Posted on March 25th, 2022
“It’s another world, what the sea gives us. It’s a paradise.” (Tito Ramirez Rivas)
PELABUHAN Bakauheni Lampung sudah di depan mata. Laut biru tenang di bawah langit yang cerah. Melewati pulau2 kecil sekitarnya menambah keceriaan, membuat suasana hati semakin damai dan tenang. Kontras dengan suasana saat menatap layar laptop yang menyita keseharian di rumah, entah untuk webinar, menulis artikel untuk blog, atau membaca dan menanggapi berbagai email. Sesaat berada dalam suasana berbeda, sungguh menggembirakan.
Sarana Yang Menyenangkan
Terima kasih sekali kepada bapak Presiden Joko Widodo dan aparatnya yang menyediakan sarana Ferry Executive menghubungkan Merak dan Bakauheni. Jalan tol dari Jakarta sudah berujung di Merak. Ferry yang pesanan tiketnya sudah hanya online, sangat memudahkan. Keberangkatan sudah mengikuti jadual tepat, sehingga kita bisa membuat perencanaan yang lebih baik.
Bagi sahabat yang belum mencobanya, foto berikut merupakan interior fery eksekutif yang kami tumpangi, bisa duduk berhadapan dengan meja diantaranya

Hanya butuh 1 jam 15 menit untuk tiba dan turun di Pelabuhan Bakauheni. Dari kapal, kita langsung masuk jalan tol trans Sumatra.dan tidak sampai sejam, sudah berada di kota Bandar Lampung. Banyak waktu dihemat dan tentu menambah kenyamanan dalam perjalanan.
Pantai Menginspirasi
Sebagai anak nelayan, mengunjungi pantai seperti pulang kampung. Menghirup udara pantai dengan aroma khas, sudah cukup untuk mengobati rindu akan desa kelahiran. Tidak berlebihan kalau Debasish Mridha mengungkapkan:
“The smell of the ocean, southern breeze, blue sky, and the gentle sound of dancing waves make me sing the song of love.” (Debasish Mridha)
Angin kencang dan debur ombak di batu karang, menambah sukacita, saat duduk tenang di atas bangku kayu ini atau saat membidik istriku Lena, yang senang menerima rambutnya diacak oleh angin kencang. Batu karang seperti di pantai Marina, Merak Belantung, Lampung, senantiasa memperlihatkan pesona yang unik.

Lorong Hening
Banyak sahabat yang paham, kalau luangkan waktu dalam keheningan akan membuka mata batin kita untuk memahami pesan2 yang disampaikan alam semesta ini. Bahkan kita bisa melakukan dialog untuk lebih memahami apa yang belum dan perlu kita pahami dari alam semesta ini, walau hanya sedikit.
Krakatau resort yang juga paham akan hal ini, sengaja menyediakan fasilitas ini. Berjalan dari pantai menuju sebuah tanjung, kita ditawarkan sebuah kesempatan unik untuk melangkah memasuki gerbang yang diberi nama Lost Island. Beberapa meter dari situ kita akan melewati lorong hening menuju ujung tanjung itu. Setibanya disini, pilihan ada ditangan kita, apakah sekedar mencari spot foto, atau luangkan waktu sejenak dalam keheningan …. Mendengarkan bisikan luar biasa seperti ini:
“Every time I stand before a beautiful beach, its waves seem to whisper to me: If you choose the simple things and find joy in nature’s simple treasures, life and living need not be so hard.” (P. Roxas-Mendoza)

Kuliner dan Cita Rasa
Lampung memang sering kami kunjungi, dan setiap kali kunjungan kami akan mencari kuliner lokal apa lagi yang perlu dicoba. Makan siang tentu kami utamakan makanan laut, karena Lampung kaya akan ikan segar. Kali ini kami direkomendasikan sebuah rumah makan Ikan Bakar MBOK’DE di daerah Panjang seperti di foto berikut.

Baik ikan, udang dan cumi sangat fresh, baik untuk dibakar ataupun digoreng. Lalapan dan sambal pedas turut menambah cita rasa. Kalau kembali lagi ke Lampung, kami sekeluarga akan mampir kemari lagi, karena sesuai selera.
Walau hanya beberapa hari, perjalanan ini sangat menyenangkan. Wisata dan kuliner yang terus menggoda, dan mengundang untuk kembali lagi kapan-kapan.
“I love to soar in the boundless sky. In the vast emptiness of the blue, my soul rejoices listening to the soundless music of the wind.” (Banani Ray)
josef:
Terima kasih untuk testimoni Randy. Senang dengan progress yang dialami. Perjalananmu masih panjang, banyak...
Randy:
15 years ago, your storytelling inspired me to join HR. Your trust to choose me as a future leader made me...
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Meski tiket d beli online tetep aja calo-calo lebih pintar memanfaatkan situasi apalagi orang yang baru pertamakali nyebrang, udah pasti abis d manfaatin
Terima kasih Ardana, kalau saja saudara2 kita mau belajar beli tiket online, kesempatan aksi para calo bisa berkurang. Salam