Posted on May 11th, 2018
“The content of your character is your choice. Day by day, what you choose, what you think and what you do is who you become.” (Heraclitus)
PEDULI PENGEMBANGAN KARYAWAN. Mungkin ini adalah tanggapan spontan, saat menyaksikan berbagai kegiatan di lantai 3A kantor ini. Selama dua hari perusahaan menampilkan berbagai booth yang menjelaskan tentang beberapa key inisiatives yang dilakukan oleh departemen Human Resources.
Sebut saja booth Talent Acquisition, booth GLOE (Global Leadership and Organization Effectiveness); booth Talent Management dan sebagainya. Semua karyawan, yang 50% adalah millenial diundang untuk mampir mendapatkan penjelasan di sana. Inisiatif ini untuk memperteguh kepercayaan karyawan, bahwa perusahaan peduli pada pengembangan karyawan, dan merancang berbagai langkah agar karyawan bisa menggali dan mengembangkan potensi dirinya untuk mendapatkan kesempatan berkarya di berbagai bidang di perusahaan ini.
Foto bersama Panitia usai berbagi.

Unleash Your Potential
Saya diundang untuk berbagi dengan topik ‘Unleash Your Potential’. Pertanyaannya, setelah potensi di unleash, lalu apa?
Karena itu saya membuatnya lebih tajam dengan memilih topik: A Brand Called YOU. Dalam konteks marketing sebuah produk, yang merancang Brand adalah pemilik Brand tersebut. Demikian juga Brand Pribadi, seyogyanya yang bersangkutan yang bertanggung jawab dalam merancang apa yang diharapkan menjadi tanggapan spontan orang begitu mendengar namanya atau bila bertemu langsung.

Dengan mengambil judul seperti itu, pesan yang ingin saya garis-bawahi adalah setiap kita bertanggung-jawab atas label apapun yang diberikan orang kepada kita, di komunitas yang berbeda-beda. Sayang sekali kalau kita tidak mengambil inisiatif untuk merumuskannya. Untuk itu, langkah yang saya tawarkan adalah:
Foto bersama Pak Legowo, seorang Pemimpin yang humble, yang kehadirannya mendemonstrasikan interest dan kepedulian tentang pengembangan karyawan.

Menatap Masa Depan
“Saya orangnya cerewet,” ujar seorang peserta dengan jujur, apakah saya harus membuat diri menjadi lebih calm, dalam proses self-branding?
Yang menarik, saat pernyataan diucapkan, “saya orangnya cerewet” tak sadar saya mendengar celetukan spontan “Emang”, dari deretan peserta lainnya. Ini memperlihatkan bahwa label cerewet saat itu sudah melekat pada dirinya, dan itulah reaksi spontan teman-temannya bila kita menyebut namanya.
Tanggapan saya:
Peserta berkesempatan untuk mendapat buku “Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku”, atau buku kedua, “#CURHATSTAF: Seni Mendengarkan bagi Para Pemimpin”.

Pilihan di Tangan Anda
Sesi sharingku adalah satu dari beberapa sharing dengan pembicara dari luar, yang panitia pilihkan untuk memberi kesempatan karyawannya dari berbagai lini dan level untuk belajar. Semua booth yang dihadirkan, adalah sebuah langkah positif untuk memberikan rasa aman karyawan yang sebagiannya adalah millennial, bahwa dengan tinggal lebih lama di perusahaan ini, mereka berkesempatan untuk berkarier, bukan saja di divisi yang mereka tempati ini, tapi juga di divisi lainnya.
Saat saya menyiapkan tulisan ini, saya juga melihat berita di sosial media, kalau perusahaan ini menerima Penghargaan sebagai The Best Company to Work for in Asia 2018, untuk tahun ketiga berturut-turut. Congratulation !
Perusahaan sudah dan akan menyajikan berbagai kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri, untuk mempersiapkan masa depan. Sekarang, pilihan ada di tangan masing-masing karyawan, apakah mau memanfaatkan kesempatan itu untuk bisa lari cepat meraih cita-citanya.
“We all find ourselves in situations that at times seem hopeless. And, we all have the choice to do nothing or take action.” (Catherine Pulsifer)
Selain hadir di blog: https://www.josefbataona.com/
Saya juga bisa ditemui di:
josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...
Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...
josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...
josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...
josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...