Posted on June 16th, 2017
“Happiness comes of the capacity to feel deeply, to enjoy simply, to think freely, to risk life, to be needed.” (Storm Jameson)
JUMAT SORE ITU dirancang untuk acara kebersamaan. Petikan gitar Lupus diiringi Resmon di gitar lainnya dan Satryo pada Cajon, bersama Putri dan Farika melantunkan lagu Keagungan Tuhan, ciptaan A Malik Bz:
Insyaflah wahai Manusia
Jika Dirimu bernoda
Dunia hanya naungan
‘Tuk makhluk ciptaan Tuhan
Suasana hening sambil menyimak lagu lama yang terus memberikan kita keteguhan bahwa siapa saja yang selalu mengabdi dan berbakti kepada Ilahi, akan sentosa selamanya.

Berbuka Bersama
Selalu ada alasan untuk merancang acara kebersamaan. Kebiasaan setiap tahun, buka puasa bersama, bisa dirancang oleh tim menjadi sebuah acara dengan berbagai tujuan. Bahwa keberagaman di masyarakat kita ada dan perlu kita syukuri. Bahwa kita semua bisa bertemu di perusahaan ini, karena perusahaan membutuhkan keberagaman talent. Bahwa hari-hari kita dalam perjalanan mencapai tujuan bersama bisa sangat menyenangkan karena berbagai perbedaan yang ada di kepala masing-masing.
Dan tentu saja perbedaan selera bisa diakomodasi dengan ragam menu makanan yang disajikan malam itu.

Panggilan Hidup
Pengantar pendek yang saya sampaikan di pembukaan, menyinggung Panggilan Hidup yang dipunyai masing-masing orang. Terkadang kita sibuk mencari atau mendefinisikan apa sebenarnya panggilan hidup ini karena banyak yang masih berpikir bahwa yang penting adalah ‘destination’, tujuan akhir yang jelas. Menurut hemat saya, setiap peristiwa di sekitar kita setiap hari sebenarnya adalah bagian dari kesempatan pemenuhan panggilan hidup atau sekaligus mempersiapkan kita untuk hal yang lebih besar lagi di kemudian hari. Ini yang sering kita abaikan.
Begitu pulang kantor, anak berlari menyambut gembira sambil menunjukan gambar yang dibuatnya disekolah. Tapi sang ayah cuek saja sambil berujar, “Nanti saja, papa lagi capek mau istirahat dulu.” Atau anak buah yang lagi bersungguh-sungguh untuk minta pandangan atasannya, tapi malah disemprot dengan kata-kata, “Heran, begitu saja nggak bisa!”
Apakah kita masih mencari panggilan hidup di tengah keluarga, sementara hal kecil yang mampir di hadapan kita diabaikan begitu saja? Atau masihkah kita tidak jelas dan sibuk mencari atau mendefinisikan panggilan professional masing-masing, sementara ada kesempatan untuk membantu anak buah yang lagi butuh dibimbing dan tidak kita layani? Masihkah kita membedakan teman-teman berseragam beda seperti ini, sementara setiap hari kita sangat membutuhkan mereka di tempat kerja?

Langkah Kecil dan Nyata
Tidak lupa saya menawarkan langkah kecil tapi nyata yang bisa dilakukan oleh setiap kami yang hadir:
Selama bulan puasa ini, kita tentu membuat niat untuk perbaikan demi menjadi lebih baik. Bagaimana kalau niat tersebut dijadikan resolusi untuk terus dijalankan walau puasa sudah berlalu? Misalnya, membangun kebiasaan berbicara positif, sambil menghilangkan kebiasaan ngegosip di tempat kerja.
Gunakan uang recehmu hari ini untuk membeli sebuah buku tulis. Malam menjelang tidur, isilah buku itu dengan 3-5 catatan apa yang dialami hari ini yang patut kita syukuri. Lakukan setiap hari. Kita akan kaget sendiri, betapa banyak hal positif yang dialami, yang didapatkan dari teman atau orang sekitar yang selama ini kita abaikan begitu saja.
Langkah kecil ini dilandasi oleh kegiatan FishFun yang kami bersama terapkan di mana salah satu butir pentingnya adalah, Choose Your Attitude: “Saya yang memutuskan perilaku apa yang akan saya jalankan hari ini. Saya yang bertanggung jawab penuh atas apa yang saya lakukan hari ini, tanpa harus menyalahkan orang lain.”
Berbagi Kebahagiaan
Apapun alasan untuk kebersamaan ini, puncaknya adalah untuk membagi kebahagiaan antara kita, tapi juga untuk berbagi pelajaran hidup yang disajikan oleh tim FishFun (Be There). Kami semua juga mengucapkan terima kasih kepada FishFun Team yang hari ini juga menyerahkan tongkat tugas dua bulan berikutnya kepada tim Choose Your Attitude. Acara kebersamaan pun berlanjut.

Sementara itu, suara merdu Farika dan Putri terus mengalunkan bait lagu ini:
Bila Ku Jauh Dari Diri-Mu
Akan Kutempuh Semua Perjalanan
Agar Selalu Ada Dekat-Mu
Biar Kurasakan Lembutnya Kasih-Mu
(Penggalan lagu Chrisye yang berjudul: “Damai BersamaMu”)
Acara sudah usai. Masing-masing sudah kembali ke rumah masing-masing. Semoga berbagai pengalaman dan pembelajaran hari ini bisa membekali kami semua untuk menjadi pribadi yang terus hidup lebih baik dari waktu ke waktu.
“Don’t make life too stressful. Always find time to laugh. It may not add years to your life, but it surely adds more life to your years.” (Natashalmaree)
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...