Posted on August 26th, 2014
“Since you get more joy out of giving joy to others, you should put a good deal of thought into the happiness that you are able to give.” (Eleanor Roosevelt)
ZIAREK. Mungkin ini merupakan istilah yang lebih tepat untuk perjalanan kali ini. Ziara dan Rekreasi. Beberapa obyek rohani yang memang menjadi tujuan, seperti Lourdes, beberapa gereja terkenal dan terakhir di Roma. Dan hanya Roma dan Lourdes yang dua hari dari 14 hari.
Di antara dua kota itu pada dasarnya adalah rekreasi keluarga, walau ada kunjungan singkat ke beberapa gereja di berbagai kota, seperti doa di Duomo Milan, seperti foto di bawah ini. Sengaja kami membuat kombinasi untuk mendapatkan keseimbangan mental dan spiritual.
Awal yang Menyejukkan
Posting pertama di hari Selasa, 12 Agustus 2014, sudah berkisah tentang awal perjalanan kami. Ada sebuah pengalaman rohani yang ingin saya bagi kepada pembaca.
Di hari kedua, kami hadir mengikuti misa konselebrasi dalam Bahasa Inggris, yang dipimpin 7 pastor dari manca negara. Misa di Kapel St. Cosmas & Damianus dihadiri oleh pengunjung yang juga dari manca negara.
Di saat pasrah menyerahkan diri, doa bersama yang sudah berulangkali dipanjatkan, namun kali ini saya merasakan Keagungan Tuhan yang luar biasa, di mana untuk mengundangNYA hadir dalam hatiku pun aku tidak sanggup:
“Lord, I am not worthy, that You should enter under my roof, but only say the word and my soul shall be healed .”
Power of Mind Sekaligus Do’a
Berbagai pengalaman yang kita punyai memang bukan untuk disimpan sendiri. Mungkin banyak orang lain akan terinspirasi. Dalam bus perjalanan antar kota, Pak Rachmadi Santoso berkenan membagi pengalaman keluarganya:
“Ibunda saya didiagnosa kanker stadium akhir saat berusia 40 tahun. Keputusan dokter harus dioperasi. Di tengah kepasrahan, muncul rasa cemas. Dia pernah menyaksikan sendiri saat-saat akhir jelang tantenya meninggal karena kanker. Sangat menakutkan! Dulu proses radiasi sangat sakit.
Malam jelang operasi, dalam ruangan ada pasien lain. Ibu berdoa: Tuhan saya ingin sembuh, bukan untuk saya tapi untuk anak-anak yang masih membutuhkan saya. Bila saatnya mereka sudah tidak membutuhkan, boleh saya diambil.
Tengah malam Ibu dibangunkan temannya sekamar, karena terdengar menangis. Dia mimpi melihat sosok wanita berkerudung, dikelilingi pelangi yang menumpangkan tangan ke atas ibu. Dia percaya dia bertemu Bunda Maria dalam mimpi itu. Saat itu dia yakin dia diselamatkan. Operasinya berhasil. Setelah berbagai kontrol lanjutan dalam beberapa tahun kemudian dia dinyatakan sembuh, tidak perlu kontrol lagi. Saat ini ibu sudah berusia 88 tahun.”
Surprise Ulang Tahun
Coffee-shop hotel pagi itu penuh ramai. Banyak peserta tour dari manca negara, dari berbagai travel biro, asyik dengan sarapannya. Mereka semua dikagetkan dengan spontanitas lagu berbahasa Indonesia dari rombongan kami: “Selamat Ulang tahun kami ucapkan, Selamat panjang umur kita kan doakan…”
Tentu saja ini merupakan momen yang sangat memorable untuk Pak Erawan yang merayakan ulang tahun ke-64 bersama anak istri dan teman-teman satu rombongan. Kejutan kue ulang tahun khas Swiss, lantunan lagu ulang tahun di Lucern dan ucapan selamat dari teman-teman tentu akan sulit dilupakan oleh keluarga ini. Sebuah perhatian kecil dari teman-teman, tapi mempunyai makna yang tak ternilai. Semoga Pak Erawan panjang umur, sehat dan bahagia selalu bersama keluarga
Berkat untuk Si Sulung melalui Tangan Adik
Dua hari di Roma, sangat padat dengan acara, namun kami tetap memperhatikan porsi berimbang Ziarek itu. Jelang akhir perjalanan, dalam keheningan malam di kota Roma, adik Piter, seorang pastor berdoa khusus sambil menumpangkan tangannya di atas kepalaku, kakak sulungnya:
“Kalau ada rahmat dan berkat, artinya ada pemberi berkat dan rahmat. Angkatlah hati…….. Semoga Berkat Tritunggal Mahakudus turun atas saudaraku JOS, agar dia bisa memimpin diri sendiri, sebelum mampu memimpin orang lain……..”
(hanya sepenggal doa yang saya kutipkan dari doa yang lebih panjang)
Sekembalinya ke tanah air, acara ini diakhiri di kediaman kami Witana Harja, Pamulang, dalam kumpul keluarga yang bersatu dalam misa kudus dipimpin oleh adik Piter, untuk memanjatkan syukur dan terima kasih atas berkat dan karuniaNYA selama perjalanan Ziarek yang berhasil.
“Close your eyes, let your spirit to soar, and you’ll live as you’ve never lived before.” (Erich Fromm)
josef:
Terima kasih sama2 Helda, kebersamaan kita melangkah dalam perjalanan karier membuahkan banyak kisah menarik....
Helda:
Selalu hangat dan beri insprirasi setiap cerita yang bapak buat…hal hal jecil jd sangat dalam dan sangat...
josef:
Terima kasih Emmi, banyak cerita yang saya hadirkan, merupakan cerita kita bersama. Saya sengaja merangkumnya...
Emmi:
Baca tulisan Pak Jos itu berasa lagi ngobrol dalam 1 ruangan, face to face. Temen2 yg pernah ngalamin pasti...
josef:
Terima kasih Cita. Satu dua menit waktumu untuk mengunjungi blog dan menyimak tulisan disana sangat berarti....
Dear tata Jos,
terima kasih untuk posting perjalanan dan sharing. Ujud doa seorang adik kepada kakaknya,dengan berbagai anugerah dan rahmat yang dimintakan itu akhirnya doa bermuara kepada…. semoga ia mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain…
Terinspirasi dari pengakuan St. Agustinus, Uskup Hipo dalam confessiones-nya ia mengatakan: “jalan teramat sulit dalam hidup ini adalah jalan menuju kepada diri sendiri.”
Siapa yang mampu memimpin dirinya sendiri untuk bisa kembali ke pada dirinya sendiri – masuk ke dalam innerself- nya berarti orang tersebut pasti mampu juga memimpin orang lain.
Wish you all the best!
Dear Pater,
Refleksi yang mendalam, tapi sekaligus memandu kita untuk melangkah menuju diri kita yang lebih baik. Salam selamat berkarya