Coaching For Students

Posted on June 10th, 2016

“Freedom is not the absence of commitments, but the ability to choose — and commit myself to — what is best for me.” (Paulo Coelho, The Zahir)

MERAJUT BERBAGAI NIAT BAIK, bisa membuahkan hasil yang tidak kita duga. Di Jogyakarta pada akhir Mei lalu, ada sejumlah generasi muda yang menandatangani komitmen untuk melaksanakan proyek pelayanan masyarakat, entah itu berkaitan dengan teknologi tepat guna, atau berhubungan dengan sociopreneur. Baca linknya di sini. Mereka berasal dari 28 Perguruan Tinggi yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Seminggu kemudian ada teman-teman Coachnesia berkumpul untuk merancang  langkah memberikan support kepada para mahasiswa tersebut melalui coaching.

Coaching For Students_1

The Butterfly Effect

The Butterfly Effect adalah nama Tim dalam Coachnesia yang merancang program Coaching4Students. Konon ceritanya, pernah ada kejadian di mana kupu-kupu beterbangan di Afrika dan sesaat kemudian Tsunami terjadi di Jepang. Atau kepakan kupu-kupu di China diyakini berdampak pada tornado yang terjadi di Eropa. Ini yang kemudian disebut The Butterfly Effect, yang merupakan Teori Chaos. Dalam Coaching kita dibiasakan untuk melihat sisi positif dari hal yang negatif  sekalipun:

“Bahwa sebuah langkah kecil dilakukan di suatu tempat di Indonesia, bisa memberikan dampak positif yang besar di belahan Indonesia lainnya.”

Pemikiran ini yang diyakini oleh teman-teman Coachnesia, untuk mendaftar ketika diberitahu tentang proyek Coaching4Students ini. Apa persisnya proyek ini?

Siapkan Pempinan Masa Depan

Proyek Coaching4Students dirancang oleh tim kecil yang April lalu mengikuti Coaching World Game di Bali.

Coaching For Students_2

Tujuannya adalah menciptakan dan mengembangkan Pemimpin Masa Depan yang punya integritas. Sasaran proyeknya adalah mahasiswa Perguruan Tinggi dengan alasan:

  • Mereka adalah calon pemimpin masa depan.
  • Belum terpolusi.
  • Masih penuh energi dan cepat belajar.
  • Langkah kecil melalui coaching tapi bisa berdampak besar.

Bersamaan dengan pengerjaan proyek tersebut di atas, para coach akan hadir untuk mengajak mereka memikirkan proyeknya dengan mempertimbangkan berbagai dimensi. Mereka adalah Pemimpin yang harus merancang implementasi proyek itu bersama tim mahasiswa di kampus masing-masing. Sementara itu, pelaksanaan proyek akan melibatkan berbagai stakeholders dalam masyarakat. Pendekatan coaching akan memprovokasi mereka untuk bisa menemukan sendiri jalan terbaik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaannya.

Ketertarikan Coachnesia untuk berkontribusi, bisa jadi sejalan dengan apa yang digaris-bawahi oleh Marilyn Atkinson, founder of Erickson Coaching International, the largest coaching company in the world, usai World Game di Bali:

“In coaching, so many people are going through their own transformational reach and taking on new levels of responsibility in the world and in their own life.  Many coaches are declaring a purpose to be more human, to be more responsible and more committed. The level of commitment that is emerging is something new. It meets the deep hunger for change and growth we are seeing everywhere, especially in young people today.”

Dua program tersebut di atas seakan mendapatkan kesempatan untuk dipadukan secara manis, untuk mendapatkan hasil maksimal.

Coaching For Students_3

Program pun Bergulir

Sabtu 4 Juni 2016, telah hadir para coach untuk menyatukan komitmen untuk memulai coaching bagi 32 mahasiswa calon coachee, yang tersebar di ibu kota 28 propinsi di Indonesia. Karena itu kebanyakan coaching akan dilakukan via telepon. Dan coaching via telepon diyakini akan memberikan dampak positif maksimal, karena sang coach harus mengerahkan seluruh indranya untuk bisa mendengarkan apa yang tidak terucap melalui telepon, paham setiap perubahan tinggi rendah nada suara, beda intonasi, cepat lambatnya pembicaraan, ataupun saat-saat diam di antara kata atau kalimat. Semua itu harus disimak detail oleh coach.

Sebanyak 32 orang yang berkomitmen menjadi Coach, mempunyai latar belakang profesi yang berbeda-beda. Mereka juga sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Dan resmilah hari itu program Coaching4Students diluncurkan oleh team The Butterfly Effect anggota Coachnesia. Program ini seakan menanggapi pesan Marilyn Atkinson dalam bagian lain wawancara tersebut di atas:

“When people explore what gives them real satisfaction in life they discover that their happiest moments are when they are contributing in some way, when they are making a difference to others. Then they are no longer looking from a personal position. They start seeing who we are all together. We help the whole system. Coaching conversations become a framework for pondering and learning our deeper purpose.”

Karena itu ketika saya mengedepankan bahwa tujuan program ini adalah mempersiapkan pimpinan masa depan yang punya integritas, demi Indonesia yang lebih baik, para coach pun langsung menyanggupi. Semoga langkah kecil ini diberkati!

“If you can’t value a commitment made by someone else, your own commitments lose their value too.” (Ram Mohan)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET