Posted on May 16th, 2014
“It is not the employer who pays the wages. Employers only handle the money. It is the customer who pays the wages.” (Henry Ford)
DALAM KELUARGA YANG BESAR, belum tentu anggotanya berkesempatan untuk sering saling papasan atau menegur-sapa. Begitu juga untuk anggota HR kami yang tersebar di seantero Nusantara. Kalaupun ada komunikasi, lebih banyak melalui telepon, email, atau media sosial lainnya. Karena itu, pertemuan konsolidasi setahun sekali merupakan saat yang dinanti-nantikan.
Tahun ini pertemuan mengambil tempat di Surabaya, dengan tema: HR Service Excellence. Tarian Remo sudah pentas di panggung untuk mengucapkan Selamat Datang kepada semua peserta.
Kami Ada Karena Tuntutan Bisnis
Hadir juga para pimpinan Perusahaan kami di Surabaya dan sekitarnya, yang menyampaikan berbagai harapan mereka, antara lain:
Dalam kata pengantar sebelum memukul gong untuk membuka pertemuan ini, Pak Franky Welirang, Direktur Indofood memberikan beberapa highlight penting:
Team yang Saya Banggakan
Mengawali paparan tentang arah bisnis ke depan dan peran HR, saya dengan penuh keyakinan mengedepankan 10 alasan mengapa saya bangga dengan anggota tim HR yang ada dalam ruangan tersebut:
Dan tidak bosannya saya membuat perhitungan, bahwa di dalam ball-room tersebut secara akumulasi ada lebih dari 1.000 tahun pengetahuan dan pengalaman (dengan asumsi jumlah peserta dikalikan rata-rata masa kerja). Bila itu digali dan digunakan secara optimal, akan mendatangkan manfaat pembelajaran yang sangat dasyat. Tapi hanya akan terjadi, bila kita mempunyai kemauan untuk sharing dan juga untuk belajar.
Berbagai Tantangan
Secara ke dalam, kami baru selesai dengan studi di 2013 tentang peta kegiatan HR di Perusahaan kami. Bahan ini kami paparkan secara gamblang untuk bahan diskusi.
Sementara itu, seakan sudah diatur, bahwa acara ini terjadi setelah sesi Dave Ulrich beberapa minggu berselang. Ini menjadi bahan yang menarik untuk melakukan refleksi di mana posisi HR Indofood dalam tahapan gelombang HR berikut ini:
Ini merupakan kesempatan untuk melakukan evaluasi tentang perjalanan bersama sejauh ini dan apa yang akan dilakukan dalam langkah selanjutnya.
Work Hard Play Hard
Belum komplit kalau sudah di Surabaya, dan tidak menjelajahi kuliner lokal. Karena itu panitia memilih tempat di SUTOS, dan kami dibawa ke d’Kampoeng. Di sini pun tantangannya adalah memutuskan untuk memilih menu tertentu dari sekian banyak pilihan: rujak cingur, lontong kupang, semanggi, rawon, penyetan, dan berbagai pilihan lainnya, dan berhenti sebelum kenyang.
Dalam suasana santai, anggota tim berkesempatan untuk sosialisasi, lebih saling mengenal dalam setting yang berbeda, sekaligus refreshed dan siap untuk program lanjutan keesokan harinya.
“Happiness comes of the capacity to feel deeply, to enjoy simply, to think freely, to risk life, to be needed. (Storm Jameson)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...