Tanggung Jawab Kebahagiaan di Tanganmu

Posted on January 23rd, 2015

“People are just as happy as they make up their minds to be.” (Abraham Lincoln)

TENGAH TAHUN LALU, seorang kawan bertutur tentang apa yang dialami di tempat kerjanya. Pergi ke tempat kerja terasa seperti beban berat, kerja merasa terpaksa, kurang bergairah.

Tanyaku kepadanya, “Apa yang kamu cari??”

Jawabannya panjang demi penjelasan sekaligus pembelaan, dan belakangan aku ketahui dia sudah pindah kerja, katanya lebih happy. Dalai Lama mengingatkan kita:

“Happiness is not something ready made. It comes from your own actions.” (Dalai Lama)

Di kesempatan lain ada sahabat yang konsultasi. Tempat kerja yang semula dia harapkan sebagai pelabuhan akhir karena sesuai dengan profesi dan mimpi dia. Dalam perjalanannya, didapatkan beban yang bertubi-tubi dengan berbagai rangkap kerja (ngirit dengan tenaga sedikit), belum lagi disalahin melulu, walau itu kesalahan atasan. Hubungan kerja bisa membuat stress.

Pertanyaanku padanya, “Apa yang masih membuatmu bertahan di tempat ini??”

Penjelasannya ada dan panjang. Tapi beberapa waktu kemudian dia memberi update: “Aku sudah pindah kerja.” Kali ini dengan nada suara yang lebih girang.

Ada lagi teman yang bertanya apa yang harus saya lakukan kalau sudah masuk zona nyaman (comfort zone). Harus keluar dari perusahaan atau pindah bagian??

Jawabanku juga pendek: “What do you want?” Renungkan dan temukan jawabannya… dan semoga dia menemukan jawaban itu.

Bahagia dan Proaktif

Saat kita melangkah ke rumah tangga baru, pesan orang tua agar kita saling membahagiakan, suami belajar dan berusaha membahagiakan istri dan sebaliknya. Di sana ada kata kerja yang memperlihatkan ada tindakan, ada usaha. Tapi semua itu datangnya dari luar. Pada akhirnya pikiran dan hati ini yang akan menentukan apakah semua usaha itu memang sungguh membahagiakan atau tidak.

Saat kita mulai memasuki dunia kerja, kita ingin bahagia, menikmati pekerjaan dan rekan kerja, merasakan kepuasan dalam interaksi bersama di tempat kerja. Lagi-lagi semuanya itu datangnya dari luar. Hati dan pikiran akan memberikan response, apakah seseorang bahagia atau tidak.

Namun demikian perlu pula digaris-bawahi bahwa kebahagiaan itu bukan reaktif sifatnya, menunggu sesuatu dan kita memberikan response. Kebahagiaan adalah buah dari langkah proaktif.

Misalnya: Luangkan waktu bersama istri dan anak di akhir pekan adalah pilihan saya untuk menyediakan porsi waktu cukup bagi kebersamaan keluarga. Dan dalam konteks saling membahagiakan dalam contoh ini adalah kontribusi pemikiran kita masing-masing untuk bagaimana mengisi waktu akhir pekan tersebut.

Tantangan Hidup dan Suara Hati

Hidup ini tidak selamanya mulus. Tapi juga tidak semudah kita menyusun proses kerja. Tapi penanggung-jawabnya tetap satu dan sama: ANDA sendiri. Persisnya Anda yang bertanggung jawab untuk menentukan Anda bahagia atau tidak bahagia, bukan orang lain.

Ketidak-bahagiaan itu seumpama tanaman rumput ilalang di tengah sawah. Kita bisa mencabutnya untuk memberi kesempatan tanaman padi tumbuh subur, atau memberi pupuk untuk rumput ilalang tumbuh berkembang sehingga mengerdilkan atau membunuh padi.

Beberapa contoh sederhana di bawah ini merupakan tumbuhan liar yang kalau dipupuk, akan merusak kebahagiaan diri sendiri:

  • Senang meluangkan waktu bersama orang-orang yang berkarakter negatif, yang membuat kita merasa senasib dalam ketidak-bahagiaan.
  • Terbenam dalam kegagalan masa lalu sebagai pembenaran untuk tidak percaya kalau kita bisa bangkit lagi.
  • Terlalu memikirkan apa yang tidak dipunyai, sampai lupa akan apa yang sudah diraih.
  • Nggak enak, apa nanti kata orang, perilaku yang lebih mementingkan pandangan orang lain dari pada pendirian sendiri.
  • Dialog dengan diri sendiri, sering mengedepankan hal-hal yang tidak membahagiakan, padahal banyak contoh kehidupan yang membahagiakan juga dipunyai untuk layak diangkat ke permukaan.
  • Daftar ini dapat Anda perpanjang lagi…

Daftar ini pun bukan dimaksud untuk mengatakan bahwa kalau kita berhadapan dengan problem, tidak aka nada kebahagiaan, seperti kata bijak ini:

“Happiness is not the absence of problems, but the ability to deal with them.” (H. Jackson Brown, Jr.)

Akhir kata, bila ada seorang yang sangat menentukan kebahagiaanmu, itu adalah ANDA sendiri. Mulailah dari dalam diri sendiri, dari pikiran dan hatimu, dan mulai saat ini juga.

“Happiness is not something you postpone for the future; it is something you design for the present.” (Jim Rohn)

NB: Nantikan Kehadiran Buku Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku di TB Gramedia seluruh Indonesia.

Buku Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku by josefbataona

Bookmark and Share

12 Responses to Tanggung Jawab Kebahagiaan di Tanganmu

  1. Robert Affero says:

    Membaca Artikel ini semakin membuat langkah saya menjadi ringan dan penuh semangat menghadapi aktivitas pekerjaan pak , Dan untuk mendapatkan kebahagian saya harus melakukan proses secara berkesinambungan dimana di setiap prosesnya harus harus dimulai dengan rasa tanggung jawab. Rasa Tanggung Jawablah yang membuat saya selalu termotivasi untuk mencapai kebahagiaan dan selalu siap dalam segala cobaan atau rintangan yang akan timbul selama proses pencapaian kebahagiaan. Terima kasih pak josef setiap saya baca artikel bapak semakin tumbuh rasa motivasi dan semakin mengerti tujuan hidup yang Sebenarnya.

    • josef josef says:

      Terima kasih Robert. Rasa tanggung jawab penting untuk memberikan motivasi, karena itu datangnya dari dalam. Juga rasa tanggung jawab untuk membuat diri bahagia. Selamat jelang akhir pekan

  2. Karls says:

    Satu artikel yang benar2 membuat saya memandang kehidupan dan karir secara berbeda. Saya setuju sekali bahwa kita harus proaktif untuk menjadi bahagia. Saya pernah membaca tulisan: Kala membangun sebuah dinding apabila ada satu bata yang retak, janganlah terus terkonsentrasi terhadap bata tersebut. Akan tetapi lihatlah dinding yang telah berdiri secara keseluruhan. Maka kita baru bisa melihat kekokohan dan keindahan dari dinding tersebut.
    Terima kasih Pak Josef yang telah memberikan tulisan ini. Saya akan selalu berusaha melihat dan merasakan apa sebenarnya yang telah kita dapat dan mengesampingkan hal2 yang membuat kita tidak bahagia.

    • josef josef says:

      Terima kasih Karl, telah meluangkan waktu mengunjungi blog dan menyimak tulisan ini. Gembira melihat responsemu serta langkah yang infin diambil. Semoga langkah mengapresiasi yang sdh kita raih, akan memberikan confidence menghadpi berbagai challenges dengan lebih tenang. Kebahagiaan adalah buah dari semua itu.

  3. Rachmawati weningasih says:

    Sangat menginspirasi..dimana saat ini kita dihadapkan dgn kondisi perusahaan tmpt bekerja yg sdg menurun…otimatis berdampak pd kita sbg karyawan..namun di setiap kesusahan pasti ada sisi positifnya yg bisa kita jadikan kebahagiian ..

    • josef josef says:

      Terima kasih Rachmawati, dalam siatuasi apa saja, kita yang memegang kendali tentang bagaimana seharusnya kita menanggapi situasi itu. Dan sesulit apapun itu, selalu ada sisi positif yang bisa disyukuri, sumber kebahagiaan.

  4. “Happiness is not something ready made. It comes from your own actions.” (Dalai Lama)

    Sangat menyentuh, semoga wawasan ini dapat merubah kehidupan saya menjadi lebiah baik.

    Terima kasih banyak mr. Josef

    • josef josef says:

      Terima kasih Devianto, setiap hari kesempatan tersedia untuk kita pilih demi menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga kita jeli meraih kesempatan itu. Salam

  5. sukardi zaki says:

    Bahagia dan sukses sebenarnya adalah ketika kaki kanan kita sudah melangkah masuk melewati pintu syurga. Penasaran dengan Buku “Kisah 10.000 yang mengubah hidupku”. Mudah-mudahan juga bisa mengubah hidupku juga. salam

    • josef josef says:

      Terima kasih Zaki, setiap moment yang kita lalui, ikut kontribusi pada bahagia dan sukses tersebut. Terima kasih untuk siap menyimak buku “Kisah Rp 10.000 yang mengubah hidupku”

  6. Erlina says:

    Setuju…Kebahagiaan itu berasal dar dalam keluar dan bukan sebaliknya ya Pak… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET