Posted on July 17th, 2026
“The unexamined life is not worth living.” (Socrates) Setiap ulang tahun selalu membawa ruang untuk berhenti sejenak. Bukan sekadar mensyukuri bertambahnya usia, tetapi juga merenungkan perjalanan yang telah dilalui dan arah yang masih ingin dituju. Tahun ini, ada tiga peristiwa yang hadir hampir bersamaan. Tiga peristiwa sederhana yang saya rasakan seperti tiga cermin. Masing-masing membantu saya melihat kehidupan dari sudut yang berbeda. Cermin Pertama: Apa yang Dilihat Orang Lain Sebuah pesan dari sahabat saya, Pak Wirjawan, membuat saya terdiam cukup lama. “Di dunia profesional, Pak Josef dikenal sebagai jagoan bidang Human Capital. Mulai dari consumer good sampai perbankan. Tapi lebih dari itu, Pak Josef mengingatkan kita bahwa perusahaan hebat bukan dibangun oleh angka, tapi oleh manusia yang bertumbuh, dihargai, dan dimanusiakan. Kita juga mengetahui Pak Josef seorang penulis. Tulisan Pak Josef bukan sekadar kata. Ia jadi cermin, jadi tamparan lembut, jadi pengingat bahwa memimpin itu soal hati, bukan hanya … Continue reading
Posted on June 19th, 2026
(Blog Seribu Tulisan) “Your story is the greatest legacy that you will leave to your friends. It’s the longest-lasting legacy you will leave to your heirs.” (Steve Saint) HIDUP INI SINGKAT. Sesaat lagi kita akan melangkah pergi, meninggalkan lingkungan dimana kita melayani, meninggalkan orang-orang yang membersamai kita dalam perjalanan sejauh ini. Di titik ini, setiap kita akan mengajukan pertanyaan yang sama: apa yang benar-benar kita tinggalkan? Diniatkan Apa yang akan kita tinggalkan di akhir perjalanan kita, bukan sesuatu yang muncul kebetulan. Sesuatu yang diniatkan, dalam bentuk apa yang ingin dicapai dalam kehidupan ini. Selanjutnya dibangun kebiasaan dan langkah secara konsisten untuk mencapainya. Dalam perjalanan itu orang bisa memperoleh jabatan mentereng, pencapaian yang bagus. Tapi yang paling penting dari semua itu adalah MAKNA. Apa dampak positif yang kita ciptakan untuk kehidupan banyak orang. Berapa banyak leader yang kita ciptakan. Berapa banyak orang yang membersamai kita menuju ke puncak karier, bukan sebagai pengikut, … Continue reading
Posted on April 17th, 2026
“Once you understand your WHY, you’ll be able to clearly articulate what makes you feel fulfilled and to better understand what drives your behavior when you’re at your natural best.” (Simon Sinek) LAMAURI, Novel yang ditulis Fince Bataona, bukan sekadar cerita tentang kehidupan masyarakat nelayan di Lamalera, Pulau Lembata. Ia adalah cermin nilai hidup, tentang makna bekerja, refleksi diri, fokus, dan kebahagiaan yang lahir dari hati yang selaras. Di balik kisah sederhana tentang perahu, laut, dan peran seorang perempuan yang disimbolkan dengan Lamauri (jurumudi), tersimpan pelajaran yang sangat relevan bagi kehidupan modern, bahkan bagi dunia kepemimpinan hari ini. WHY: Mengapa Engkau Bekerja? Salah satu pertanyaan paling kuat dalam buku ini muncul dari dialog sederhana: “Mengapa kau harus bekerja? Apa alasanmu bekerja?” Pertanyaan ini mengingatkan kita pada konsep Simon Sinek dalam bukunya FIND YOUR WHY, yang menekankan bahwa orang yang mengetahui “WHY”-nya tidak hanya bekerja untuk hasil, tetapi untuk makna. Dalam … Continue reading
Posted on March 6th, 2026
“I alone cannot change the world, but I can cast a stone across the waters to create many ripples.” (Mother Teresa) Setiap fase kehidupan memiliki kesempatan sendiri. Ada kesempatan membangun karier, kesempatan memimpin, kesempatan membesarkan keluarga. Dan pada waktunya, tiba masa yang sering disalah-pahami: masa purna bakti. Bagi banyak orang, purna bakti terasa seperti titik akhir. Padahal sesungguhnya, ia adalah garis transisi. Bersama istri dan anakku kami secara sungguh-sungguh merencanakan dan menjalani fase ini. Ia tidak datang tiba-tiba, melainkan dipersiapkan melalui percakapan, penyesuaian, dan refleksi yang tidak singkat. Purna bakti bukan berhenti bekerja; ia adalah proses menata ulang cara kita memaknai diri dan hidup. Berikut foto sharing Persiapan Pensiun: Tantangan yang Nyata Ada beberapa tantangan yang nyata dalam memasuki masa ini. Pertama, menata ulang identitas tanpa jabatan. Selama bertahun-tahun, identitas kita melekat pada peran: direktur, manajer, pemimpin, profesional. Ketika jabatan itu dilepaskan, muncul pertanyaan sunyi: Siapa saya sekarang? Di titik … Continue reading
Posted on February 20th, 2026
“Don’t let your learning lead to knowledge. Let your learning lead to action.” (Jim Rohn) Saya berdiri di lantai 20 sebuah hotel di Bandar Lampung. Di bawah sana, terlihat atap-atap rumah: rapat, tenang, nyaris serupa. Sekilas, biasa saja. Namun semakin lama saya memandang, semakin jelas yang saya lihat bukan atap. Yang saya lihat adalah kehidupan. Setiap atap menutupi sebuah keluarga. Di sana ada cerita tentang kerja keras, kegagalan, harapan, dan doa-doa sederhana yang mungkin tidak pernah terdengar. Dan dari ketinggian itu, saya justru diingatkan pada satu hal: tanggung jawab. Atap dan Peran sebagai Orang Tua Sebagai orang tua, atap bukan hanya tempat berteduh. Ia adalah ruang aman tempat anak-anak belajar menjadi dirinya sendiri. Di bawah atap rumah, anak-anak tidak banyak mendengar ceramah. Mereka lebih banyak mengamati cara kita bersikap, cara kita memilih, cara kita bangkit saat jatuh. Saya belajar bahwa pengaruh paling kuat sering kali tidak diucapkan. Ia ditunjukkan. … Continue reading
josef:
Terima kasih mba Malla, setiap kita punya keunikan yang bisa dibagi kepada orang lain. Terkadang kita gunakan...
Malla Latif:
Setiap baca refleksi dari Bapak selalu bikin berhenti sejenak dan re-align arah hidup. Terima kasih ya...
josef:
Terima kasih mba Yana, kita semua sedang belajar asalkan kita membuka mata dan hati kita untuk menyimak semua...
Sriroosyana:
Saya belajar, Saya sedang menjalaninya satu per satu Doakan saya ya, Tata..
josef:
Terima kasih ka Sofia. Senang ada yang bisa dipetik, dibawa pulang. Salam