Membuka Peluang Belajar

Posted on December 20th, 2019

“It is what WE KNOW ALREADY that often prevents us from learning.” (Claude Bernard)

MATA kita memang menyaksikan banyak hal yang terjadi disekitar kita setiap hari. Telinga kitapun mendengar banyak hal dari berbagai sumber sepanjang hari. Bahkan Perasaan kita, indra kita sanggup merekam berbagai kejadian sekitar kita. Namun pertanyaannya adalah, seberapa banyak hal-hal tersebut bermanfaat untuk diri kita? Otak kita memang mempunyai filter untuk menyaring apa-apa yang  dibutuhkan. Tapi kitapun secara sadar bisa memutuskan informasi apa yang ingin diterima, diresapi secara serius dan dijadikan bahan pembelajaran buat diri kita atau juga untuk kita bagikan kepada orang lain. Informasi ada di sana. Diri kitapun membutuhkan informasi tersebut, namun terkadang kita tidak menyadari kalau kita butuh info tersebut. Kita tidak tahu kalau kita tidak tahu tentang aspek tersebut. Karena itu kitapun membutuhkan orang lain untuk membuka mata kita, untuk menyadarkan kita akan aspek pembelajaran tertentu.

 

Bagimu Guru Kupersembahkan

Sekitar tahun 2006-2009, saya dan beberapa teman dilibatkan untuk memberikan pelatihan kepada Guru SD, SMP dan SMA di Jabodetabek dan beberapa kota lain di pulau Jawa. Berikut salah satu iklan tentang acara tersebut.

Teman-teman ini berasal dari berbagai profesi, sementara materi yang diberikan adalah diluar kontent yang diajarkan oleh guru. Tujuannya adalah untuk membekali mereka dengan pengetahuan yang kiranya bisa dimanfaatkan dalam kesehariannya. Contoh seorang rekan artis bahkan membawa guru yoga untuk mengajarkan guru-guru tentang bagaimana mengendalikan diri dan mengatasi situasi stress dalam menghadapi muridnya.

Aktivitas ini dirancang oleh Telkom bersama Republika, sebagai bagian CSR program mereka. Dan semua yang mengajar diminta untuk menuliskan sesuatu tentang Guru, dan foto mereka dipajang di koran Republik.

Kami memang belum menyentuh mereka yang berada di luar pulau Jawa. Namun dengan tulisan ini, mudah-mudahan ada perusahaan yang mau merancang CSR programnya untuk meneruskan inisiatif ini.

 

Kiprah Coachnesia

Gembira sekali bisa menjadi bagian dari network Coachnesia, yang merupakan bagian dari komunitas alumni Erickson Coaching di Indonesia. Disamping kegiatan yang dirancang lokal di Indonesia, kami juga merupakan jaringan alumni Erickson Coach International. Lihat pesan kepada anggota berikut ini.

Awal Desember 2019, Coachnesia diundang oleh *Semua Murid Semua Guru* untuk mengisi sesi coaching pro bono kepada peserta Konferensi Pendidikan Indonesia 2019, bertempat di Gedung A Kemendikbud Plaza Selatan Senayan.

Peserta Konferensi ini adalah Komunitas/Organisasi Pendidikan (KOP) dari berbagai daerah di Indonesia serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan yang lain. Total coach yang diundang bersama Coachnesia lebih dari 100 orang.

Selain manfaat yang bisa didapat oleh para coachee, ini juga merupakan kesempatan bagus untuk terus memperkenalkan Coaching dan manfaatnya kepada masyarakat. Apalagi masyarakat yang hadir hari itu adalah masyarakat yang berkiprah di bidang Pendidikan.

Semoga kita semua terus belajar, karena pada dasarnya kita semua adalah murid yang terus belajar sepanjang hidup ini, dan kita semua juga guru saat kita terpanggil untuk berbagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman kita kepada siapa saja setiap hari.

“You can teach a student a lesson for a day; but if you can teach him to learn by creating curiosity, he will continue the learning process as long as he lives.” (Clay P. Bedford)

Catatan: Karena libur Natal dan akhir tahun, tidak ada postingan baru tanggal 27 Desember 2019 dan 03 Januari 2020. Postingan baru akan hadir lagi Jumat 10 Januari 2020

Bookmark and Share

2 Responses to Membuka Peluang Belajar

  1. Tita says:

    Wah sangat inspiratif…

    Selamat merayakan hari Natal dan tahun Baru bersama keluarga pak..

    Salam,

    Tita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan
  • Peluang ke Jenjang Lebih Tinggi
  • Bermanfaat Bagi Orang Lain