Kode 11-11 Membuka Peluang

Posted on December 8th, 2023

“Today is not just another day. It’s a new opportunity, another chance, a new beginning. Embrace it.” (Anonymous)

PINTU TERBUKA. Sebuah peluang baru yang tidak pernah diduga sebelumnya hadir didepanku, di momen tanggal 11 bulan 11 dan tahun 2011. Saya memulai perjalanan untuk menuliskan berbagai pengalaman hidup maupun profesional yang sudah dilalui. Tentu saja tujuannya adalah untuk pembelajaran banyak orang. Dimana saya menulisnya? Di blog www.josefbataona.com serta di twitter, Facebook, LinkedIn, dan Instagram. Dan itu merupakan kesempatan saya belajar dan terus belajar hingga bisa menerbitkan buku. Saat ini, buku tulisanku yang kelima sudah terbit. Saya ingin mengajak pembaca semua menyimak tulisan lengkap dari mba Meisia, yang atas ijinnya saya hadirkan utuh, sebagai bagian dari terbitnya buku Memanusiakan Manusia, Seni mengangkat harkat karyawan Sebagai Manusia.

 

Angka 11–11 dan Pak Josef Bataona

Oleh: Meisia Chandra

Tanggal 11 November 2023, Pak Josef Bataona meluncurkan buku terbarunya: “Memanusiakan Manusia, Seni Mengangkat Harkat Karyawan sebagai Manusia.” Buku ini merupakan buku kelima beliau. Buku pertama beliau “Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku” terbit tahun 2015. Buku kedua “Curhat Staf, Seni Mendengarkan bagi Pemimpin” terbit pada tahun 2019. Buku ketiga “Leader as Meaning Maker, Seni Mengajak Tim Menemukan Makna dalam Pekerjaan” terbit tahun 2020. Dua tahun kemudian, yakni tahun 2022, lahir buku keempat “Fun at Work, Seni Memberdayakan Coaching untuk Engagement Karyawan.”

Pak Josef yang tidak pernah bercita-cita atau terpikir untuk menjadi penulis buku sebelumnya, kok tahu-tahunya sudah menulis 5 buku. Dan ini belum termasuk buku yang beliau tulis bersama teman-teman, antara lain: “Berubah atau Punah; Bertransformasi di tengah Disrupsi” (Penerbit Buku Kompas, 2022), “Humor at Work: Kerja Gembira, Usaha Berjaya (Institut Humor Indonesia Kini, 2022), Career Hacks; Kiat-kiat Akselerasi Karier Para Profesional Sukses (Penerbit Mizan, 2023), dan Leading Across Generation, Haruskah Perbedaan Generasi Dipertentangkan? (Penerbit Buku Kompas, 2023).

Masih segar dalam ingatan, ketika tanggal 11–11–2011 di saat orang-orang sedang sibuk dengan diskon dari berbagai e-commerce, kami pertama kali meluncurkan blog josefbataona.com. Pada waktu itu, blog tersebut merupakan bagian dari PortalHR.com, sebuah situs berita online yang khusus mengupas isu-isu manajemen Sumber Daya Manusia.

Bila ditarik lagi sedikit ke belakang, beberapa minggu sebelum peluncuran blog, yang masih segar juga dalam ingatan saya, adalah kisah bagaimana semua ini berawal. Semua ini berawal dari obrolan di sela-sela acara ngopi-ngopi kami (saya dan mba Malla, founder PortalHR.com) bersama pak Josef yang waktu itu menjabat direktur HR di bank Danamon.

Nama Pak Josef Bataona sendiri sangat populer di kalangan orang HR. Pria yang lahir di desa Lamalera, pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur ini adalah salah satu tokoh HR yang sangat dihormati di Indonesia. Kesempatan bertemu dan ngobrol dengan beliau sangat berharga dan merupakan salah satu priviledge kami yang bekerja di industri media.

Setiap kali ngupi-ngupi bersama pak Josef, kami selalu merasa terinspirasi. Tidak heran banyak yang mengagumi pak Josef, karena beliau memang berbeda. Cerita-cerita yang beliau sampaikan tentang apa yang dikerjakan di bidang HR, sangat menginspirasi.

Dari situ kami mengusulkan ke Pak Josef untuk membuat blog. Sayang sekali apabila cerita-cerita yang begitu menarik tidak dikumpulkan dan dibagikan ke audience yang lebih luas. Pada waktu itu blog sedang trend, dan kami juga sedang mengumpulkan beberapa tokoh HR untuk menulis di PortalHR.com.

Awalnya Pak Josef bilang, beliau tidak bisa menulis. Tetapi kami tidak menyerah. Kami minta pak Josef mengumpulkan cerita-cerita seperti yang sering beliau tuturkan secara lisan, lalu cerita saja seperti bapak bercerita dengan lisan, kalau perlu direkam dan kami yang bantu menuliskan.

Namun sepulang dari pertemuan itu, ternyata pak Josef langsung action. Beliau membuat daftar berisi cerita-cerita yang mau beliau tulis, apa saja yang beliau temui sehari-hari, dan tak terasa, sudah terkumpul sekitar 30-an topik/cerita. Kemudian beliau mulai menulis setiap ada waktu, seperti di sela-sela perjalanan ke kantor, ataupun ke tempat meeting, dll, di IPad beliau.

Tak lama setelah itu, beliau kembali bertemu dengan kami dan menunjukkan beberapa tulisan beliau. Awalnya saya mengira akan perlu diedit atau ditulis ulang, namun ternyata setelah saya baca tulisan beliau sudah ready. Tidak apa-apa dengan style beliau seperti beliau bertutur langsung. Paling-paling saya hanya koreksi sedikit-sedikit bila ada typo atau grammar yang kurang tepat.

Kami pun membuatkan sebuah blog sebagai rumah tempat menampung tulisan-tulisan pak Josef. Yang mengagumkan dari pak Josef adalah komitmen beliau. Ketika beliau udah bilang OK, beliau commit melaksanakannya. Sejak diluncurkan blog pada tanggal 11 November 2011, setiap Selasa dan Jumat beliau pasti sudah siap dengan tulisan baru. Komitmen seperti ini sangat sulit kami temui dengan tokoh HR yang lain.

Hari ini, 11 tahun kemudian, di blog pak Josef sudah terkumpul lebih dari 800 artikel. Dari sinilah sumber tulisan-tulisan di buku beliau. Tak terasa, sudah 5 buku.. Apabila kita berpikir untuk menulis 5 buku, pasti effort-nya luar biasa. Satu buku saja rasanya kita tidak sanggup. Tetapi apabila task itu dipecah-pecah menjadi task kecil, dan dijalankan dengan disiplin, maka semuanya dapat terwujud.

Buku kelima “Memanusiakan Manusia, Seni Mengangkat Harkat Karyawan sebagai Manusia” muncul karena concern pak Josef akan kejadian di dunia HR belakangan ini. Kami mendengar cerita tentang PHK yang dilakukan dengan cara yang tidak manusiawi. Memanusiakan manusia bukanlah hal yang baru, namun terkadang kita lupa dan perlu diingatkan.

“Isu memanusiakan manusia tetap hangat sepanjang waktu. Kita akan terus saling mengingatkan agar dalam praktik sehari-hari kita sejalan dengan pemahaman,” quote dari pak Josef di buku Memanusiakan Manusia.

Buku ini mengumpulkan cerita-cerita praktik nyata dan sederhana di beberapa perusahaan tempat pak Josef pernah bekerja antara lain di Unilever, Indofood, dan Danamon, yang akan menginspirasi dan mengingatkan kembali peran para leader untuk nguwonge uwong alias memanusiakan manusia.

Buku kelima ini kembali hadir pada tanggal 11 November 2023, yang semakin memberi makna angka 11–11 untuk pak Josef Bataona. Buku sudah tersedia di toko buku Gramedia serta dapat dipesan melalui link berikut ini, kalau mau disertai tanda-tangan penulis, http://bit.ly/47wv4xq.

 

 

 

 

Written by Meisia Chandra

CMO and Founder DigiHR, Freelance Writer

 

Source: https://medium.com/@mei168/angka-11-11-dan-pak-josef-bataona-f68db36fd535

 

“Don’t wait for the right opportunity: create it.” (George Bernard Shaw)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...


Recent Post

  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna
  • Saya Adalah Pemimpin (I Am a Leader)
  • Transformasi Ke Level Berikutnya