Posted on April 7th, 2017
“The greatest danger in times of turbulence is not the turbulence, it is to act with yesterday’s logic.” (Peter F. Drucker)
MENGAKSES TALENT di pasar tenaga kerja merupakan salah satu opsi. Dan tentu saja merupakan pilihan dalam situasi di mana proses development internal tidak bisa mengejar laju pertumbuhan perusahaan, atau karena situasi lain di mana beberapa dari talent yang sudah di-develop akhirnya memilih jalannya sendiri, pindah ke lain hati. Dalam situasi di mana masih saja tersedia talent yang bisa di-recruit dari luar, mengapa masih ada kecemasan yang muncul di dalam perusahaan?
Beda Point of View
Pendiri dan CEO WorkItDaily.com, J.T. O’Donnell sengaja melontarkan dua pertanyaan menggelitik:
Bersamaan dengan pertanyaan itu, dia membuat skenario dengan beda sudut pandang:
Perubahan Cepat
Dalam era di mana perubahan berjalan demikian cepat, langkah cepat juga diperlukan untuk bukan saja memenuhi kebutuhan yang ada sekarang, tapi juga mengantisipasi apa yang bakal terjadi dalam waktu yang mendatang. Pengembangan berkelanjutan untuk karyawan yang ada sekarang dituntut demi masa depan perusahaan, bukan sekedar mengatasi kesenjangan saat ini.
Bila ada karyawan yang sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda penurunan dalam kinerjanya, maka langkah penyelamatan awal perlu dilakukan. Atasan perlu meluangkan waktu untuk membicarakan hal ini dengan karyawan sedini mungkin. Mungkin kita perlu belajar sabar seperti kawan yang sedang mancing ini, karena untuk pengembangan manusia, selain perlu meluangkan waktu, tapi juga kesabaran.

Tips menanggapi skenario di atas
Kembali ke kedua skenario tersebut di atas, J.T. O’Donnell tidak saja melemparkan pertanyaan tapi juga menawarkan tips bagi kedua belah pihak:
Pelajaran bagi Karyawan:
Kinerjamu adalah tanggung-jawabmu. Jadualkan pertemuan berkala dengan atasanmu untuk mendiskusikan bagaimana Anda bisa terus memberikan nilai tambah setara dengan gaji yang sudah diterima. Dalam hal ini, atasanmu adalah pelangganmu, karena itu Anda harus secara berkala mencari tahu tingkat kepuasannya. Di saat Anda merasakan ketidak-puasannya (misalnya melalui kata-kata yang digunakan), saatnya Anda menjadualkan pertemuan untuk mendiskusikannya agar semuanya kembali normal.
Pelajaran bagi Manager:
Jangan membiarkan karyawan dengan kinerja cenderung menurun terus dalam zona nyaman. Diskusi tatap muka dengan karyawan tersebut segera dilakukan bila karyawan tersebut mulai kewalahan. Pembiaran akan memberikan signal kurang positif bagi karyawan lain yang berprestasi. Yang terpenting adalah karyawan juga merasakan bahwa ada langkah positif yang diambil oleh atasan untuk memperbaiki dia.
Maka dengan demikian, bila suatu saat langkah tersebut tidak berhasil dan dia diminta untuk memilih karier di luar, maka bisa terhindar kemungkinan salah paham bahwa dia dikeluarkan karena ada orang baru yang menggantikannya. Juga yang terpenting, tidak akan ada kejutan baginya dan jalan keluarnya pun kemungkinan akan mulus.
“This is not just a question of changing skillset. It is a changing mindset.” (Julie Dodd)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...