Posted on May 31st, 2016
“Leaders who promote a questioning culture in their organizations move people from dependence to independence.” (Michael J. Marquardt)
KRITIS, DINAMIS DAN IDEALIS. Ini merupakan harapan kita terhadap pemikiran dan sikap dari generasi muda yang hendaknya senantiasa dikembangkan. Mereka membutuhkan lahan untuk menyemai berbagai ide, memupuknya untuk tumbuh dan bisa menyaksikan buah. Ini akan memberikan rasa percaya diri tinggi bahwa apa yang dipelajari di Perguruan Tinggi bisa diimplementasi dengan berhasil.

Teknologi Berwawasan Masyarakat
Sepanjang minggu lalu, sejak 23 hingga 29 Mei 2016 hadir mahasiswa-mahasiswi dari 28 Perguruan Tinggi. Mereka membawa oleh-oleh berupa proyek yang sudah mereka kerjakan karena mereka diberi kesempatan untuk pamer kreativitas dalam mengasah kemampuan berpikir analitis dan logis. Paparan proyek tersebut diharapkan bisa menginspirasi teman lainnya yang berminat membawa pulang untuk diimplementasi di masyarakat sekitar mereka. Dan karena proyek ini berkaitan dengan manfaat bagi masyarakat sekitarnya, maka pamer kreativitas tersebut memperlihatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar, sambil menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari.
Menyadari potensi yang sedemikian besar dari mahasiswa untuk turut berkontribusi dalam kemajuan bangsa, Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) bersama dengan beberapa Donatur mencoba untuk merancang suatu program, yaitu “Technology for Indonesia”.
Bukan Saja Teknologi Tapi Leadership
Jumlah proyek yang dipresentasikan 58, mewakili teknologi tepat guna dan sociopreneur. Ketua Paguyuban KSE (Karya Salemba Empat) di 28 Perguruan Tinggi di Indonesia hadir bersama timnya. Mereka pasti bangga mendapat kesempatan ini. Mereka sangat termotivasi bisa memaparkan proyek ini. Dan mereka tentunya merasakan aktualisasi diri melalui realisasi proyek ini.
KSE tidak sendirian. Bersama dengan donator dan alumni penerima beasiswa (termasuk penerima beasiswa dari Indofood) mereka merancang program ini dengan harapan bisa mewujudkan sikap ilmiah, sikap profesional, sikap arif dan peduli terhadap permasalahan yang berkembang di masyarakat. Bersama-sama mereka turut bertanggung-jawab mencerdaskan kehidupan bangsa.
Paparan mereka memang paparan proyek yang berhasil. Tapi di balik semuanya itu adalah kisah nyata tentang LEADERSHIP sang ketua paguyuban di kampus masing masing bersama timnya. Mereka bukan saja berjanji untuk mulai mengimplementasi ilmu yang mereka dapatkan untuk mengasah kemampuan mereka, tapi juga berkomitmen untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitarnya. Mereka belajar menjadi seorang pemimpin yang peduli pada masyarakat, berusaha paham akan kebutuhan masyarakat sekitarnya dan selanjutnya mengambil langkah nyata dengan memberdayakan anggota tim dan juga masyarakat terkait.

Panggilan untuk Coachnesia
Banyak unsur di masyarakat ini, yang kalau dirangkai menjadi satu, akan menciptakan potensi yang sangat besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ada kelompok Coach alumni Erickson Coaching yang bergabung dalam wadah informal bernama Coachnesia. Bersama mereka merancang beberapa kegiatan untuk membantu masyarakat dengan menggunakan pendekatan coaching.
Coachnesia terpanggil untuk memberikan dukungan kepada semua ketua Paguyuban tersebut di atas. Mereka akan mendapatkan coaching secara cuma-cuma oleh coach dari Coachnesia. Coaching akan berfokus pada leadership sang ketua dalam merancang dan mengimplementasi proyek yang mereka bawa pulang dari Jogya.
Saya bersama empat coach lainnya: Sonny, Ricko, Rina dan Anita, adalah Tim The Butterfly Effect, yang merancang proyek bernama Coaching4Students. Kami mewakili 30 coach yang sudah berkomitmen untuk bergabung dalam proyek Coaching4Students, yang akan meluangkan waktu untuk melaksanakan coaching ini. Selain berkenalan dengan calon coachee, kami juga memaparkan kepada mereka tentang mengapa coaching itu perlu, dan siapa komunitas coach yang akan mendampingi mereka dalam implementasi proyek mereka.

Menyamakan Sudut Pandang
Kehadiran kami di Jogya adalah demi menyamakan sudut pandang tentang langkah Coachnesia, para Ketua Paguyuban dan KSE sendiri. Tim akan memberikan dukungan dengan pendekatan coaching. Semua ketua paguyuban ini akan memainkan peran sangat penting sebagai Leader dalam implementasi proyek ini. Program coaching akan memungkinkan mereka leluasa menggali ide-ide kreatif dari berbagai sudut pandang dalam menggandeng tim untuk mempersiapkan dan implementasi proyek. Coachnesia akan mengambil bagian dalam mempersiapkan Leader untuk masa depan, Leader yang punyai integritas, demi Indonesia yang lebih baik.
“Your attitude colors every aspect of your life. It is like the mind’s paintbrush. It can paint everything in bright, vibrant colors–creating a masterpiece. Or it can make everything dark and dreary.” (John C. Maxwell)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...