Yang Dibanggakan Karyawan

Posted on February 12th, 2016

“Recently, I was asked if I was going to fire an employee who made a mistake that cost the company $600,000. No, I replied, I just spent $600,000 training him. Why would I want somebody to hire his experience?” (Thomas John Watson Sr)

PROSPEK KARIER di perusahaan ini bagus, demikian komentar karyawan baru yang ditanyai. Perusahaan ini sangat sukses, jadi kita bisa sukses bersamanya. Perusahaan ini sangat peduli pada lingkungan, pada masyarakat di sekitar tempat operasinya, kegiatan CSR-nya menyentuh kebutuhan mereka. Saya suka tantangan, dan menurut cerita teman, di perusahaan ini kita  mempunyai banyak kesempatan untuk bereksperimen. Ide-ide kreatif kita sangat dihargai. Itulah sebabnya, proses inovasi di sini benar-benar jalan.

Kira-kira demikian beberapa komentar, sekaligus merupakan alasan di balik keputusan karyawan baru untuk bergabung dengan perusahaan tertentu. Ini bukan sebuah survey yang komprehensif, namun sudah bisa memberikan kita indikasi tentang elemen penting apa yang diharapkan karyawan yang baru.

Pemahaman Seluruh Organisasi

Dalam sebuah artikelnya yang berjudul: “Why Employer Branding Matters Now More than Ever”, Bob Kelleher berkisah tentang pengalamannya membantu sebuah perusahaan untuk meningkatkan employee engagement-nya. Dari berbagai pertemuan, dia mendapatkan paparan betapa perusahaan mengambil berbagai langkah serius dengan biaya mahal untuk memahami customer. Tetapi ketika perusahaan menyajikan data tentang karyawan yang tidak engaged dan tingkat turnover karyawan tinggi, dia bertanya kepada para pimpinan:

“Mengapa mereka bekerja pada perusahaan ini?” Mereka terdiam, mikir.

“Mengapa karyawannya masih bertahan?” Mereka tidak yakin.

“Apa yang menjadi employer brand-nya?” Mereka mengaku tidak tahu

Kemudian Bob Kelleher berujar:

“So, here we have a company that was spending a lot of time and money to better understand their customers, but had no idea who their employees were?”

Memahami karyawan hendaknya sama upayanya seperti berusaha memahami customer. Karena itu dalam situasi seperti di atas, Bob Kelleher mengingatkan para pimpinan perusahaan, bahwa persoalan mereka bukan employee engagement:

“You don’t have an employee engagement issue. You have a hiring issue. Quite simply, you don’t understand who your employees are, who excels at your firms, and how you can hire the best people.”

Pengalaman Nyata Karyawan

Sejak proses rekrutmen, calon sudah mulai mendapatkan pengalaman nyata, berkaitan dengan janji dalam Employer Branding (kalau ada) atau setidaknya yang disampaikan saat proses rekrutmen terjadi. Lebih gamblang lagi, ketika karyawan baru, melangkah memasuki gerbang perusahaan dan memulai kehidupan nyata di sana. Mereka akan mulai mencocokkan aspirasi mereka dengan janji perusahaan dan kenyataan.

Perlu dicatat bahwa karyawan baru, ada lebih dari satu, dan mereka masuk di divisi yang berbeda. Pertanyaannya adalah: “Apakah mereka akan mendapatkan perlakuan yang sama dari kepala bagian yang berbeda-beda?” Dari sinilah dirasakan pentingnya sebuah panduan Employer Brand, demi menyamakan pemahaman dan tindak. Ini akan berlaku di seluruh proses interaksi dalam bekerja setiap hari.

Foto berikut ini adalah momen kebersamaan dengan seluruh timku. Bila diramu secara matang, maka akan mempertebal kebersamaan, kekeluargaan, saling membahagiakan, kerjasama tim, dan lain-lain.

Photo1

Employee Value Proposition

Dalam sebuah artikel di Recruitment.com, artikel berjudul “6 Langkah Membangun Employee Value Proposition (EVP)” menggambarkan EVP sebagai karakteristik dan daya tarik untuk bekerja di sebuah organisasi:

“It’s the combination of rewards, benefits and opportunities you promise to provide employees in exchange for their productivity, time and energy.

It includes tangible things like salary, benefits, and special employee programs (think: training & development, wellness programs or  exible vacation time).

And it also includes intangible elements. The things that don’t show up on a paycheck but are equally important. Consider an engaging company culture, a fast-growth future, challenging work, an altruistic mission, or the opportunity to excel professionally.”

Singkat kata, EVP adalah apa saja yang karyawanmu banggakan, kalau tidak mau dibilang pamer, bila bercerita pada teman-teman mereka: “Basically, an EVP is everything your employees brag about to their peers.”

Aspek berkaitan dengan EVP seperti digambarkan dalam slide berikut ini:

Photo2

Ada aspek yang sering luput dari perhatian kita adalah “intangible elements”. Dan sering hal yang intangible ini, justru keluar dari mulut karyawan kalau kita melakukan survey, misalnya:

  • “Bekerja dalam tim, kami merasakan nilai kekeluargaan.”
  • “Kami merasa dihargai, pikiran, pendapat dan kontribusi kami.”

Dan masih banyak lagi yang bisa kita dengarkan bila kita mau turun ke bawah, membaur dengan karyawan kita sendiri. Dan nilai-nilai seperti itu punya daya jual tinggi ketika kita berbicara dengan calon pencari kerja, karena itu bukan kata perusahaan, tapi kata karyawan.

Keseharian dan Akses Informasi

Paparan kami di atas dibuat tanpa memberikan penilaian apakah sudah cukup untuk membuat karyawan betah tinggal berlama-lama di perusahaan, berjuang dan tumbuh bersama perusahaan. Seluruh aspek EVP akan terasa juga di seluruh proses yang dialami, sejak karyawan masuk hingga pension: from hire to retire.

Tidak ada EVP yang sempurna, yang ada adalah langkah tulus dari waktu ke waktu untuk me-review elemen-elemen menarik bagi karyawan dan calon karyawan untuk menyesuaikan dengan perkembangan terakhir. Jangan lupa juga, bahwa karyawan punya akses informasi luas, baik melalui informasi langsung dari teman-temannya di perusahaan lain, ataupun dari dunia maya. Belum lagi ditambah dengan godaan-godaan dari head-hunter yang tidak henti-hentinya mengkampanyekan EVP perusahaan lain, demi mendapatkan talenta unggul dari perusahaan lain.

“Everyone talks about building a relationship with your customers. I think you build one with your employees first.” (Angela Ahrendts)

Bookmark and Share

2 Responses to Yang Dibanggakan Karyawan

  1. anjar sujatmiko says:

    Dear pak Josef,
    Terima kasih atas pencerahannya dan sudah diingatkan kembali. EVP sangat penting namun sering banyak dilupakan. Saatnya utk improvement.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan