Posted on May 26th, 2017
“It doesn’t take strength to win. It takes the true heart of the team to win.” (Emily Voyles)
PROGRAM FORMAL diakhiri dengan membuat komitmen untuk ditindak-lanjuti, yang intinya berasal dari tema “Change Starts with Me.” Itu merupakan komitmen individu, yang kalau dirangkum maka akan menjadi komitmen bersama. Akan tetapi, kami masih membutuhkan semacam perekat, menghubungkan semua individu anggota tim, dalam kerlekatan yang erat, sehingga bukan merupakan lagi jumlah banyak orang, tapi sudah merupakan satu kesatuan.
Malam Kebersamaan
Perekat tersebut di atas dirancang dalam acara Malam Kebersamaan, dalam suasana yang sangat informal santai, di roof-top. Tidak ada pengaturan khusus, setiap orang bisa ngobrol dengan siapa saja secara leluasa. Tidak ada meja VIP atau tempat khusus untuk orang tertentu. Semua bisa memilih duduk atau berdiri sambil makan dan ngobrol di bawah langit terbuka. Ada acara musik sebagai pengiring makan malam.

Ada pembagian hadiah dari berbagai game. Dan ada sumbangan lagu oleh peserta, Ada juga sumbangan gerak juga oleh peserta. Tarian Pato-pato dipandu oleh seorang Pangantaseng, istilah yang digunakan untuk pemimpin tari atau pemberi aba-aba; menyusul Tari Poco-poco dan gemu famire. Semuanya melebur, menyatu dalam kebersamaan untuk menikmati keakraban ini, diselingi gelak tertawa. Kata orang bijak:
“If you can laugh together, you can work together.” (Robert Orben)
Itulah perekat pertama. Dan perekat kedua, baru hadir keesokan harinya, dengan judul: Indofood Menanam.

Kontribusi bagi Masyarakat Setempat
Acara di hari ketiga dirancang untuk memberikan sedikit kontribusi kepada masyarakat setempat, sebagai sumbangan untuk melestarikan lingkungan. Pilihannya jatuh pada Aktivitas Menanam Mangrove jenis Bruguera di Desa Tiwoho Kabupaten Minahasa Utara.

Sebelum acara dimulai, kami berkesempatan untuk mendapatkan paparan dari Laurens, yang mengambil inisiatif sendiri sejak 1998, setelah mendapat inspirasi dari seorang teman NGO. Dia tergerak setelah mengetahui betapa besarnya manfaat pohon mangrove untuk kehidupan masyarakat. Seakan Laurens sungguh-sungguh menghayati pesan penting ini:
“Take care of the earth and she will take care of you.” (Unknown)
Sekarang daerah ini menjadi tempat penelitian berbagai jenis mangrove yang berada di sana. Walau demikian, masih banyak wilayah pantai yang perlu uluran tangan untuk perbaikan. Foto Laurens (atas) dan Kepala Desa (bawah) yang menyambut gembira inisiatif ini.

Kegiatan ini kami lakukan dengan mengikut-sertakan masyarakat di Desa Tiwoho, yang dihadiri sendiri oleh Kepala Desa dan perangkat desa dan kami akhiri dengan makan siang bersama masyarakat setempat.

Semoga inisiatif kecil ini bisa membantu memperbaiki lingkungan pantai yang rusak, untuk kepentingan kehidupan masyarakat setempat.
Acara telah usai, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, baik dari pusat maupun Manado/Bitung. Juga kepada pimpinan cabang kami di Bitung dan juga seluruh peserta. Semoga komitmen yang sudah dibuat, akan ditindak-lanjuti dengan sungguh-sungguh.
“When we heal the earth, we heal ourselves.” (David Orr)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...
Kepedulian untuk melestarikan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua….mulai dari diri kita sendiri utk anak cucu kita..
Setuju sekali Benny Mamoto, dan kesadaran tentang ini harus dimunculkan dar waktu ke waktu, termasuk untuk saling mengingatkan. Terima kasih komennya