Beyond the Moment

Posted on September 11th, 2026

Beyond the Moment
 

“What matters is not what we take from life, but what we leave in the hearts of others.” Perjalanan ke Lampung sebenarnya sudah selesai. Lima mobil kembali menyeberangi Selat Sunda. Rutinitas menunggu di Jakarta. Pekerjaan kembali berjalan seperti biasa. Tetapi ada beberapa hal yang rasanya masih tertinggal. Bukan di hotel. Bukan di Pondok Nelayan Lempasing. Bukan pula di dalam mobil atau kapal ferry. Tetapi di dalam pikiran. Apa sebenarnya yang kita bawa pulang dari sebuah perjalanan bersama keluarga?  Berikut foto bersama di Pondok Nelayan Lempasing. Dari bersenang-senang menjadi belajar Kami meminta setiap peserta menjawab dua pertanyaan sederhana: Apa yang paling menyenangkan dari perjalanan ini? Dan pengalaman apa yang bermanfaat untuk kehidupan ke depan? Jawabannya beragam:  Ada yang menyukai hotel. Ada yang senang kulineran. Ada yang senang berenang. Ada yang menikmati naik kapal. Tetapi di balik jawaban sederhana itu muncul sesuatu yang lebih dalam. Bahagia kumpul dengan keluarga. Bahagia ternyata lebih … Continue reading →

Tiga Cermin di Momen Bahagia

Posted on July 17th, 2026

Tiga Cermin di Momen Bahagia
 

“The unexamined life is not worth living.” (Socrates) Setiap ulang tahun selalu membawa ruang untuk berhenti sejenak. Bukan sekadar mensyukuri bertambahnya usia, tetapi juga merenungkan perjalanan yang telah dilalui dan arah yang masih ingin dituju. Tahun ini, ada tiga peristiwa yang hadir hampir bersamaan. Tiga peristiwa sederhana yang saya rasakan seperti tiga cermin. Masing-masing membantu saya melihat kehidupan dari sudut yang berbeda.   Cermin Pertama: Apa yang Dilihat Orang Lain Sebuah pesan dari sahabat saya, Pak Wirjawan, membuat saya terdiam cukup lama. “Di dunia profesional, Pak Josef dikenal sebagai jagoan bidang Human Capital. Mulai dari consumer good sampai perbankan. Tapi lebih dari itu, Pak Josef mengingatkan kita bahwa perusahaan hebat bukan dibangun oleh angka, tapi oleh manusia yang bertumbuh, dihargai, dan dimanusiakan. Kita juga mengetahui Pak Josef seorang penulis. Tulisan Pak Josef bukan sekadar kata. Ia jadi cermin, jadi tamparan lembut, jadi pengingat bahwa memimpin itu soal hati, bukan hanya … Continue reading →

Legacy Yang Melampaui Waktu

Posted on June 19th, 2026

Legacy Yang Melampaui Waktu
 

(Blog Seribu Tulisan) “Your story is the greatest legacy that you will leave to your friends. It’s the longest-lasting legacy you will leave to your heirs.” (Steve Saint) HIDUP INI SINGKAT. Sesaat lagi kita akan melangkah pergi, meninggalkan lingkungan dimana kita melayani, meninggalkan orang-orang yang membersamai kita dalam perjalanan sejauh ini. Di titik ini, setiap kita akan mengajukan pertanyaan yang sama: apa yang benar-benar kita tinggalkan? Diniatkan Apa yang akan kita tinggalkan di akhir perjalanan kita, bukan sesuatu yang muncul kebetulan. Sesuatu  yang diniatkan, dalam bentuk apa yang ingin dicapai dalam kehidupan ini. Selanjutnya dibangun kebiasaan dan langkah secara konsisten untuk mencapainya. Dalam perjalanan itu orang bisa memperoleh jabatan mentereng, pencapaian yang bagus. Tapi yang paling penting dari semua itu adalah MAKNA. Apa dampak positif yang kita ciptakan untuk kehidupan banyak orang. Berapa banyak leader yang kita ciptakan. Berapa banyak orang yang membersamai kita menuju ke puncak karier, bukan sebagai pengikut, … Continue reading →

Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI

Posted on April 17th, 2026

Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
 

“Once you understand your WHY, you’ll be able to clearly articulate what makes you feel fulfilled and to better understand what drives your behavior when you’re at your natural best.” (Simon Sinek) LAMAURI, Novel yang ditulis Fince Bataona, bukan sekadar cerita tentang kehidupan masyarakat nelayan di Lamalera, Pulau Lembata. Ia adalah cermin nilai hidup, tentang makna bekerja, refleksi diri, fokus, dan kebahagiaan yang lahir dari hati yang selaras. Di balik kisah sederhana tentang perahu, laut, dan peran seorang perempuan yang disimbolkan dengan Lamauri (jurumudi), tersimpan pelajaran yang sangat relevan bagi kehidupan modern, bahkan bagi dunia kepemimpinan hari ini. WHY: Mengapa Engkau Bekerja? Salah satu pertanyaan paling kuat dalam buku ini muncul dari dialog sederhana: “Mengapa kau harus bekerja? Apa alasanmu bekerja?” Pertanyaan ini mengingatkan kita pada konsep Simon Sinek dalam bukunya FIND YOUR WHY, yang menekankan bahwa orang yang mengetahui “WHY”-nya tidak hanya bekerja untuk hasil, tetapi untuk makna. Dalam … Continue reading →

Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut

Posted on March 6th, 2026

Ketika Jabatan Berakhir -  MAKNA Berlanjut
 

“I alone cannot change the world, but I can cast a stone across the waters to create many ripples.” (Mother Teresa) Setiap fase kehidupan memiliki kesempatan sendiri. Ada kesempatan membangun karier, kesempatan memimpin, kesempatan membesarkan keluarga. Dan pada waktunya, tiba masa yang sering disalah-pahami: masa purna bakti. Bagi banyak orang, purna bakti terasa seperti titik akhir. Padahal sesungguhnya, ia adalah garis transisi. Bersama istri dan anakku kami secara sungguh-sungguh merencanakan dan menjalani fase ini. Ia tidak datang tiba-tiba, melainkan dipersiapkan melalui percakapan, penyesuaian, dan refleksi yang tidak singkat. Purna bakti bukan berhenti bekerja; ia adalah proses menata ulang cara kita memaknai diri dan hidup. Berikut foto sharing Persiapan Pensiun: Tantangan yang Nyata Ada beberapa tantangan yang nyata dalam memasuki masa ini. Pertama, menata ulang identitas tanpa jabatan. Selama bertahun-tahun, identitas kita melekat pada peran: direktur, manajer, pemimpin, profesional. Ketika jabatan itu dilepaskan, muncul pertanyaan sunyi: Siapa saya sekarang? Di titik … Continue reading →

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...

lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...

josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....

Rani Wijaya:
Pak Josef, saya salah satu peserta di purna bakti ini dan senang sekali sudah mengulik AHA saya :...

josef:
Terima kasih Rina. Bisa juga refleksinya dibuat bertahap. Sepuluh tahun dari sekarang Rina mau jadi apa? Untuk...


Recent Post

  • Menerima Kebaikan dan Membaginya Kembali
  • Mengembangkan Manusia Ketika AI Semakin Pintar
  • Jaga Harmoni Samakan Sudut Pandang
  • Beyond the Moment
  • Creating Moments
  • Sebelum Pensiun, Sudahkah Kita Menyiapkan Diri?
  • Pertemanan yang Mendorong Pertumbuhan
  • Ketika Hidup Menjadi Sekolah Kepemimpinan
  • Dari Best Practice Menuju Next Practice
  • Menjadi Manusia yang Layak Diikuti