Virus Positif Terus Menyebar

Posted on November 3rd, 2015

“Spread love everywhere you go. Let no one ever come to you without leaving happier.” (Mother Teresa)

SENYUM! Ekspresi positif dari wajah, bisa membawa dampak positif pada siapa saja yang kita temui. Hari mereka yang galau bisa berubah menjadi cerah.

Satu kata saja atau sepotong kalimat pendek terucap dari mulut kita, bisa membawa dampak yang luar biasa. Ucapan “Selamat Pagi” dibarengi sebuah senyum, tanpa kita sadari bisa membuat hati yang sedang gundah menjadi cair.

Ini ilmu sederhana yang saya dan tim pelajari dan berusaha terus menerapkan melalui program FishFun. Kami berusaha memilih perilaku positif untuk di bawah ke tempat kerja setiap hari.

Sungguh, ini pilihan sesuai dengan salah satu falsafah Fish: “Choose Your Attitude”. Virus positif dari perilaku positif setiap anggota akan terus menyebar, bukan saja di lingkungan kami, tapi mudah-mudahan juga ke luar, ke tengah keluarga, ke tengah masyarakat di sekitar kami.

Sebuah Surat dengan Pesan yang Sejuk

Sebuah pesan melalui email, dengan subject: “Thank you for sharing.” Tergoda untuk langsung membuka dan membaca emailnya. Isinya yang dalam Bahasa Inggris saya sadur sebagai berikut:

mirror

(Sumber image: fotonin.com)

“Dear Pak Joseph, nama saya Leony (nama penulis samarkan), kita ketemu di seminar yang diselenggarakan di hotel beberapa hari lalu, dan kita bertukar kartu nama.

Izinkan saya untuk membagi pengalaman dari implementasi pelajaran dari seminar itu.

Bapak menyampaikan bahwa salah satu cara sederhana untuk meningkatkan rasa percaya diri adalah dengan berbicara dengan diri sendiri di depan cermin: I CAN DO IT dan diulang 3 kali.

Saya diminta atasanku untuk memberi training kepada petinggi perusahaan termasuk CEO-ku. Seketika saya menjadi gugup, bayangkan pangkat dan jabatan mereka jelas jauh lebih tinggi dari saya. Tapi saya mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Pagi jelang presentasi, sebelum berangkat ke kantor, saya ingat pesan bapak, maka saya berdiri tegak di depan cermin dan berkata penuh keyakinan kepada diri sendiri: I CAN DO IT dan diulang 3x.

Singkat cerita, presentasi berjalan lancar, saya BISA melakukannya.

Terima kaih banyak pak, atas sharing session yang memberi banyak inspirasi. Salam – Leony.”

Apakah hanya Leony seorang yang mendapat pelajaran tersebut? Siapa tahu masih ada lagi yang punya cerita yang mereka belum mau membaginya kepada kita. Atau mungkin setelah membaca tulisan ini, mereka mau berbagi juga.

“What you leave behind is not what is engraved in stone monuments, but what is woven into the lives of others.” (Pericles)

Kata-kata bijak ini seakan memberiku ekstra enerji untuk terus menyentuh kehidupan kawan-kawan lain, dengan inspirasi positif dari pengalaman sendiri.

Anak SD pun Jadi Percaya Diri

“Davin sekarang lain. Sudah banyak berubah. Bukan saja rasa percaya dirinya tinggi, tapi mulai jadi lead pada teman-temannya.” Demikian kisah gurunya kepada orang tua Davin, Zarnelis Imel Kotto.

Saat itu, Davin masih kelas 4 SD. Usai pembagian rapor, guru menyampaikan kepada orang tuanya, bahwa Davin itu sebetulnya pandai. Ketika disuruh untuk bicara di depan kelas, dia sebetulnya menguasai materinya, tapi ternyata kurang percaya diri, kurang berani.

Imel, momy Davin ingat akan cerita cermin yang saya sampaikan di salah satu leadership forum yang dia hadiri. Lalu dia menceritakan sedikit kisah hidup saya sebagai latar belakang, dan menyampaikan cerita tentang bicara di depan cermin. Tidak lupa Imel menyampaikan, “Momy juga suka melakukannya.”

Davin pun memulai kebiasaan baru, berbicara di depan cermin sebelum berangkat sekolah, terutama kalau hari itu ada tugas bicara depan kelas atau ulangan: “Aku pasti bisa, aku akan berhasil.”

Waktu pun berlalu, perlahan tapi pasti terjadi perubahan pada diri Davin. Dan dua tahun kemudian, guru Davin secara pasti menyampaikan berita gembira kepada Imel, seperti tertera di atas. Bukan hanya rasa percaya diri Davin meningkat, tapi nilai akademisnya pun turut meningkat. Sebuah hasil yang patut dibanggakan oleh orang tua manapun.

Belajar dan Menerapkan dan Berbagi

Saya yang awalnya berbagi kisah kehidupan sehari-hari, kini mendapatkan pembelajaran berlipat-ganda dari sharing mereka yang sudah menerapkan dengan berhasil. Dan mungkin saja masih banyak teman-teman yang mengangkat materi pembelajaran yang lain lagi, untuk dimanfaatkan dalam kehidupan mereka.

Apapun itu, kita patut gembira bahwa setelah melangkah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu, kita telah berperan dalam menyebarkan virus positif, demi lingkungan kita yang lebih baik. Pada akhirnya, harapan kita adalah banyak orang yang berkontribusi untuk membuat ‘Indonesia Lebih Baik’.

“To leave the world a bit better … to know that one life has breathed easier because you have lived. This is to have succeeded.” (Ralph Waldo Emerson)

Bookmark and Share

4 Responses to Virus Positif Terus Menyebar

  1. Laura Lintong says:

    Thank you Pak for sharing

    • josef josef says:

      Terima kasih Laura sudah sempatkan menyimak tulisan ini. Mari kita sama2 menyebar virus positif kepada sekitar kita. Salam

  2. Zarnelis Imel Kotto says:

    Jika mendengar kata2 virus positive, kita jadi tidak takut atau menghindar dengan kata “virusnya”, justru jadi tertular positive dari segala hal, muali dari attitude dan character, so saya selalu belajar memberi dan menularkan virus posititve ini sudah sejak lama, mulai dari memberi sapaan kepada siapa saja yang saya temui mulai dari yang atas sampai satpam, tukang parkir, office boy bahkan…, dan hasilnya memang menakjubkan menambah bahagia hati saya sendiri karena bisa membuat orang lain sambut menyapa dan tersenyum…

    Salah satu virus positive yang memang sangat bekerja ke diri saya yaitu efek bicara didiepan cermin, itu benar2 saya praktekkan dan saya tularkan pada putra kedua saya yang cenderung introvert tersebut benar2 merubah Davin yang pemalu menjadi selalu ingin menonjol…, luar biasa efek tersebut…, dan ini saya dapatkan dan terinspirasi dari pak Josef Bataona…, thanks untuk selalu menginspirasi saya dan keluarga pak…

    thanks juga sudah memuat tulisan ini…, sungguh suatu kehormatan dan saya sama sekali tidak menduga lho…

    terus menjadi inspirasi dengan segala kebaikan dan kerendahan hati pak Josef..
    Tuhan memberkati.

    • josef josef says:

      Terima kasih Imel, pertama-tama untuk sharing cerita anaknya, sebuah hasil usaha yang membanggakan, setelah menjalankan langkah sederhana bicara depan cermin. Hal kedua yang tidak kalah pentingnya, Imel menginspirasi anaknya untuk berbuat dengan memberikan contoh yang dilakukan. Dan ketiga, tanpa disadari, kisah ini sudah dan akan disimak banyak orang yang terinspirasi untuk melaksanakannya. Jangan segan2 untuk berbagi kisah lainnya lagi. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET