Peluang Menuju Puncak Karier

Posted on May 27th, 2022

“Nothing speaks like results. If you want to build the kind of credibility that connects with people, then deliver results before you deliver a message. Get out and do what you advise others to do. Communicate from experience.” (John C. Maxwell)

PELUANG YANG SAMA dimiliki oleh semua orang untuk sukses. Dan peluang yang sama pula dimiliki oleh setiap orang untuk menuju puncak karier. Namun satu hal yang sering kita lupakan, posisi paling puncak hanya ada satu dan beberapa lagi di level berikutnya. Tapi kalau kita bicara tentang peluang, apakah hanya ada di satu organisasi? Ini berarti cukup banyak orang yang sedang mengincar kesempatan tersebut. Diantara mereka boleh jadi ada yang berpikir untuk menciptakan posisi puncak itu dengan membangun bisnis sendiri. Langkah seperti itu tentu tidak tertutup.

 

CLUB untuk Belajar Bersama

Malam itu saya hadir dalam peluncuran The Next CEO Club, yang diprakarsai oleh Mahasiswa/i MBA Universitas Katolik Atma Jaya dalam mempersiapkan diri mereka menjadi Business Leaders masa depan. Topik yang mereka pilihkan:

Advancing Your Capacity to Master Leadership Skills In The Next Normal 

Langkah ini patut diacungkan jempol, karena mereka kemudian berusaha belajar dari para CEO, Direktur, Business Leaders, Entrepreneurs yang sukses. Mereka mencoba menyerap kisah sukses mereka yang inspiratif, sebagai bagian dari pelajaran penting yang tidak akan mereka dapatkan dalam mata kuliah di kelas. Dan mereka juga sadar sepenuhnya, bahwa di luar sana, banyak orang-orang sukses yang bersedia untuk membagi pengetahuan dan pengalaman mereka kepada yang ingin membuka diri untuk belajar.

 

Ekstrovert dan Toxic

Ada dua pertanyaan menarik yang muncul malam itu:

Pertanyaan pertama: Salah satu stereotipe paling umum tentang kepemimpinan, menurut penanya, adalah bahwa pemimpin sukses biasanya memiliki sifat ekstrovert, sedangkan introvert dipandang sebagai pemimpin yang lebih lemah. bagaimana menurut pandangan Pak Joseph? apakah memang benar ada korelasinya?
Jawab: Pertama-tama saya ingin menyampaikan bahwa saya sendiri introvert. Dan saya berkeyakinan bahwa dalam pentas manapun saya berada, kinerja merupakan alat ukur utama. Dan ternyata saya bisa sukses sampai ke posisi yang diinginkan banyak orang. Bila ada rekan kerja lain ternyata banyak bicara, pandai mencari muka, tapi tidak bisa memperlihatkan hasil, maka cepat atau lambat akan ketahuan. Sebaliknya, bila anda berada pada posisi sebagai leader, hendaknya jeli untuk mencermati mana yang bekerja dengan hasil dan mana yang tidak. Dengan demikian, sebagai leader kita bisa memberikan imbalan yang adil.

Pertanyaan kedua: Bagaimana caranya kita menghadapi lingkungan yang memberikan energi negatif atau toxic pak? Perlukah kita hiraukan atau abaikan saja namun itu satu tim atau departemen yang berkaitan dengan pekerjaan kita?

Jawab: Berikut ini slide ucapan orang bijak yang perlu dicermati.

Saya punya kebiasaan untuk membagi tiga inspirational quotes di sosmed sekitar jam 06:00 karena saya ingin mengajak follower sosmedku untuk membangun minset positif bahkan sebelum mereka mulai bekerja. Di tempat kerja, bersama timku, kami merancang berbagai inisiatif untuk menciptakan energy positif setiap hari. Termasuk didalamnya adalah implementasi “Choose Your Attitude” salah satu dari 4 fish fun philosophy. Setiap hari sebelum berangkat Kerja, masing-masing kami berdiam sejenak di rumah dan memikirkan serta memutuskan perilaku positif apa yang akan dibawa ke tempat kerja. Bayangkan kalau masing-masing kami membawa mindset positif, maka di seputar tempat kerja kami, yang hadir adalah energy positif.

Yang kami lakukan bersama team adalah memperbanyak energy positif sekitar kami, sehingga mudah-mudahan kalau ada yang negatif, bisa berubah secara perlahan menjadi positif.

 

Perempuan Pemimpin

Wacana apa saja perlu disertai langkah nyata. Wacana tentang kesetaraan gender perlu diterjemahkan dalam praktek sehari-hari. Kesempatan sama untuk semua menduduki posisi puncak, perlu diterima seluruh unsur dalam ecosystem dan disertai langkah untuk mewujudkannya. Namun tidak hanya organisasi yang mengambil langkah, individu juga proaktif meraih berbagai kesempatan da menuju puncak karier.

Seorang peserta bertanya, ada stigma bahwa wanita tidak memiliki kodrat seorang pemimpin, tapi menciptakan seorang pemimpin. apakah bapak setuju dengan stigma tersebut.

Menjawabi pernyataan itu, saya menyampaikan pengalaman sejak awal 2000an, kami mencoba memotret perjalanan karyawati di perusahaan kami untuk memahami, apa yang perlu dilakukan untuk membuka peluang mereka bisa meraih sukses menuju puncak karier mereka. Berikut adalah yang kami temukan: Banyak yang melaju cepat di awal karier, namun tersendat atau melambat menjelang puncak, karena prioritas keluarga lebih mengedepan. Untuk itu Langkah yang kami lakukan:

  1. Mulai menyediakan fasilitas untuk Working From Home. Waktu itu teknologi masih terbatas pada penggunaan flash disk untuk akses internet dari rumah. Dan flash disk itu harus dikembalikan keesokan harinya untuk digunakan teman lain yang mendapat giliran bekerja dari rumah. Kami sudah mulai 20 tahun lalu.
  2. Menyediakan fasilitas Nursery Room untuk ibu2 yang menyusui
  3. Menyediakan fasilitas Day Care gratis dua minggu sebelum dan dua minggu sesudah lebaran, karena para ART sedang mudik lebaran.
  4. Memberikan pendampingan (career coaching) untuk membicarakan berbagai penugasan atau pengerjaan proyek.

Dengan Langkah-langkah tersebut, setidaknya dari perusahaan sudah bisa memberikan signal tentang kepedulian kita pada para perempuan yang ingin melangkah menuju ke puncak.

Namun langkah tersebut tidak akan cukup. Pihak karyawatipun perlu secara proaktif mempersiapkan diri, termasuk di dalamnya membicarakan sejak dini dengan suami atau keluarganya mengenai berbagai peluang yang ada, sehingga urusan keluarga dan pekerjaan bukan merupakan dua hal yang patut dipertentangkan, tapi bisa hidup berdampingan.

The Next CEO Club baru lahir. Mereka ingin menghadirkan orang-orang yang dengan tulus mau berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka, termasuk untuk menghadapi perubahan yang berjalan begitu cepat. Semoga adik2 yang bergabung dalam Club ini mengggunakan kesempatan bagus ini untuk meraih sukses.

“I challenge you to make your life a masterpiece. I challenge you to join the ranks of those people who live what they teach, who walk their talk.” (Tony Robbins)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih ka Sofia. Senang ada yang bisa dipetik, dibawa pulang. Salam

sofia:
Do you care about me (connection)? Can you help me (competency)? Can I trust you (character)? ini yang akan...

josef:
Terima kasih coach. Kita saling berbagi inspirasi. Di blog ini ada lebih dari 1000 tulisan. Yang baru...

Mariani ng:
Terima kasih atas tulisan ini, Pak Josef. Menginspirasi untuk selalu menjadi atap bagi keluarga dan orang...

josef:
Terima kasih untuk testimoni Randy. Senang dengan progress yang dialami. Perjalananmu masih panjang, banyak...


Recent Post

  • Coaching Conversation dan Human Transformation
  • Memberi Ruang Menumbuhkan Masa Depan
  • Winning at Home: Sumber Energi yang Sering Kita Lupakan
  • Legacy Yang Melampaui Waktu
  • Legacy Yang Melampaui Waktu
  • Melangkah Bersama
  • Menjadi Cermin Kepemimpinan
  • RUANG Belajar dan Bertumbuh (Blog Seribu Tulisan)
  • Blog Seribu Tulisan – KATA Yang Mengubah Hidup
  • Blog Seribu Tulisan: Pesan Konsistensi