Tegas Tapi Berhati Lembut

Posted on September 16th, 2014

“In matters of style, swim with the current; in matters of principle, stand like a rock.” (Thomas Jefferson)

SENYUM CERIA di pagi hari! Itu yang saya yakini, akan memberi warna perilaku kita sepanjang hari. Dan saya pun sangat bergairah ketika dalam kunjungan kerja, kami disambut dengan keceriaan, ekspresi kebahagiaan alami seperti nampak pada foto berikut ini.

Pak Steven dan Pak Tito by josefbataona

Terima kasih Pak Steven dan Pak Tito dan seluruh tim yang telah meluangkan waktu untuk kunjungan kami baru-baru ini.

Sebuah Kontras di Luar

Menyimak berita di media akhir-akhir ini, kita disajikan contoh berbagai perilaku pimpinan yang asyik disimak.  Tetapi kita juga perlu berhati-hati, jangan pernah berasumsi, karena informasi yang terbatas di berita itu bisa membuat kita mengambil kesimpulan yang tidak tepat.

Sebut saja, seorang Pimpinan yang sangat berapi-api, penuh emosi dalam berbicara yang bisa membakar kuping orang lain yang mendengarkan terutama dalam menyampaikan pandangan yang berbeda. Esensi pembicaraannya bisa diterima sebagian orang, tapi cara bicara dan pendekatannya masih dalam tanda tanya.

Lao Tzu mengingatkan:

“Do not attempt to conquer the world with force, for force only causes resistance.”

Atau dalam keseharian kita, ditemukan pimpinan yang lebih mementingkan power-nya dalam menyuruh orang bekerja. Yang disuruh pun tentu akan patuh dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan uraian pekerjaannya. Namun untuk jangka panjang, hubungan tersebut dibangun atas dasar formalitas hubungan antara pimpinan pemberi instruksi dan bawahan pelaksana, tanpa jiwa, tanpa sentuhan kemanusiaan.

“The best example of leadership, is leadership by example.” (Jerry McClain)

Sering kita tidak menyadari, bahwa perilaku pimpinan akan di-copy oleh timnya yang juga memimpin bawahannya lagi. Karena itu berikanlah tim kita contoh yang positif untuk dipelajari.

Perusahaan Sebagai Sawah Ladang Kita

Analogi Sawah Ladang sudah lama tidak terdengar. Ketika salah seorang Production Manager menjelaskan bagaimana dia memberikan pemahaman kepada karyawan tentang berbagai hal berkaitan dengan tugas, dia terus menggunakan analogi ini. Ternyata lebih mudah dicerna.

Mereka bisa menerima bahwa yang akan mengurusi sawah ladang adalah kita sendiri, karena kita yang memilikinya. Sebut saja sebuah contoh bagaimana dia mengajak karyawannya membuat lingkungan kerja bersih dan merawatnya melalui Program 5S. Dan siang itu, kedatangan kami juga tidak diinformasikan kepada karyawan di lapangan. Alasan management sederhana:

“Kami ingin membuat mereka peduli kepada kebersihan bukan karena ada tamu, tapi sebagai bagian dari standar nilai mereka setiap hari.”

Program 5S

Hati Lembut di Balik Sikap Tegas

Kontras dengan kisah pemimpin di awal tulisan ini, hari itu saya berkesempatan untuk bertemu seorang Production Manager, namanya: Ibu Beti. Dia harus mencari strategi untuk dekat dengan karyawannya, dan mengajak mereka untuk melangkah bersama. Dia juga menyadari bahwa ada karyawan yang kurang bermotivasi, atau yang perlu dipacu untuk lebih berprestasi.

Mereka mengenal dia sebagai orang yang tegas dalam mengambil keputusan. Ini gaya kepemimpinan yang dipercayai banyak orang, sangat sesuai dengan situasi di lapangan. Namun Bu Beti juga percaya, bahwa dia harus membangun hubungan baik dengan timnya, atas dasar saling menghargai dan saling peduli satu sama lain.

Quote berikut ini, yang saya posting Senin 8 September lalu seakan memberikan saya acuan tentang apa yang saya alami empat hari kemudian:

“Relationships work when we Learn from each other, Respect each other, Care for each other, Appreciate each other.” (LollyDaskal)

Dan ketegasan sikapnya yang diimbangi dengan kelembutan hati ketika menyentuh hati karyawannya, sudah memberikan buah nyata. Produktivitas kerja karyawannya bisa meningkat hingga 25% – 30%. Mungkin saja ini belum maksimal, tapi sudah bisa merupakan eviden tentang konsep yang dia terapkan.

Dan semua quotes yang saya cantumkan di sini, adalah quotes yang saya posting di Twitter, FB dan LinkedIn minggu itu, seakan mempersiapkan saya untuk menemukan kenyataan di lapangan, termasuk sebuah contoh kepemimpinan yang didemonstrasikan oleh Bu Beti. Sikap tegas sekaligus sentuhan kemanusiaan sebagai kunci sukses.

“Success is measured by how many hearts you have touched.” (LollyDaskal)

Bookmark and Share

2 Responses to Tegas Tapi Berhati Lembut

  1. Agnes Murniati says:

    Semoga bisa meneladan ketegasan yang bersumber dari kelembutan hati… Thanks pak Josef for the sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih mba Meisia, batuknya sudah hilang berkat resep tradisional

Meisia:
terima kasih sharing tips nya pak… Ternyata obat-obatan itu ada di sekitar kita ya.. BTW semoga udah...

josef:
Terima kasih sama2 Santi, semoga lebih banyak leader yang mau belajar coaching untuk menunjang tugas...

Santi Sumiyati:
Selamat malam Pak Josef, terima kasih untuk tulisannya yang selalu saja memberikan suatu insight...

josef:
Selamat Pagi pa Riyadno. Kami sehat-sehat saja. Tolong japri saya di wa jadi saya tahu no hpnya masih sama...


Recent Post

  • Agar Sehat dan FIT
  • Evaluasi Leadership Program
  • Kesalahan BESAR Seorang Pemimpin
  • Memaknai Pesan Alam Semesta
  • Waiting Time is Learning Moment
  • #GEMprogram3 Mulai Bergulir
  • Bersyukur: Sumber Kebahagiaan
  • Membuka Peluang Belajar
  • Pilihan Buku Pilihan Hidup
  • Membekali Agen Perubahan