada orang lain. Ilmu, pengalaman, pengetahuan yang kita serap dari berbagai sumber termasuk dari buku-buku bacaan, akan bisa kita bagikan kepada banyak orang, karena kita tidak pernah tahu kapan seseorang membutuhkan tips tertentu dari kita. Dengan terus belajar, kesempatan berbuat baik dengan berbagi ilmu tidak akan terlewatkan begitu saja.

 

“All the world is a laboratory to the inquiring mind.” (Martin Fisher)

Catatan: Karena libur Lebaran, tak ada postingan baru di tanggal 29 April dan 6 Mei. Postingan baru akan hadir lagi di 13 Mei 2022

Bookmark and Share

2 Responses to Sumber Berlimpah Untuk Belajar

  1. Santi Sumiyati says:

    Selamat malam Pak Josef. Setelah sekian lama tidak “bertemu” Bapak melalui tulisan – tulisan Bapak di Blog ini, selalu ada kerinduan untuk kembali masuk ke blog Bapak. Dan benar saja, begitu membaca tulisan ini, seakan ada pencerahan tentang untuk tidak berhenti belajar untuk menghadapi tantangan hidup yang dapat membuat saya dapat terus bertumbuh untuk lebih baik. Terima kasih banyak Pak Josef.

    • josef josef says:

      Selamat datang kembali Santi, blog bisa diakses kapan saja saat punya waktu luang. Kita semua perlu terus belajar dari mana saja, termasuk dari tulisan2 yang disajikan di blog ini. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih untuk testimoni Randy. Senang dengan progress yang dialami. Perjalananmu masih panjang, banyak...

Randy:
15 years ago, your storytelling inspired me to join HR. Your trust to choose me as a future leader made me...

josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...

Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...

josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....


Recent Post

  • Legacy Yang Melampaui Waktu
  • Melangkah Bersama
  • Menjadi Cermin Kepemimpinan
  • RUANG Belajar dan Bertumbuh (Blog Seribu Tulisan)
  • Blog Seribu Tulisan – KATA Yang Mengubah Hidup
  • Blog Seribu Tulisan: Pesan Konsistensi
  • Saya Bukan Siapa Siapa Tanpa Kalian
  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI