No US without U (Bagian 3): Warna-warni Belajar di Alam Terbuka

Posted on October 11th, 2013

“At beach, life is different. Time doesn’t move hour by hour but mood to moment. We live by the currents, plan by the tides and follow the sun.” (unknown)

LINGKUNGAN PINGGIR LAUT membuat tidur bertambah pulas. Tantangan besarnya adalah mengakhiri mimpi dan segera bangun, karena suasana di pagi hari tidak kalah menyenangkan. Saya sudah terbiasa untuk bangun pagi. Tujuan saya tidak lain, mencari spot yang menarik untuk bisa direkam, yang akan saya tampilkan di posting berikutnya. Sementara itu, FISHFun Team sudah siap dengan berbagai acara, bahkan sebelum sarapan.

Pagi Segar untuk Olahraga

First break the rule!! Usai peregangan di Pantai WAO, semua kami diminta berdiri melingkar.

Tim ingin melawan arus peraturan bahwa senam pagi semua harus berdiri berbaris ke depan dan ada satu orang memimpin. Yang kami lakukan adalah: dalam bentuk lingkaran kita semua mengikuti aba-aba senam secara bergilir, dan mengikuti gerak senam pilihan yang mendapat giliran. Ini perlu koordinasi dan disiplin, karena ada yang terjebak  dalam persiapan mental untuk gerak pilihannya, tapi ternyata gerak itu sudah keduluan diambil orang. Semua jadi gelak ketawa lepas karena tingkah teman yang gelagapan itu. Tapi justru FUN, dan lain bisa bantu advis gerakan senam berikutnya.

FUN: Menggelitik Tombol Kekanak-kanakan

Pesan teman yang mengerti psikologi, kalau mau ajak orang, terutama orang dewasa atau orang tua untuk FUN, jangan lupa menggelitiki sisi kekanak-kanakan mereka, karena itulah tombol kunci. Terkadang tombol itu terkunci rapat dalam dirinya sehingga yang muncul adalah jaim (jaga image) yang pada gilirannya juga jaga jarak. Perhatikan beberapa rekaman berikut ini.

Bukankah mereka sedang bermain-main layaknya kita di masa kecil?? Dan tentu saja di luar rencana, saya tidak lewatkan momen itu dengan meminta kita foto bersama di tempat bermain anak-anak yang warna-warni, dan ternyata hasilnya juga diluar dugaan: Cerah, warna-warni, gembira ria!!

 

Jatuh dan Bangun Lagi

Nelson Mandela pernah berkata: “The greatest glory in living lies not in never falling, but in rising every time we fall.”

Aktivitas-aktivitas yang dijalankan di bawah pohon rindang, akan lebih berbicara kalau saya sajikan dalam berbagai gambar di bawah ini. Namun yang menarik untuk ditelaah adalah di sana tidak ada batasan umur, tidak ada batas atasan bawahan. Semua terlibat dalam setiap aktifitas, merasakan kegembiraan secara penuh, membagi kegembiraan pada yang lain. Jatuh bangun pun dirasakan sebagai bagian dari proses itu. Dan tentu saja tidak akan lengkap kalau semua ini tidak diramu untuk satu tujuan: memahami makna kebersamaan dalam tim.

Prestasi Penuh Kegembiraan dengan Dasar Integrity

Semua design program masih dalam tim dan dalam rancang kompetisi. Tentu saja semua ingin menang. Namun di sini rambu Integrity sungguh dijaga. Sana-sini terdengar suara saling mengingatkan kalau ada teman yang nyerempet integritas dalam berlomba.

Di sini keseriusan dalam menyelesaikan tiap game, dibumbui dengan momen yang mengundang tawa ria dan juga sorak gembira kalau tim sudah bisa menyelesaikannya lebih awal. Dan tentu saja di sana-sini di tengah kesibukan tidak pernah ketinggalan untuk foto. Fun, narcis, menikmati, gembira dan entah apa lagi kata yang memadai untuk menggambarkan ini. Dan tentu saja tidak komplit, di tengah terik matahari siang di pinggir laut, kalau tidak tersedia kelapa muda… asyik!!

Makna dan Pembelajaran

Dalam sesi ini, tim telah berhasil menambah lagi pembelajaran tentang makna “No US without You”, untuk bekal kami sekembalinya ke tempat kerja, tambahan dari keenam pembelajaran dalam dua posting terdahulu:

  1. Setiap anggota tim sama pentingnya, mempunyai peran masing-masing demi hasil tim. Karena itu, kita harus saling menghargai satu sama lain.
  2. Luangkan waktu untuk memberikan apresiasi kepada tim. Ada banyak cara memberikan apresiasi, mulai dari ucapan terima kasih atau bentuk lainnya yang dianggap memadai. Tapi apapun itu, lakukan secara tulus, dari dalam hati.
  3. Banyak potensi tim yang belum di tampilkan. Di luar tugas formal, masing-masingnya mempunyai talenta yang hanya bisa ditunjukkan kalau diberi kesempatan.
  4. Rajinlah berbagi ilmu dan pengalamanmu kepada teman-temanmu yang membutuhkan. Ilmu pengetahuanmu tak akan habis dibagi.
  5. Berusahalah untuk menjadi terang bagi sekitarmu, berperilaku positif, dan jadilah CONTOH perilaku positif untuk sekitarmu.
  6. Setiap individu punya kontribusi untuk memberikan warna positif  pada tim, kontribusi terhadap keberhasilan tim sesuai peran masing-masing.
  7. Luangkan waktu untuk program informal di alam terbuka, terutama untuk membangun kebersamaan. Dampaknya luar biasa.
  8. Warna kehidupan dipenuhi dengan jatuh dan bangun. Semuanya memberikan kita pelajaran berarti, kalau kita mau membuka diri untuk belajar.
  9. Jangan kompromi untuk “Integrity”, walau untuk hal kecil sekalipun.

Ikuti juga kelanjutan kisah ini, untuk memahami alam Indonesia yang sangat ramah dan cantik, yang sering kita lupa untuk mensyukuri. Posting selanjutnya adalah: No US Without U (Bagian 4) Bercengkerama dengan Alam.

Untuk mendapatkan rangkaian cerita yang utuh, baca juga 2 (dua) posting sebelumnya melalui link di bawah ini ini:

  1. No US without U (Bagian 1): Ikan-ikan Menjadi Saksi di Malam Apresiasi
  2. No US without U (Bagian 2): Komitmen STOP dan START Doing

Catatan: Berhubung Selasa, 15 Oktober 2013 adalah hari libur, tidak ada posting baru di blog ini. Posting berikutnya akan hadir pada Jum’at, 18 Oktober 2013.

Bookmark and Share

2 Responses to No US without U (Bagian 3): Warna-warni Belajar di Alam Terbuka

  1. mici says:

    Bagus sekali postingan programnya,sangat menginspirasi…:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan