Temui Mentor Terbaikmu

Posted on November 28th, 2025

“It’s not about the resources you have available. It’s about the resourcefulness you have within you.” (Tony Robbins)

JARINGAN ERICKSON COACHING global memberikan saya kesempatan luas untuk terus belajar. Sebagai alumni Erickson Coaching, kami mendapatkan berbagai manfaat, seperti menerima newsletter, menerima pesan email berisi berbagai program yang diselenggarakan para Ericksonian di manca negara, baik yang berbayar maupun yang pro bono. Kita tinggal memilih dan confirm untuk participate. Secara berkala juga diadakan semacam reuni, dengan code name: Coaching World Game, Dimana para Ericksonian dari berbagai belahan bumi, berkumpul dan saling berbagi dan belajar dari pengalaman masing-masing.

Bersama teman-teman komunitas ICF di Indonesia, kami juga saling belajar dan berbagi. Foto berikut ini adalah kehadiran saya untuk turut berbagi di ICF International Coaching week, 15 Mei 2025 lalu.

 

Temui Mentor Terbaikmu

Sebuah pesan diterima di emailku, 20 November 2025 dari Erickson Coaching International, dengan subject: Joseph, meet your best Mentor…you!

Menarik untuk segera saya simak pesan tersebut. Dia memulainya dengan kalimat:

“Tap into your own resources and explore Erickson events! What if/just suppose/imagine you were your own best resource?”

Saya lalu teringat, kami dibekali lima prinsip dasar berikut ini:

Five Erickson Principles

  1. People are okay as they are.
  2. People already have all the resources within them to achieve what they want.
  3. People always make the best choice they can at the time.
  4. Every behavior has a positive intention.
  5. Change is inevitable.

Pesan ini mengingatkan saya akan prinsip no 2: setiap kita sesungguhnya sudah punya resources dalam diri kita, tinggal kita berdayakan untuk meraih apa yang ingin kita capai. Artinya saya melakukan coaching untuk diri saya sendiri? Betul sekali!!

Selain belajar dari Erickson Coaching, saya juga belajar coaching dari program Maxwell, seperti nampak pada foto learning platform ini.

 

Mentor’s Table Exercise

Pengirim pesan itu semakin terbuka matanya, saat mengamati sekelompok peserta Coaching Program yang sedang membuat Latihan dari “Mentor’s Table Exercise.

Apa itu  The Mentor’s Table exercise?

The Mentor’s Table exercise is a powerful technique used to gain clarity and guidance in decision-making and problem-solving. It involves posing an open-ended question, imagining your mentors, and seeking advice from them. This exercise helps individuals tap into their intuition and knowledge by visualizing the perspectives of trusted figures. It is a creative way to unlock insights and find answers that may already be present within.” (Tara Paton) Simak YouTube link ini untuk lebih detail: Video Challenge Day 30: Unlock Your Inner Wisdom

Menggunakan daya imajinasi, mereka menghadirkan orang bijak, baik yang masih hidup atau sudah meninggal, baik yang pernah ditemui tatap muka atau mengenalnya dari buku atau video. Mereka bertanya seakan-akan pada orang tersebut sungguh hadir di hadapan mereka, serta menyimak jawabannya.

 

Praktek Dalam Keseharian

Berikut cara kerja Mentor’s Table Exercise. Di hadapan orang-orang yang anda hadirkan secara imajinatif:

  1. Pose an Open-Ended Question: Mulai dengan pertanyaan sederhana sesuai situasimu saat ini, misalnya: “How can I take on this new role?” or “What’s the best decision for me right now?”
  2. Imagine Your Mentors: Bayangkan tiga orang bijak yang anda idolakan, yang nasehatnya anda percaya dan hargai. Mereka bisa saja figur public, orang bijak dalam Sejarah, atau bahkan karakter fiktif.
  3. Visualize the Setting: Bayangkan tempat pertemuan yang nyaman, bisa di kafe, pantai atau di meja makan. Berdayakan semua indramu untuk menciptakan suasana seperti nyata: apa yang anda lihat, dengar, rasakan atau cium?
  4. Seek Advice: Bayangkan orang bijak tersebut datang satu per satu dan duduk bersamamu. Ajukan pertanyaan dan bayangkan apa nasehat masing-masing mereka? Cermati nasehat bijak mereka, ambil untuk ditindak-lanjuti dan sampaikan terima kasih untuk saran mereka.

 

Latihan ini akan membantumu memberdayakan imajinasi dan pengetahuanmu dengan membayangkan perspektif dari orang lain. Ini merupakan cara kreatif untuk menemukan insight dan jawaban yang mungkin anda sudah punyai dalam dirimu.

Kami juga bergabung dalam kelompok COACHNESIA, Erickson Coaching for Better Indonesia. Foto kenangan berikut ini, saat Gathering di dalam kapal Ferry dari Merak menuju Bakauheni untuk melakukan Coaching di Pelabuhan Bakauheni Lampung.

 

Pertanyaan Yang bisa digunakan

Berikut beberapa pertanyaan dan dialog yang bisa digunakan dengan “Inner Mentor/coach” di saat anda merasa tidak menemukan resources luar lain, dan juga bisa digunakan dalam sesi coaching:

 

Pause and Ground Yourself:

  1. What am I noticing in my body right now?
  2. What is this feeling trying to tell me that’s helpful?

Reconnect with Values:

  1. What value of mine feels challenged or unmet right now?
  2. What truly matters most to me in this moment?
  3. How do I want to show up in this situation, regardless of the outcome?

Shift Energy and Perspective:

  1. What’s the tiniest next step that feels doable?
  2. What would ease look like right now?
  3. How might I see this challenge as a teacher?

Jadi, apakah resource terbaik ada dalam dirimu? Saat kita menemukan kesulitan, terkadang kita membutuhkan coach untuk menemukan blind spot kita. Namun tidak sering kita berlatih untuk menggunakan resources dalam diri kita sendiri. Semoga pesan Erickson  Coaching Internasional ini membuka mataku dan juga mata anda semua akan kemampuan diri yang belum diberdayakan.

“Your vision will become clear only when you can look into your own heart. Who looks outside, dreams; who looks inside, awakes.” (Carl Jung)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...


Recent Post

  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna
  • Saya Adalah Pemimpin (I Am a Leader)
  • Transformasi Ke Level Berikutnya