Di Balik Alasan untuk Pindah Kerja

Posted on February 28th, 2014

“Asking the right questions takes as much skill as giving the right answers.” (Robert Half)

MEREKA YANG TERLIBAT dalam proses penerimaan karyawan baru akan ingat sekali berbagai alasan yang ditulis oleh calon karyawan mengapa mereka pindah pekerjaan. Dan setiap kali pindah alasannya juga bermacam-macam. Tinggal kejelian interviewer untuk menyaring ketulusan di balik alasan tersebut. Panduan untuk interviewer selalu: “Bagaimana mengajukan Pertanyaan yang jitu?

Jarang Menyebutkan Uang

Kalau kita cermati dengan benar, jarang sekali calon secara explisit menyebutkan kalau yang dia cari adalah uang atau gaji yang lebih tinggi. Namun di balik kata-kata yang menekankan sesuatu yang lebih baik, atau kesempatan yang lebih menantang, boleh jadi tersirat niat untuk konsekuensi logis untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Secara umum ada 2 (dua) sebab Utama karyawan pindah kerja:

  1. Pushing factor: Ini merupakan faktor dari dalam yang mendorong karyawan untuk mulai berpikir apakah ini merupakan tempat kerja yang sesuai atau saatnya untuk menghubungi head hunter untuk mengejar kesempatan baru.
  2. Pulling factor: Faktor ini sifatnya eksternal, daya tarik dari luar, entah berupa berbagai tawaran dari perusahaan lain, cerita teman ataupun pendekatan head hunter.

photo source Google Image

Lingkungan Internal

Ungkapan yang paling sering didengar adalah bahwa “karyawan meninggalkan perusahaan karena atasan.” Dan banyak faktor yang berkaitan dengan atasan, di antaranya:

  • Dalam berinteraksi, karyawan sering mencari role-model. Model idaman yang terekam dalam benak mereka banyak dipengaruhi oleh pengalaman yang mereka dapatkan dari perjalanan sebelumnya, baik itu orang tua, guru, atau idola yang direkam dari masyarakat umum.
  • Lingkungan kerja yang tercipta adalah berkat sentuhan tangan atasan, baik itu positif maupun negatif. Begitu karyawan menilai bahwa lingkungan kerja yang ada tidak akan kondusif untuk dia tumbuh, apalagi lingkungan yang tidak sesuai dengan Value pribadi atau Value Perusahaan yang sering didengungkan, maka kemungkinan besar karyawan ini akan pergi.
  • Salah satu daya tarik sebuah perusahaan adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Atasan punya peran penting dalam memberikan kesempatan ini. Sering ditemukan alasan karyawan pindah hanya karena mereka menilai bahwa tidak banyak lagi kesempatan untuk belajar dan berkembang.
  • Atasan sebagai individu dengan gaya kepemimpinannya bisa juga menjadi alasan ketidak sesuaian, sehingga karyawan minta keluar.

Tidak Ada yang Dipelajari Lagi??

Menarik sekali mengangkat sebuah wawancara dengan calon karyawan yang mengaku ingin pindah karena tidak ada lagi yang bisa dipelajari di perusahaan sekarang ini. Dalam pendalaman lebih jauh terungkap beberapa hal, yang kiranya bisa menjadi bahan refleksi karyawan dan kita semua:

  • Seorang karyawan (terutama middle level ke atas) diterima dalam perusahaan, karena ekspertisenya. Karena itu diharapkan dia akan banyak berkontribusi. Secara sederhana, bila dia memberikan kontribusi secara tulus dan mengimplementasikan sesuatu, maka akan terjadi proses pembelajaran ganda. Ada faktor manusia dan lingkungan baru yang punya warna beragam. Ini saja sudah memperkaya pembelajarannya.
  • Ketika di-challenge tentang proses penyesuaian diri dengan lingkungan yang bisa menjadi penyebab dia berpikir untuk keluar, kata-kata yang muncul adalah, “Saya berusaha untuk lebih baik, tapi saya ingin tetap menjadi diri sendiri.” Yang terjadi adalah dia masuk dalam lingkungan baru dan kurang pandai mengikuti gaya dan irama dengan pimpinan di sana. Wajar bahwa dia seharusnya mempelajari budaya dan lingkungan baru dan mencoba menyesuaikan diri. Hal ini perlu dilakukan untuk memberi kesempatan berkarya dan belajar hal-hal baru.

Apakah akan habis apa yang dipelajari orang baru ini?? Bisa saja jawabannya adalah YA, kalau yang bersangkutan menutup diri untuk belajar (terucap: ingin tetap jadi diri sendiri), atau dia mau belajar tapi yang lain menutup diri karena dia kurang bisa membawa diri di tempat yang baru.

Apakah Solusinya Selalu Harus Keluar??

Dalam situasi seperti di atas, peran kepala bagian adalah kunci. Paling Utama adalah: Kejelasan tujuan dan Value yang terus dikedepankan atasan melalui dialog terbuka dengan karyawan. Karyawan juga akan sangat menghargai atasan yang bisa membagi informasi penting tentang perusahaan, karena ini bisa memberikan signal bahwa mereka dipercayai oleh atasan. Dan juga tidak kalah pentingnya adalah kesempatan belajar dan berkembang, bukan saja melalui training di kelas, tapi juga berbagai proyek, penugasan atau sekedar umpan balik tentang apa yang dikerjakan karyawan tersebut.

Kalau atasan sudah menjalankan fungsinya sebagai leader yang baik, namun karyawan tersebut tidak bisa menangkap kesempatan yang diberikan, maka karyawan itu akan mencari jalan untuk keluar. Dan untuk bisa mengedepankan CV yang tampak lebih professional, maka karyawan itu akan lebih mengetengahkan harapan ke depan: “kesempatan lebih menantang,” tanpa harus menyalahkan pihak lain dalam perjalanan yang sudah dilalui. Tinggal kejelian sang interviewer untuk menggali dan menemukan kebenaran dan ketulusan di balik semua argumentasi calon karyawan, melalui pertanyaan yang jitu.

“What people think of as the moment of discovery is really the discovery of the question.” (Jonas Salk)

Bookmark and Share

10 Responses to Di Balik Alasan untuk Pindah Kerja

  1. Adrian says:

    Tulisan yang sangat bagus Bapak Josef =)

  2. fristin sihombing says:

    Salam kenal pak Josef,
    Terima kasih u/ tulisannya terkait pembahasan di atas saya mau bertanya jika bapak tidak keberatan.
    pertanyaannya adalah bagaimana sikap seorang karyawan jika di awal perekrutan dijanjikan sesuatu tetapi setelah berjalannya waktu janji tsb tidak di realisasikan sama sekali bahkan di ketahui bahwa organisasi perusahaan tidak stabil, apakah tetap bertahan atau resign?
    Etiskah karyawan tsb memberitahukan kpd interviewer kondisi ini pada saat sesi interview sbg alasan ybs resign?
    Menurut pendapat bapak bagaimana saya menilai kasus ini?
    Terima kasih Pak.
    salam,
    Fristin Sihombing

    • josef josef says:

      Terima kasih Fristin untuk kunjungan ke blog ini dan tanggannya atas artikel ini. Ceritamu yang lebih lengkap hanya anda yang tahu. Yang kami baca hanya: ada janji managemen yang tidak ditepati. Fakta lain: Perusahaan tidak stabil, yang entah apa artinya.
      Tapi kalau secara Etika business yang bersangkutan merasa diperlakukan secara tidak adil, maka berbicara terus terang saat interview dapat diterima. Asalkan ini bukan merupakan asumsi pribadi. Jadi kejujuran Calon karyawan juga dituntut disini.

  3. muhammad sudarman says:

    Salam Pak Josef,

    saat ini sy bekerja di perusahaan minyak asal perancis di balikpapan. Hampir 10 tahun.

    Yang ingin saya tanyakan ada, sy ingin resign dan bekerja diperusahaan oil service juga. Alasan sy adl. kesempatan saya untuk belajar dan berkembang, yang menjadi pikiran saya adl. tempat kerja baru tersbut berada di JKT dan keluarga di Balikpapan (harus meninggalkan 2 anak yg masih berumur 4thn dan 6bln).

    mohon penjelasannya pak

    • josef josef says:

      Terima kasih Darman. Paling utama yang dijawab secara jujur: Apa yang diinginkan. What do you want ? Dan mengapa itu penting bagimu. Jawaban pertanyaan itu akan membuka pikiran tentang apa tantangan, bagaimana menyikapi berbagai tantangan itu, termasuk urusan keluarga. Semua itu hanya Darman yang bisa menjawabinya. Jangan lupa diskusikan bersama istri dan keluarga lainnya.

  4. abdillah says:

    salam kenal pak yosef..
    saya seorang guru WB di SD, begini pak, kondisi SD sy sekarang ini sangat kecil muridny pun cuma 55 siswa bagaimana seharusnya sikap ketika saya berkeinginan untuk pindah..
    apa yang harus saya katakan ke pak kepala sekolah bila saya ingin pindah ke sekolah lain yg muridny lebih besar.

  5. abu says:

    Pak, saya mau saran,
    saya saat ini bekerja 10thn, namun saya merasa tdk ada peluang karir & pekerjaan krg menantang, maklum krn saya bag. suppoting disini.
    Nah saat ini saya diajak gabung sama teman alumni saya di perusahaanya dengan gaji 15% lbh tinggi, lbh deket rumah, tapi status kontrak & fasilitas lain yg selama ini saya dapat ( asuransi – bonus) ditempat baru blm ada krn baru 2 thn perusahaan berdiri. Tapi keahlian saya termanfatkan & teraktualisasi.
    bagaimana pak saya menyikapi ini,..

    • josef josef says:

      Terima kasih Abu, untuk menyimak kisah ini sambil mengajukan pertanyaan. Dan pertanyaan yang paling pokok yang harus dijawabi Abu adalah: Apa yang anda cari ?? Uang, atau karier, atau financial security jangka panjang ? Atau penghargaan kerja untuk mendapatkan kepuasan kerja ? Jawaban atas pertanyaan itu akan membantu menentukan pilihanmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET