Inspirasi Hidup Sehat

Posted on August 23rd, 2024

“You will never find time for anything. If you want TIME, you must make it.” (Charles Buxton)

FUN and ENJOYABLE. Dua kata ini yang saya anggap pas untuk menggambarkan suasana kebersamaan komunitas PEACE HR malam itu. Apalagi dengan hadirnya Uncle Clay sebagai fasilitator, warna suasana bertambah cair dengan humor-humornya yang menyegarkan. Sekitar 60 orang dengan penuh antusias hadir untuk diskusi bersama, bagaimana mengangkat ”employee well-being” menjadi sesuatu yang penting dan dibutuhkan serta kalau perlu harus dihadirkan. Karena luasnya aspek ini bila dipotret, maka malam itu kami fokus pada usaha membangun komitmen untuk kesehatan fisik yang bisa berdampak pada peningkatan produktivitas kerja. dan pada waktu yang bersamaan bisa menurunkan medical cost. Kaka Juliana Tompodung mengawali acara ini dengan memaparkan kembali tujuan terbentuknya curious-minded community yang disebut PEACE HR.

Membedah Waktu dan Menemukan Peluang

Investasi paling utama, menurut saya, untuk kesehatan diri adalah WAKTU yang diluangkan. Kalau kita menyimak kesibukan kerja sehari-hari, ditambah dengan kemacetan pergi-pulang kerja, mungkin semua akan serempak menyetujui bila saya mengutarakan, betapa kecilnya kemungkinan menemukan waktu untuk berolah-raga. Tapi yang saya lakukan justru membedah secara detail agenda keseharianku, dan ditemukan bahwa waktu antara jam 20:00 – 08:00 pagi keesokan harinya berada dalam kontrolku. Atas dasar itu, saya merancang program:

  • 20:00 – 23:00: mandi, makan malam, cengkerama dengan keluarga
  • 23:00 – 01:30: tidur
  • 01:30 – 02:00: bangun dan meditasi
  • 02:00 – 04:10: tidur
  • 04:10 – 05:00: bangun, mandi, sarapan
  • 05:00 meninggalkan rumah menuju tempat olahraga
  • 06:00 mulai olahraga
  • 07:45 sudah tiba di tempat kerja

Sebagai leader di tempat kerja dan ingin menerapkan program olahraga sehat, saya harus mulai dengan membangun disiplin diri dan komitmen untuk berolahraga. Program diatas saya jalankan 4x seminggu, Senin, Selasa, Kamis dan Jumat. Sementara hari Rabu, saya alokasikan untuk menemani anak sarapan dan mengantarnya ke sekolah sebelum saya ke kantor.

Dari cerita diatas, saya sudah bisa merancang komitmen untuk tiga hal penting: meditasi (demi ketenangan mental), olahraga untuk kesehatan fisik, dan mengantar anak sekola (komitmen untuk keluarga). Saat sharing malam itu, saya juga memperlihatkan foto AURA diriku sebelum dan sesudah meditasi.

 

MOVE More dengan Ragam Pilihan

Saya mulai membangun kebiasaan ini untuk olahraga di gym. Sesekali ke kolam renang. Saat mau mengajak karyawan berolahraga sehat, apakah mereka semua menyukai jenis olahraga yang sama? Tentu saja tidak. Ada yang suka lari, renang, tenis, diving, golf, daki gunung dll. Menyadari hal ini, kami merancang program yang kami sebut “MOVE MORE” program, dengan memberikan keleluasaan kepada karyawan untuk memilih jenis latihan yang disukai. Mereka kemudian membuat kelompok sesuai dengan minat mereka, dimana diharapkan mereka bisa saling memotivasi. Dan yang terpenting adalah ditanamkan di kepalanya untuk terus bergerak.

Hari itu, jam 10:00 pagi, banyak orang bergerombol di loby kantor. Ada demo? Tidak, karyawan yang tertarik mengikuti program ini melakukan stretching bersama, sebelum menaiki tangga menuju ke gym di lantai 8. Disana ada penjelasan tentang  manfaat program ini bagi kesehatan tubuh dalam menunjang perjalanan menuju masa depan.

Ada seorang karyawan kami, setelah mencoba jalan, lari, renang, sepeda dan senam POUND, diapun tertarik dan jatuh cinta untuk senam POUND, menekuninya, bahkan mengambil sertifikasi sebagai instructor. Sekarang dia sudah mengantongi 4 sertifikat: Pound (basic), Pound Pro leveled Up (advanced), Pound Unplugged, Pound ProJam.  Diapun terus berjaya sebagai instruktur  dengan banyak penggemar yang akan berusaha hadir di tempat dimana dia tampil memimpin senam tersebut. Berikut foto LIA, sang instruktur yang sedang berkiprah  dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan baru-baru ini.

Investasi Waktu

Bila karyawan sehat, maka produktivitasnya meningkat. Walau dampaknya adalah biaya kesehatan bisa menurun, namun perlu berhati-hati dalam kampanye awal. Ingat, dalam mengkomunikasikan paket remunerasi manapun kepada karyawan, fokus kita adalah pada benefit to the employee, bukan cost to the company. Yang terakhir ini adalah konsumsi management. Selain itu tantangan alokasi waktu seperti dipaparkan diatas masih saja mengganggu pikiran karyawan.

Hari itu mba Mercy mengedepankan contoh nyata di lapangan dimana biaya pengobatan bisa menurun karena karyawan menjadi lebih sehat. Sementara itu pihak Loop-Health mengedepankan statistic yang boleh jadi mencemaskan, tentang data Diabetes penduduk Indonesia sbb:

Walau life style dan pola makan juga berkontribusi pada data diatas, menurut saya, bila karyawan semakin sadar akan pola hidup sehat dengan berolahraga rutin, maka mudah2an bisa membantu menurunkan angka-angka tersebut. Tapi yang lebih penting adalah, karyawan kita lebih sehat, sehingga bisa lebih produktif. Dan ini hanya bisa dilakukan kalau mereka meluangkan waktu untuk itu.

 

Narasi bagi Beda Generasi

Pekerjaan Rumah kita semua adalah terus mendorong karyawan untuk hidup sehat, termauk dengan berolahraga. Pendekatan dengan informasi tentang Diabetes atau penyakit fisik apapun, boleh jadi hanya menyentuh generasi yang lebih senior. Kita perlu mempertimbangkan konten komunikasi yang menggugah bagi generasi yang lebih muda. Mereka masih muda dan secara fisik juga lebih sehat. Lalu apa yang memotivasi mereka untuk rajin olahraga? Libatkan mereka untuk memilih kegiatan yang mereka sukai, harus FUN dan  menyenangkan.

Walau sudah pensiun, saya terus menjalankan program MOVE MORE bersama keluarga, sambil menginspirasi teman2 lainnya melalui sosmedku. Saya juga berbagi pengalaman tersebut saat diminta untuk sharing pengalaman di program Persiapam Pensiun Karyawan. Dan pesan kampanye saya masih sama:

“Jagalah kesehatanmu, agar saat pensiun nanti, Perusahaan dapat menyerahkanmu kembali ke keluarga dalam keadaan sehat walafiat.”

Semoga lebih banyak pribadi, terutama para leader dapat menampilkan cerita pengalaman mereka, sekaligus menjadi Role Model, dalam usaha untuk terus menginspirasi karyawannya untuk berolehraga sehat.

“Physical fitness is not only one of the most important keys to a healthy body, but it is also the basis of dynamic and creative intellectual activity.” (John F. Kennedy)

Bookmark and Share

4 Responses to Inspirasi Hidup Sehat

  1. lia says:

    Semoga lebih banyak pribadi, terutama para leader dapat menampilkan cerita pengalaman mereka, sekaligus menjadi Role Model, dalam usaha untuk terus menginspirasi karyawannya untuk berolehraga sehat. >> AAMIIN Yang paling kencang karena semakin sulit menemukan role model seperti ini. Semoga kita bisa menjadi role model yang baik untuk sekitar kita ya… Terima kasih sudah menginspirasi saya untuk mencoba bergerak diusia 35an, nda ada kata terlambat untuk semua hal positif. HAVE AN AWESOME FRIDAY Pak…

    • josef josef says:

      Terima kasih Lia. Mari kita sama2 terus saling mengingatkan dan saling menginspirasi, demi kebaikan bersama. Salam sehat

  2. Juli Tompodung says:

    Terima kasih Pak Josef selalu menginspirasi dan selalu generous membagikan tips tips praktis yang sangat bermanfaat

    • josef josef says:

      Terima kasih ka Juliana, yang juga terus mengawal dan menghidupkan api semangat saling berbagi dan saling belajar di PEACE HR. Salam sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, kebersamaan kita melangkah dalam perjalanan karier membuahkan banyak kisah menarik....

Helda:
Selalu hangat dan beri insprirasi setiap cerita yang bapak buat…hal hal jecil jd sangat dalam dan sangat...

josef:
Terima kasih Emmi, banyak cerita yang saya hadirkan, merupakan cerita kita bersama. Saya sengaja merangkumnya...

Emmi:
Baca tulisan Pak Jos itu berasa lagi ngobrol dalam 1 ruangan, face to face. Temen2 yg pernah ngalamin pasti...

josef:
Terima kasih Cita. Satu dua menit waktumu untuk mengunjungi blog dan menyimak tulisan disana sangat berarti....


Recent Post

  • Saya Bukan Siapa Siapa Tanpa Kalian
  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh