Mitos Tentang Kerja Lembur

Posted on February 6th, 2018

“We must open the doors of opportunity. But we must also equip our people to walk through those doors.” (Lyndon B. Johnson)

KLARIFIKASI. Cari penjelasan, jangan membuat asumsi, jangan hanya mendengar apa kata orang. Kalau tidak, lama kelamaan kita akan membangun sebuah kenyataan berdasarkan sebuah asumsi, dan asumsi itu diterima seakan-akan kenyataan.

Saya mengambil sebuah contoh: kerja lembur.

Apakah memang aktivitas kerja lembur sesuai dengan kebutuhan nyata? Idealnya memang demikian. Apakah memang perlu? Lembur memang diperlukan saat ada yang tidak bisa diselesaikan dalam jam kerja normal.

Tapi mengapa masih ada pendapat yang mengundang persepsi tidak positif tentang kerja lembur?

Suara dari Berbagai Sumber

Saat sharing kepada peserta CHRP (Certified Human Resources Professional Program) Batch 41, kami sengaja mengangkat beberapa petikan menarik yang diambil dari sosial media.

6 Februari 2018_Mitos Tentang Kerja Lembur1

Petikan itu berasal dari hasil diskusi yang saya pandu melalui Twitter, dengan tema: Bos yang Asyik. Beberapa curhat karyawan di sosmed tentang kerja lembur, yang kami petik dari Buku ‘#CURHATSTAF Seni Mendengarkan bagi Para Pemimpin’:

  • Menurut bos, karyawan yang baik itu yang datang lebih pagi dan pulang lebih lambat.
  • Menurut bos, ngga lembur itu tandanya masih kurang kerjaan.
  • Kalau bos belum pulang, saya kan tidak berani pulang. Padahal sudah jam 19:00.

Pertanyaan yang lebih mendasar adalah, apakah ini candaan, hanya berasumsi atau begitulah kejadiannya?

Persepsi yang Diklarifikasi

Saya pernah meng-coach seorang karyawan yang menginginkan balance antara kerja dan perhatian untuk keluarga terutama anak-anaknya yang ingin ditemani waktu belajar. Melalui sesi coaching dia menyadari bahwa diperlukan klarifikasi tentang boleh/tidaknya seorang karyawan pulang on time.

Ketika dia meminta ijin untuk pulang pada waktunya, bosnya bertanya: “Loh yang menahan kamu untuk tinggal lebih lama usai  jam kerja itu siapa?” Kawan itu kaget sendiri dengan pertanyaan ini. Dan selanjutnya, yang dia lakukan adalah:

  • Menyelesaikan semua tugas yang harus diselesaikan hari itu.
  • Menanyakan kepada atasan, kalau-kalau ada hal penting yang perlu diselesaikan hari itu.
  • Selanjutnya dia komit pulang pada waktunya.

Saat kisah ini saya tulis, coaching itu sudah berlalu dua tahun. Dan hampir tiap hari kawan ini bisa lebih bahagia membuat balance kerja dan keluarganya. Melalui telepon kawan yang bekerja di Kalimantan ini bercerita, teman-teman lain pun mulai mencontoh apa yang dia lakukan. Bahkan mereka mulai membuat komitmen untuk lari sehat di jam 17:00 tiap Selasa dan Kamis, berawal dari hanya lima orang, sekarang sudah 17 orang.

Kisah ini dikedepankan untuk mendorong semua kita untuk bertanya, minta klarifikasi langsung tentang hal-hal yang selama ini hanya berdasarkan asumsi. Berikut foto mereka yang beruntung mendapatkan Buku Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku atau Buku #CURHATSTAF: Seni Mendengarkan Bagi Para Pemimpin.

6 Februari 2018_Mitos Tentang Kerja Lembur2

Pimpinan yang Proaktif

Tiap perusahaan tentu beda situasinya, beda budayanya, beda praktek membangun hubungan atasan dan bawahan serta antar sesama karyawan. Namun demikian, pimpinan yang bijak, akan proaktif menciptakan kesempatan untuk memungkinkan anggota timnya menyuarakan isi hatinya, tanpa rasa takut. Bila ini dilakukan secara tepat, maka cuitan di social media mungkin saja masih ada, tapi isinya lebih banyak tentang pengalaman positif, kebahagiaan dan kebanggaan berada bersama yang lain di perusahaan mereka.

“Coaching helps you develop your leadership skills, clarify your values and guiding principles and build your reputation.” (John G Agno)

Bookmark and Share

2 Responses to Mitos Tentang Kerja Lembur

  1. Tromol says:

    Salam pak pak Josef Bataona, senang membaca materi lembur ini yang memberikan wawasan bagaimana dan apa itu lembur. Lembur dapat dilakukan jika memang ada pekerjaan yang membutuhkan waktu penyelesaian lebih dari biasanya.
    Terima kasih pak Josef Bataona.

    Salam-Tromol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Yoshaira sudah menyempatkan diri menyimak isi blog, termasuk postingan ini. Kisah seperti ini...

Yoshaira:
Saya baca tulisan ini berulangkali, setiap kali dibaca selalu memberikan insight baru buat saya, akhirnya...

josef:
Terima kasih sama-sama Rolin, mudah2an kita bisa bertemu saat saya berkunjung ke Medan. Salam, Tuhan Memberkati

josef:
Betul juga Farika, candaan ringan seperti ini akan saya rindukan. Tapi aku sudah punya catatan kalian di...

josef:
Terima kasih Farika, kamu benar itu harta karun jiwa dan akan saya simak berkali kali. Salam


Recent Post

  • Tak Selamanya Mendung Itu Kelabu
  • Setelah Baju Itu Kutanggalkan
  • KESEHATAN: Harta Tak Ternilai
  • Perhatian Kecil Berdampak Besar
  • Kesan Positif Yang Ditinggalkan
  • Bahagia di Tengah Harmoni
  • Keberagaman Talent Ciptakan Sukses
  • Tetangga Lapar Tanggung Jawab Kita
  • Bangga dengan Pekerjaanku
  • Saatnya Mengisi Baterei