Posted on October 9th, 2026
“Rencana hanya tetap menjadi rencana. Langkah memulai yang akan membuahkan hasil.” (Josef Bataona) Saat memasuki lift di lobi, beberapa karyawan membawa barang dengan kedua tangan. Mereka bercanda ceria, wajah mereka terlihat gembira sebelum mulai bekerja. Tombol lantai sudah ditekan: lantai 15 dan 17. Beberapa saat berlalu, lift masih terbuka dan tidak bergerak. Sampai akhirnya seseorang menyadari: tombol tutup belum ditekan. Seketika mereka semua tertawa, menertawakan diri mereka. Saya kemudian menggunakan kejadian sederhana itu sebagai pembuka ketika berbagi tentang Persiapan Masa Purna Bakti. Bukankah kehidupan kita menjelang pensiun juga kadang seperti itu? Kita sudah menentukan “lantai” yang ingin dituju. Sudah membuat rencana. Sudah membayangkan kehidupan setelah pensiun. Tetapi, kalau tidak ada tindakan yang dilakukan, kita bisa saja tetap berada di tempat yang sama. Rencana saja tidak cukup. Kita perlu menekan tombol “start”. Pensiun Bukan Hanya Soal Finansial Saat istirahat di sesi sebelumnya, seorang peserta mengatakan sesuatu yang menarik. Ia dan … Continue reading
Posted on September 11th, 2026
“What matters is not what we take from life, but what we leave in the hearts of others.” Perjalanan ke Lampung sebenarnya sudah selesai. Lima mobil kembali menyeberangi Selat Sunda. Rutinitas menunggu di Jakarta. Pekerjaan kembali berjalan seperti biasa. Tetapi ada beberapa hal yang rasanya masih tertinggal. Bukan di hotel. Bukan di Pondok Nelayan Lempasing. Bukan pula di dalam mobil atau kapal ferry. Tetapi di dalam pikiran. Apa sebenarnya yang kita bawa pulang dari sebuah perjalanan bersama keluarga? Berikut foto bersama di Pondok Nelayan Lempasing. Dari bersenang-senang menjadi belajar Kami meminta setiap peserta menjawab dua pertanyaan sederhana: Apa yang paling menyenangkan dari perjalanan ini? Dan pengalaman apa yang bermanfaat untuk kehidupan ke depan? Jawabannya beragam: Ada yang menyukai hotel. Ada yang senang kulineran. Ada yang senang berenang. Ada yang menikmati naik kapal. Tetapi di balik jawaban sederhana itu muncul sesuatu yang lebih dalam. Bahagia kumpul dengan keluarga. Bahagia ternyata lebih … Continue reading
Posted on July 17th, 2026
“The unexamined life is not worth living.” (Socrates) Setiap ulang tahun selalu membawa ruang untuk berhenti sejenak. Bukan sekadar mensyukuri bertambahnya usia, tetapi juga merenungkan perjalanan yang telah dilalui dan arah yang masih ingin dituju. Tahun ini, ada tiga peristiwa yang hadir hampir bersamaan. Tiga peristiwa sederhana yang saya rasakan seperti tiga cermin. Masing-masing membantu saya melihat kehidupan dari sudut yang berbeda. Cermin Pertama: Apa yang Dilihat Orang Lain Sebuah pesan dari sahabat saya, Pak Wirjawan, membuat saya terdiam cukup lama. “Di dunia profesional, Pak Josef dikenal sebagai jagoan bidang Human Capital. Mulai dari consumer good sampai perbankan. Tapi lebih dari itu, Pak Josef mengingatkan kita bahwa perusahaan hebat bukan dibangun oleh angka, tapi oleh manusia yang bertumbuh, dihargai, dan dimanusiakan. Kita juga mengetahui Pak Josef seorang penulis. Tulisan Pak Josef bukan sekadar kata. Ia jadi cermin, jadi tamparan lembut, jadi pengingat bahwa memimpin itu soal hati, bukan hanya … Continue reading
Posted on June 19th, 2026
(Blog Seribu Tulisan) “Your story is the greatest legacy that you will leave to your friends. It’s the longest-lasting legacy you will leave to your heirs.” (Steve Saint) HIDUP INI SINGKAT. Sesaat lagi kita akan melangkah pergi, meninggalkan lingkungan dimana kita melayani, meninggalkan orang-orang yang membersamai kita dalam perjalanan sejauh ini. Di titik ini, setiap kita akan mengajukan pertanyaan yang sama: apa yang benar-benar kita tinggalkan? Diniatkan Apa yang akan kita tinggalkan di akhir perjalanan kita, bukan sesuatu yang muncul kebetulan. Sesuatu yang diniatkan, dalam bentuk apa yang ingin dicapai dalam kehidupan ini. Selanjutnya dibangun kebiasaan dan langkah secara konsisten untuk mencapainya. Dalam perjalanan itu orang bisa memperoleh jabatan mentereng, pencapaian yang bagus. Tapi yang paling penting dari semua itu adalah MAKNA. Apa dampak positif yang kita ciptakan untuk kehidupan banyak orang. Berapa banyak leader yang kita ciptakan. Berapa banyak orang yang membersamai kita menuju ke puncak karier, bukan sebagai pengikut, … Continue reading
Posted on April 17th, 2026
“Once you understand your WHY, you’ll be able to clearly articulate what makes you feel fulfilled and to better understand what drives your behavior when you’re at your natural best.” (Simon Sinek) LAMAURI, Novel yang ditulis Fince Bataona, bukan sekadar cerita tentang kehidupan masyarakat nelayan di Lamalera, Pulau Lembata. Ia adalah cermin nilai hidup, tentang makna bekerja, refleksi diri, fokus, dan kebahagiaan yang lahir dari hati yang selaras. Di balik kisah sederhana tentang perahu, laut, dan peran seorang perempuan yang disimbolkan dengan Lamauri (jurumudi), tersimpan pelajaran yang sangat relevan bagi kehidupan modern, bahkan bagi dunia kepemimpinan hari ini. WHY: Mengapa Engkau Bekerja? Salah satu pertanyaan paling kuat dalam buku ini muncul dari dialog sederhana: “Mengapa kau harus bekerja? Apa alasanmu bekerja?” Pertanyaan ini mengingatkan kita pada konsep Simon Sinek dalam bukunya FIND YOUR WHY, yang menekankan bahwa orang yang mengetahui “WHY”-nya tidak hanya bekerja untuk hasil, tetapi untuk makna. Dalam … Continue reading
josef:
Terima kasih pak Aktry Sani Husni, kalau saya bisa kalianpun bisa, dimulai dengan hal kecil keseharian. Yang...
Aktry sani Husni:
Bapak luar biasa, banyak ide sederhan yang muncul setelah mendengarkan materi bapak. Salah satu nya...
josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...
lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...
josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....