Posted on August 20th, 2021
“In a world where money is no longer the primary motivating factor for employees, focusing on the employee experience is the most promising competitive advantage that organizations can create.” (Jacob Morgan)
KETIDAKPASTIAN masih terus berlanjut, dan entah sampai kapan. Sementara itu banyak yang mulai mengambil ancang-ancang tentang New Normal Era. Tapi kapan? Dengan demikian tantangan kita menjadi berganda. Bagaimana menghadapi situasi saat ini, dan bagaimana mempersiapkan masa mendatng. Karena itu, saat ditanya moderator di SWA Webinar, “Bagaimana menurut pengamatan Pak Josef terkait Human Capital sebelum pandemic dan setelah pandemic? Apakah ada perbedaan yang signifikan? Saya menanggapinya dengan pernyataan:
“Belum pernah terjadi sebelumnya, peran Human Capital menjadi begitu penting, hadir di atas pentas bisnis. Ada kesempatan! Apakah kesempatan ini dimanfaatkan?”
Akselerasi: Bagaimana Menyikapinya?
Tema webinar tersebut adalah: “Reinventing Human Capital in The New Normal Era.”

Banyak ide2 yang perlu dijalankan sebelum pandemi, saat kita bicara tentang industry 4.0 dan disruption dan digitalisasi. Namun irama penerapan berbeda di berbagai industry.
Begitu Covid-19 hadir, semua dipaksa untuk bersahabat dengan teknologi. Berbagai aplikasi mulai dari talent acquisition sampai karyawan pensiun/berhenti diperkenalkan dan semua dipacu untuk belajar. Banyak Strategy Human Capital dirancang seputar akselerasi digitalisasi. Gembira menyaksikan perubahan cepat yang dilakukan perusahaan yang sadar tentang ini.
Ini bukan saja berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi dengan paradigma baru, perubahan mindset dan perilaku seputar itu. Misalnya bagaimana para senior harus jalan seirama dengan generasi muda yang lebih paham teknologi. Bagaimana bisa belajar secara online dimana saja, kapan saja dengan tool apa saja, bukan sekedar mengubah kelas menjadi sesi webinar dsb. Bagaimana menerapkan komunikasi online sambil mempertahankan Human Touch.
Lalu, apa saja yang perlu disiapkan oleh HC untuk dapat thrive dalam new normal era?
Employee experience menjadi fokus penting yang dikemukakan berbagai survey, saat berbicara tentang meningkatkan employee engagement. Survey berikut sedikit memberikan gambaran, pentingnya Employee Experience.
The Impact Of Covid-Related Stress On Employee Engagement sesuai The 2020 HR Sentiment Survey, Future Workplace LLC

Untuk itu perlu diperhatikan beberapa hal penting:
Seperti yang saya sampaikan tadi, perubahan besar sedang dan akan terus terjadi. Karena itu kejelian organisasi untuk mengidentifikasi kebutuhan akan kesiapan kerja (employability) karyawannya sangat penting: Learning, Unlearning dan Relearning. Namun dengan pendekatan yang sudah berubah, bukan sekedar digitalisasi, tapi juga proses karyawan mendaptkan kesempatan belajar harus lebih simple, kalau perlu karyawan menentukan sendiri kebutuhan belajarnya apa, belajarnya kapan dengan alat apa dan lain-lain, bukan sekedar berada di kelas online.
Bangun Pengalaman Positif
Digitalisasi bukan sekedar pilihan tapi keharusan, termasuk digitalisasi HC system. Employee experience dimulai dari sejak karyawan melamar dan bergabung, sepanjang kariernya di perusahaan, hingga dia berhenti/pension. Employee experience berkaitan dengan bagaimana karyawan engage dengan organisasi, dengan pimpinan, rekan kerja dan semua terkait. Persepsi karyawan berdasarkan yang dialami.
Karyawan punya tugas untuk dikerjakan sesuai job description. Para leader perlu memfasilitasi agar dalam mengerjakan job description, karyawan menemukan pengalaman yang menyenangkan tanpa ada rasa keterpaksaan (employee experience). Dan saat leader membantu karyawannya untuk bisa menemukan MAKNA penting dibalik apa yang dia kerjakan, maka karyawan itu akan mendapatkan motivasi besar untuk terus bekerja dan tumbuh bersama tumbuhnya perusahaan itu. I

Melissa Anzman, (The Employee Experience Solution: Transform Employee Engagement, Improve Workplace Culture, and Drive Results) mengajak kita semua, bahwa saatnya untuk beralih dari pola engagement untuk mengakomodasi apa yang dicari karyawan: a career that’s more than just a job — an experience. Dia mendefinisikan employee experience sebagai:
“All of the ways in which your employees interact with your company, leaders, and Human Resources, leading to one consistent, pre-defined experience. This experience shapes each employee’s perspective about the company as a whole — including their personal attachment/loyalty, engagement, motivation, drive, and desire.”
Ragam program sengaja diciptakan untuk memungkinkan proses engagement leader dan karyawan membangun pengalaman positif dalam interaksi tersebut. Dari mana memulainya? Pilihan ada di tangan perusahaan. Namun bilamana berhasil, maka karyawan akan menjadi ambassador, angels, iklan gratis tentang organisasimu.
“If you are a parent, you have probably already realized that your children are always watching what you do. And just as children watch their parents and emulate their behavior, so do employees who are watching their bosses.” (John C. Maxwell)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...