Hidup Lebih Bermakna

Posted on July 22nd, 2016

“When you were born, you cried while the world rejoiced. Live your life in such a way that when you die, the world cries while you rejoice.” (Rabindranath Tagore)

SANGAT MENGINSPIRASI tulisan dan pesan-pesannya. Itulah kesan saya setelah lama mengikuti link aktivitas Robin Sharma. Dan dalam rangka pelayanan pelanggan yang prima Robin tidak lupa menyapa setiap orang secara personal, seakan berbicara langsung, seperti emailnya 9 Juni lalu:

“Hi Josef, how are you?

I truly believe that given the twin forces of globalization + market disruption, it has never been so important to do your finest work and lead your professional field.

You’re competing against top talent across the world these days. And so only the best will thrive.”

Bersama email itu dia mengirimkan video dan transkrip yang sangat kaya akan pembelajaran untuk meningkatkan Personal Mastery siapa saja yang mendengarkan dan membacanya. Saya mencoba untuk menyajikannya kembali dalam bahasa Indonesia untuk pembaca blog ini.

5 Kutipan demi Meningkatkan Kualitas Hidupmu

Lima kutipan ini merupakan rangkuman dari program  “Mastery Session”. Dan 5 (lima) kutipan itu untuk menyemangati dan memprovokasi Anda menuju kelas dunia.

1) “Be yourself. Everyone else is already taken.” (Oscar Wilde)

Pernyataan ini menggambarkan kekuatan bila tampil original, autentik, dan menjadi diri sendiri (being yourself). Kita hidup di zaman di mana begitu banyak godaan untuk menjadi orang lain. Belum pernah terjadi, begitu banyak pengaruh dan hypnosis melalui social media atau melalui masyarakat agar kita harus berkata begini, atau bersikap begini, perlu membeli yang ini, atau mengukur sukses dengan ukuran tertentu yang sama.

Sejalan dengan kata-kata Oscar Wilde tersebut, saya ingin mendorong Anda untuk menjadi diri sendiri: “talk your talk, walk your walk”. Luangkan waktu untuk merenungkan kembali mimpimu. Tapi jujur pada nilai sendiri, karena kehancuran terbesar dalam hidup ini adalah mengkhianati diri sendiri.

Usai presentasi kepada para CEO di Qatar dengan judul “Lead Without a Title”, seorang peserta menyodorkan sebuah amplop dengan pesan, buka dan baca di hotel nanti. Ketika tiba di hotel, penuh penasaran saya membuka amplop tersebut yang berisi tulisan, yang saya sajikan sebagai kutipan kedua:

2) “Health is the crown on the well person’s head that only the ill person can see.”

Pesan ini menggaris-bawahi bahwa kita sering mengabaikan kesehatan hingga jatuh sakit. Di saat kita sakit, baru kita sadar betapa pentingnya kesehatan. Kita akan meluangkan waktu terbaik di hari terbaik kita untuk memulihkan kesehatan kita. Semua upaya dan dana dikerahkan untuk mengembalikan kesehatan kita ke tingkat prima.

Kutipan ketiga berasal dari peribahasa Mexico.

3) “They tried to bury us. They didn’t know we were seeds.”

Terkadang hidup ini memberikan pengalaman seakan mau menjatuhkan kita. Atau ada orang yang berusaha menguburkanmu, atau terkadang muncul pengalaman yang bisa menghancurkanmu. Bagi mereka yang selalu berpikir sebagai korban, hal-hal tersebut sungguh akan menguburkan kita. Mereka menahan kita tinggal nyaman di masa lalu. Mereka menghancurkan kita. Bagi yang senantiasa berpirir sebagai leader, atau A Performer, atau iconic producer, hal-hal tersebut adalah benih unggul. Mereka akan mempercepat pertumbuhan kita.

Maksud saya, hal-hal yang berpotensi membuat kita menderita, bisa juga membuka hati kita. Hal-hal yang paling menyakitkan kita, bisa menjadi jembatan menghubungi kita dengan orang lain. Hal yang paling sulit, bisa menjadi sumber kekuatan. Hal-hal yang tidak terduga bisa menumbuhkan harapan kita akan masa depan. Luangkan waktu untuk mengangkat pengalaman sulit serta memanfaatkannya untuk mentrasformasi  Anda, manfaatkan untuk mendukung perjalanan Anda menuju level berikut: Greatness.

4) “Spring has passed. Summer has gone. Winter is here… and the song that I meant to sing remains unsung. For I have spent my days stringing and unstringing my instrument.” (Rabindranath Tagore, penyair India)

Semakin saya mendalami puisi ini, saya semakin memahaminya. Kita hidup di dunia ini di mana kebanyakan kita sangat sibuk dalam menyibukkan diri.

Puisi tersebut adalah tentang seorang yang terlalu sibuk mengutak-atik string instumennya sehingga lagu kehidupannya tidak sempat dilantunkan. Hemat saya, pelajaran bagi Anda dan saya dalam konteks ini adalah: fokus hari-hari Anda, fokus waktu Anda, fokus pada sedikit prioritas dalam menciptakan hidup penuh makna, yang pada akhirnya akan melegenda.

Hidup  Lebih Bermakna

Dan ini akan menuntun saya ke kutipan nomer 5, yang menurut saya adalah yang terpenting dalam meningkatkan kualitas hidup Anda. Petikan ini juga datang dari Rabindranath Tagore, yang juga sering diajarkan oleh ayah saya (ayah Robin Sharma). Dia biasanya mengatakan:

5) “When you were born, you cried while the world rejoiced. Live your life in such a way that when you die, the world cries while you rejoice.”

Makna sederhana dari petikan ini adalah: Memimpin itu melayani, menang itu menolong. (To lead is to serve, to win is to be helpful)

Tidak ada yang lebih berarti dari dampak tindakan terhadap kemanusiaan. Pada akhirnya, sukses hidupmu tidak diukur dengan berapa banyak uang yang ditumpuk, berapa mobil yang dipunyai, apa statusmu, rumah yang didiami. Saya sangat yakin, bahwa alat ukur keberhasilan hidupmu, saat Anda terbaring di tempat tidur, adalah apakah Anda telah menjadi instrumen pelayanan bagi banyak orang. Bila Anda percaya bahwa ini adalah alat ukurnya, mulailah dari sekarang, memberikan dampak positif kepada sebanyak mungkin orang.

Dan Robin Sharma mengakhiri emailnya dengan pesan:

“And please remember: little acts of progress performed each day with consistency cause vast improvements over time. Make today count.” (Robin Sharma)

Bookmark and Share

6 Responses to Hidup Lebih Bermakna

  1. Yenny Prabowo says:

    Penggalan kata2 yg memberi inspirasi….
    Terima kasih Pak Josef

  2. Elfi says:

    Great writings as always Pak Josef… words of encouragement to not easily give up and focus only on our situation and problems, to embrace ourselves and realize that actually we have so much to give and to serve others… and as reminder to start focusing on what’s really valuable in life which usually taken for granted. Really need this Pak… thanks.

    • josef josef says:

      Thank you Elfi for sharing your reflection. So many things happen in front of us, on our way to our future. They are valuable learning, to prepare us for bigger challenges in the future. Let us open our heart with positive mind, to learn and share to many other people who need it. Regards

  3. Samy says:

    Thanks Pak Josef. Selalu enak membaca tulisan dan sharing pak Josef.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan