Bagaimana Kalau Hadir 100 yang Positif

Posted on March 3rd, 2015

“Drag your thoughts away from your troubles… by the ears, by the heels, or any other way you can manage it.” (Mark Twain)

DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI, kita sering melihat persoalan dalam kontras hitam dan putih. Memang di antaranya masih ada juga abu-abu. Dan mungkin ketiganya bisa hadir dalam waktu yang bersamaan.

Tapi mengapa mata kita sering lebih menangkap hitam dari pada putih, atau sebaliknya pikiran dan hati kita menangkap yang putih lebih menonjol dari hitam?? Apakah hadirnya abu-abu karena kita tidak ingin tegas-tegas hitam ataupun putih??

Kehadiran Mereka Mengalir Begitu Saja

Hari Jumat, 6 Pebruari, Elfi Prawitasari menghadirkan di lini masa akun Facebook-nya, sepenggal foto yang dia rangkai dari buku #KisahRp 10.000 yang Mengubah Hidupku. Di atasnya dia beri teks:

“Mengawali hari dengan bacaan penuh inspirasi by Josef Bataona.”

Atas izin Elfi halaman itu saya repost lagi via Instagram, Twitter dan lini masa akun Facebook saya pada 25 Maret 2015.

Dari berbagai komen yang hadir, ada yang menarik perhatian saya, komen dari Christina:

“Sangat sulit sekali ya pak….apalagi ketika di kantor bertemu dengan mantan atasan yang pernah konflik…hhhhhhhh… ambil nafasnya mesti dalemmmmm n lamaaaaaaa”

Sejenak terlintas di pikiran saya untuk memberikan komen pendek, dan memberikan tanggapan lebih panjang dalam bentuk artikel. Sekalian minta izin untuk memetik  komen tersebut di atas,  ketika membuat artikel ini. Terima kasih Christina.

Bagaimana Kalau…?

Dapat dimengerti kekhawatiran Christina di atas. Agak kagok bagaimana harus bersikap kalau memang terjadi. Pertanyaan yang bisa kita munculkan:

  1. Bagaimana kalau seharian tidak ketemu mantan atasannya?? Ini berarti kemungkinannya 50:50. Separoh kemungkinan ketemu, kita jabarkan lagi dengan pertanyaan berikut:
  2. Bagaimana kalau hari yang sama juga ketemu 100 orang yang mengajakmu tersenyum??

Pertanyaan ini menjadi penting karena, mantan atasan itu hanya satu dari sekian banyak orang yang ditemui setiap hari, bisa puluhan, bahkan bisa ratusan. Mengapa harus fokus hanya pada satu orang yang memberikan kecemasan dan membuat hari kita menjadi kelabu? Mengapa tidak pusatkan pikiran pada kemungkinan banyak orang lainnya yang bisa membuat hidup kita ceria berwarna-warni, walau hanya sekedar dampak dari sebuah senyum.

Gema Positif

Di masa kecil, kami sering main ke hutan di mana ada tebing terjal atau gua dekat kampung. Kami sering berteriak menyebut sesuatu untuk mendengar gema atau pantulan suara kita sendiri. Sering pula kita mengata-ngatai teman berkali-kali dan mengharapkan teman mendengar berkali-kali gema kata-kata negatif tersebut. Singkat kata, apa yang diteriakkan akan kembali sama.

Gua

Begitu juga dalam kisah di atas, apa yang kita pikirkan, ucapkan atau lakukan seakan menciptakan sebuah gelombang yang akan memantul kembali dalam warna yang sama. Jadi kalau itu adalah gelombang negatif, akan memantul kembali ke diri kita dalam bentuk gelombang negatif.

Sebaliknya, bila itu positif, maka kita akan menerima kembali gelombang positif, yang akan membantu seluruh diri kita menjadi lebih positif sepanjang hari. Ini kedengarannya sederhana, gampang, tapi seperti kata Christina, sulit dalam kenyataannya, karena response kita terhadap suatu kejadian, sering dalam hitungan sepersekian detik.

Karena itu, melatih diri untuk mencermati hal-hal positif yang akan kita pikirkan, ucapkan dan perbuat, ataupun hal-hal positif di sekitar kita, maka akan membuat kita terbiasa menangkap lebih dahulu setiap gejala positif, sebelum diri kita atau indra kita dipengaruhi oleh hal-hal negatif dari lingkungan sekitar kita.

Karena Itu Tanggapan Saya:

Adapun tanggapan saya atas komen Christina di Facebook adalah:

“Bagaimana kalau pagi-pagi sudah ketemu 100 orang yang ajak tersenyum??”

Pertanyaan demikian perlu dikedepankan sendiri berkali-kali, setiap ada kegalauan atau kekhawatiran yang muncul seperti yang dipertanyakan  Christina di atas.

Bagaimana kalau kesempatan positif yang muncul?? Bagaimana kalau muncul tangan-tangan yang bisa menawarkan bantuan?? Bagaimana kalau di sosmed ada postingan yang memberi inspirasi?? Dan masih banyak lagi pertanyaan: Bagaimana kalau…..? seandainya kita ingin memberi lebih banyak tempat positif pada pikiran dan indra lainnya.

Latihan kecil ini kiranya membiasakan kita untuk memasang kacamata positif demi melihat berbagai gejala sekitar kita, dan siap untuk memberikan response positif.

“Bombard your subconscious with a constant stream of positive thoughts, words, & pictures. Keep your goal in front of you at all times.” (Che Garman)

Bookmark and Share

6 Responses to Bagaimana Kalau Hadir 100 yang Positif

  1. Robert Affero says:

    Dengan berpikir positif sesuatu yang negatif bagi orang lain bisa menjadi positif bagi kita. Selama kita berfikir dan berbuat positif makan akan menghasilkan yang positif juga. Walaupun kenyataannya saya masih harus banyak belajar dan berlatih lagi pak josef. Terima kasih pak Sharenya yang sangat bermanfaat

    • josef josef says:

      Terima kasih Robert, kuncinya adalah belajar, kita tidak ada yang sempurna. Karena itu belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu

  2. Rolin says:

    Terima kasih Pak atas artikelnya,senantiasa menyegarkan komitmen kami untuk menjadi HR yang memberi dampak positive.
    Bila sekali waktu gagal,tidak boleh menyerah untuk bangkit kembali memberi dampak positive.
    Salam

  3. Taufik says:

    Luar biasa.. berpikir positif memberikan energi yang sangat besar terutama saat memasuki lingkungan baru yang menuntut kita untuk selalu memberikan yang terbaik. Terima kasih pak atas sharenya.

    • josef josef says:

      Terima kasih Taufik untuk waktunya mengunjungi blog dan menyimak kisah ini. Masih banyak lagi kisah yang hadir di blog ini, dan akan hadir artikel baru setiap Selasa dan Jumat pagi jam 08:00. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Roy, pasti ada waktunya untuk masing-masing kita, sesuai kebutuhan. Salam sukses

roy:
Senang sekali bila malam itu saya bisa ikut bergabung, berbagi cerita, dan bersilaturahmi dengan pak Jos dan...

josef:
Terima kasih Denitri, pa Pungki sudah mulai membangun dialog untuk menemukan jalan agar CHRP bisa mendapat...

josef:
Selalu sehat dan jangan lupa olahraga rutin, serta ajak teman2 lainnya untuk ikut bersama2. Terima kasih Ratih

josef:
Terima kasih Ratih, kontribusi nyata bisa diberikan ditempat kerja, membuat diri kompeten karena terus...


Recent Post

  • Loyalitas Timbal Balik
  • Self Discovery melalui Coaching
  • Profesi MSDM Berkualitas
  • Fokus Untuk Masa Depan
  • Komitmen Hidup Sehat
  • Leading with Love
  • Paduan Gotong Royong dan Growth Mindset
  • Train the Brain for Growth Mindset
  • Ketertarikan dan Tulus Mendengarkan
  • Paguyuban dan Gotong Royong