Bersama Merajut Service Excellence (Part 1)

Posted on May 16th, 2014

“It is not the employer who pays the wages. Employers only handle the money. It is the customer who pays the wages.” (Henry Ford)

DALAM KELUARGA YANG BESAR, belum tentu anggotanya berkesempatan untuk sering saling papasan atau menegur-sapa. Begitu juga untuk anggota HR kami yang tersebar di seantero Nusantara. Kalaupun ada komunikasi, lebih banyak melalui telepon, email, atau media sosial lainnya. Karena itu, pertemuan konsolidasi setahun sekali merupakan saat yang dinanti-nantikan.

Tahun ini pertemuan mengambil tempat di Surabaya, dengan tema: HR Service Excellence. Tarian Remo sudah pentas di panggung untuk mengucapkan Selamat Datang kepada semua peserta.

Tarian Remo by josefbataona dotcom

Kami Ada Karena Tuntutan Bisnis

Hadir juga para pimpinan Perusahaan kami di Surabaya dan sekitarnya, yang menyampaikan berbagai harapan mereka, antara lain:

  • Kita terus membutuhkan SDM yang kuat.
  • Suksesi menjadi semakin penting dan buatlah program di mana karyawan akan merasa dihargai.
  • Progress bisnis yang diraih sejauh ini juga sebagai bukti komitmen HR untuk meningkatkan kualitas SDM.

Dalam kata pengantar sebelum memukul gong untuk membuka pertemuan ini, Pak Franky Welirang, Direktur Indofood memberikan beberapa highlight penting:

  • Perubahan terus terjadi. Generasi yang berbeda perlu disikapi secara bijak. Dulu kalau karyawan diperintah langsung jalan. Sekarang mereka akan bertanya: mengapa demikian??
  • Dunia luar terus berubah, lebih terbuka. Kepala Bagian tidak bisa lagi menutup-nutupi, karena anak buahnya bisa akses berbagai informasi dengan menggunakan teknologi dewasa ini.
  • Harmonisasi peraturan antar perusahaan masih harus dirampungkan.
  • Tantangan ke depan di bidang ketenaga-kerjaan akan semakin kompleks. Diperlukan penanganan yang semakin bijak.
  • Diperlukan kemampuan HR untuk berkomunikasi: komunikasi dengan karyawan, dengan Serikat Pekerja, dengan komunitas sekitar tempat kerja, dan juga komunikasi dengan manajemen.
  • Bagaimana HR berkontribusi pada tuntutan yang semakin besar terhadap Food Safety dan Security.

Team yang Saya Banggakan

Mengawali paparan tentang  arah bisnis ke depan dan peran HR, saya dengan penuh keyakinan mengedepankan 10 alasan mengapa saya bangga dengan anggota tim HR yang ada dalam ruangan tersebut:

  1. Knowledgeable, experienced and hands-on
  2. Together we build positive mindset
  3. Belong to each-other
  4. Willing to change
  5. Work hard and smart
  6. Room for appreciation
  7. On the journey together
  8. Diversity that enriches us
  9. Learn everyday from each other
  10. Same “SERVICE” mission

Dan tidak bosannya saya membuat perhitungan, bahwa di dalam ball-room tersebut secara akumulasi ada lebih dari 1.000 tahun pengetahuan dan pengalaman (dengan asumsi jumlah peserta dikalikan rata-rata masa kerja). Bila itu digali dan digunakan secara optimal, akan mendatangkan manfaat pembelajaran yang sangat dasyat. Tapi hanya akan terjadi, bila kita mempunyai kemauan untuk sharing dan juga untuk belajar.

Berbagai Tantangan

Secara ke dalam, kami baru selesai dengan studi di 2013 tentang peta kegiatan HR di Perusahaan kami. Bahan ini kami paparkan secara gamblang untuk bahan diskusi.

Sementara itu, seakan sudah diatur, bahwa acara ini terjadi setelah sesi Dave Ulrich beberapa minggu berselang. Ini menjadi bahan yang menarik untuk melakukan refleksi di mana posisi HR Indofood dalam tahapan gelombang HR berikut ini:

  1. Wave 1: HR Administrative Utility
  2. Wave 2: HR Functional Expertise
  3. Wave 3: HR Strategy
  4. Wave 4: HR Outside In

Ini merupakan kesempatan untuk melakukan evaluasi tentang perjalanan bersama sejauh ini dan apa yang akan dilakukan dalam langkah selanjutnya.

Foto Bersama Tim Surabaya by josefbataona dotcom

Work Hard Play Hard

Belum komplit kalau sudah di Surabaya, dan tidak menjelajahi kuliner lokal. Karena itu panitia memilih tempat di SUTOS, dan kami dibawa ke d’Kampoeng. Di sini pun tantangannya adalah memutuskan untuk memilih menu tertentu dari sekian banyak pilihan: rujak cingur, lontong kupang, semanggi, rawon, penyetan, dan berbagai pilihan lainnya, dan berhenti sebelum kenyang.

Kuliner Surabaya by josefbataona dotcom

Dalam suasana santai, anggota tim berkesempatan untuk sosialisasi, lebih saling mengenal dalam setting yang berbeda, sekaligus refreshed dan siap untuk program lanjutan keesokan harinya.

“Happiness comes of the capacity to feel deeply, to enjoy simply, to think freely, to risk life, to be needed. (Storm Jameson)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...

Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...

josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....

Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...

josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...


Recent Post

  • Melangkah Bersama
  • Menjadi Cermin Kepemimpinan
  • RUANG Belajar dan Bertumbuh (Blog Seribu Tulisan)
  • Blog Seribu Tulisan – KATA Yang Mengubah Hidup
  • Blog Seribu Tulisan: Pesan Konsistensi
  • Saya Bukan Siapa Siapa Tanpa Kalian
  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi