Posted on November 21st, 2014
“How we spend our days is, of course, how we spend our lives.” (Annie Dillard)
TIBA DI BANDARA SULTAN HASANUDIN, dan mencicipi nikmatnya makanan lokal di rumah makan dekat bandara, dengan bis kami bersama teman-teman menuju kawasan Ramang-ramang, yang ditempuh sekitar 45 menit. Dermaga Ramang-ramang siap dengan perahu motor kecil, mengawali perjalanan sungai berliku-liku. Lebar sungai cukup untuk dua perahu berpapasan.
Sepanjang perjalanan sungai, kami dihadapkan dengan berbagai keunikan batu-batuan seperti tampak di gambar berikut ini.
Sesekali, sungai tersebut seakan membelah batu, sulit membayangkan bagaimana proses awalnya karya alam tersebut.
Akhirnya kami tiba di Kampung Berua, Desa Ramang-ramang. Alam telah menciptakan Gunung Batu Karst sekeliling desa, seakan memberi perlindungan kepada mereka bila ada musuh mendekat. Dan ini ada dalam catatan sejarah tentang perlindungan dari tentara Belanda. Di sana sebetulnya ada gua persembunyian, yang harus dicapai dengan berjalan kaki selama sejam. Berikut adalah foto di Desa Berua dan desa sekitarnya.
Laut dan Pulau Sama Memikatnya
Selain alam pegunungan, bahari juga tidak kalah menariknya. Pulau Samalona, tidak terlalu jauh dari Pantai Losari, hanya ditempuh dengan perahu motor selama 30 menit. Pemandangan laut, pulau yang memikat, dan tentu saja kebersamaan yang membuat perjalanan ini menjadi sangat berkesan.
Kuliner Lokal
Adalah tidak sah kalau ke Makassar dan tidak menikmati kuliner lokal. Sejak pagi hari hingga tengah malam, ada saja makanan yang bisa dicicipi. Mendatangi tempat tersebut cukup berjalan kaki, atau kalau menggunakan kendaraan, juga tidak terlalu jauh. Walaupun tersedia berbagai makanan daging, tapi kami dan teman-teman lebih memilih makanan laut. Ada Ikan Tapi-tapi, Ikan Kaneke, Ikan Sunu, Ikan Kudu-kudu, dan lain-lain. Tentu saja dengan variasi masak dan bumbu yang beragam sesuai pilihan.
Semua di atas hanyalah sarana, hanya obyek untuk dinikmati. Tetapi yang paling penting adalah: rekreasi sejenak jauh dari tugas rutin, mengapresiasi keindahan alam Indonesia dan cita rasa Nusantara dalam makanan aneka ragam, dan tidak kalah pentingnya: terus memupuk persahabatan.
Banyak yang sudah ke Makassar, ada yang masih berencana untuk berlibur ke sana, saya tidak perlu menceritakan lebih detail lagi, agar yang mau berkunjung ke sana bisa menemukan sendiri sensasinya.
“We may run, walk, stumble, drive, or fly, but let us never lose sight of the reason for the journey or miss a chance to see a rainbow on the way.” (Gloria Gaither)
josef:
Terima kasih ka Sofia. Senang ada yang bisa dipetik, dibawa pulang. Salam
sofia:
Do you care about me (connection)? Can you help me (competency)? Can I trust you (character)? ini yang akan...
josef:
Terima kasih coach. Kita saling berbagi inspirasi. Di blog ini ada lebih dari 1000 tulisan. Yang baru...
Mariani ng:
Terima kasih atas tulisan ini, Pak Josef. Menginspirasi untuk selalu menjadi atap bagi keluarga dan orang...
josef:
Terima kasih untuk testimoni Randy. Senang dengan progress yang dialami. Perjalananmu masih panjang, banyak...
Pagi Pak Yosef, sangat menyenangkan perjalanan ini. Tentunya akan memberikan inspirasi dan lebih bisa bersyukur dengan melihat keindahan alam dengan berbagai keunikan yang mungkin tidak terduga sebelumnya.
Selamat menikmati indahnya alam pemandangan dan suasana yang sangat menyenangkan ini.
Salam dari kami-team HR R3
Terima kasih Tromol, Indonesia sungguh indah, dan bisa ditemukan di pojokan manapun di nusantara ini. Salam hangat saya untuk teman2 HR R3
wah keren banget ya Pak pemandangannya..
Iya Ratih, ini hanya satu dari sekian banyak pemandangan indah tanah air ini.