Mensyukuri Sebagai Ungkapan Kebahagiaan

Posted on October 20th, 2015

“If you feel you are not experiencing enough joy, you have only yourself to blame.” (David E Bresler)

GAIRAH SELURUH TIM dalam perjalanan ke Cirebon kali ini terasa beda. Seakan energinya tidak ada habisnya. Kepadatan acara di hari pertama seakan menambah gairah untuk hari berikutnya.

Setiap anggota tim mengambil bagian dalam menciptakan keceriaan yang membawa kebahagiaan. Dan semua ini menjadi alasan untuk mensyukuri. Bila kita terus menerus menemukan hal-hal yang layak disyukuri, maka tidak akan ada banyak waktu tersisa untuk memikirkan hal-hal negatif.

Mengukir Senyum di Keraton Sasepuhan

Tidak banyak yang kita ketahui dari pelajaran sejarah tentang apa yang ada di Cirebon, kalau saja kita tidak sempatkan untuk datang sendiri. Ini merupakan warisan leluhur yang perlu dilestarikan dan dimasyarakatkan lebih luas lagi.

Banyak peninggalan di Keraton ini yang mungkin perlu perhatian lebih serius untuk merawatnya, termasuk bangunan dan lingkungannya. Selain mendengar kisah Keraton dan berbagai peninggalannya, tim tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto, entah bersama atau sendiri-sendiri di tempat unik ini.

Beberapa rekaman kami sajikan di sini.

foto1-20

Semua itu nampak alami, seakan di lubuk hati terdalam mereka percaya bahwa sukacita tidak akan habis bila dibagi, seperti kata bijak berikut:

“Happiness never decreases by being shared.” (Buddha)

foto2-20

Tim tidak melewatkan kesempatan untuk mampir di pusat pertokoan besar Trusmi, untuk belanja batik dan oleh-oleh.

Perjalanan Tidak Berakhir di Stasiun Kereta Jakarta

Tim dihadapkan pada sebuah pilihan yang nikmat tapi tidak mudah. Bis ternyata membawa kami ke rumah makan yang menyediakan menu khas Cirebon: Empal Gentong dan Sate Kambing Muda. Semua itu adalah nikmat yang harus disyukuri.

Namun masing-masingnya perlu sadar akan batas konsumsi yang disediakan untuk makan siang tersebut. Saya dan beberapa teman memilih membatasi diri, yang lain percaya bahwa kondisi tubuhnya masih bisa mentolerir menu tersebut. Lainnya bahkan kangen sama keluarga di rumah, sehingga memesan untuk dibungkus sebagai oleh-oleh.

Perjalanan dalam kereta, sesudah makan siang, yang membawa kami menuju ke Jakarta, lebih banyak sepi karena sebagian terbuai dalam mimpi tidurnya. Namun mendekati Jakarta, timbul kembali kehebohan. Ada dua tim: Stasiun Jatinegara dan Stasiun Gambir.

foto3-20

Saling mencandai membuat ujung perjalanan ini terasa terlalu cepat sampainya. Kegembiraan perjalanan kebersamaan memang berakhir di stasiun ini, namun kegembiraan terus berlanjut karena akan bertemu dengan keluarga, bermalam minggu bersama.

Peran Lanjutan FishWorld

Dua hari perjalanan yang penuh kesan mendalam sudah berakhir. Namun warna-warni keceriaan perjalanan tersebut masih terasa sangat hidup di tempat kerja.

Cerita pengalaman seakan tiada habisnya selama hari-hari berikutnya. Apalagi ketika FishWorld mulai beraksi memaparkan berbagai foto. Dan itu bukan foto biasa. Ada 39 foto candid yang dikirim anggota tim yang mengikuti sayembara berhadiah.

foto4-20

Mereka mengirim foto tersebut bukan untuk mendapatkan hadiah. Mereka berpartisipasi dalam lomba ini karena mereka percaya bahwa kata-kata saja tidak cukup untuk mengungkap kisah sukacita perjalanan ke Cirebon. Foto akan lebih berperan untuk berkisah.

Sementara itu, di folder CHR, sudah tersimpan ratusan foto yang bisa diakses dan dicopy oleh seluruh anggota tim. Semua itu akan menjadi bukti sebuah perjalanan untuk memupuk kebersamaan.

Dan rekaman kenangan tersebut terus disaksikan selama-berhari-hari, meninggalkan kesan yang berkepanjangan, kesan mendalam tentang upaya memupuk kebersamaan kami di CHR.

Kami saling berbagi kebahagiaan, dan tidak lupa kami mensyukurinya sebagai ungkapan kebahagiaan. Enerji positif yang dibangun, akan menjadi sumber keterlekatan (engagement) di antara kami.

“When we learn to give thanks, we are learning to concentrate not on the bad things, but on the good things in our lives.” (Amy Vanderbilt)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan