Listen to Your Body!

Posted on April 2nd, 2013

“When it comes to eating right and exercising, there is no “I’ll start tomorrow.” Tomorrow is a disease.” (V.L Allineare)

ENTAH apa yang terjadi, tiga minggu belakangan ini saya dihadapkan pada beberapa kejadian yang berhubungan dengan kesehatan, yang mendorong saya untuk membuat tulisan ini.

Pagi itu ada dialog dengan seorang teman di gym.

“Berapa usiamu?” tanyanya.

Kami pun berbagi info tentang usia masing-masing. Dia pun melanjutkan:

“Saya hanya beberapa bulan lebih tua, saya rutin olah raga sejak usia 30 tahun. Tahun lalu saya tiba-tiba dikagetkan oleh dokter, yang memvonis bahwa saya punya problem jantung dan harus ditindak. Apakah kesehatanmu baik-baik saja?lanjutnya.

“Saya berusaha untuk selain olahraga rutin, juga check-up, jadi bisa memonitor kondisi kesehatan, dan mendapatkan advis dokter tentang apa yang perlu dilakukan. Dan sejauh ini baik-baik saja,” begitu saya menjawab pertanyaan teman tadi.

Fasilitas yang Tidak Dimanfaatkan

Di banyak perusahaan yang memberikan fasilitas kesehatan, ada juga fasilitas untuk general checkup secara berkala yang dibayar kantor.  Ada saja karyawan yang tidak mau menggunakannya, karena takut mengetahui hasil check-up. Loh, kok??

Ada teman saya, Kris, yang sudah tahu kalau fisiknya bermasalah, tapi juga takut untuk checkup, dengan alasan yang sama. Saya berusaha meyakinkan dia agar lebih baik diambil tindakan sekarang daripada kalau sudah pensiun dan tidak ada lagi fasilitas gratis seperti sekarang.

Ternyata saya tidak berhasil meyakinkan dia, sampai kejadian berikut ini yang mengubah semua pemikiran Kris. Ada teman sekantor lainnya, Tita,  mendadak masuk rumah sakit.  Berita segera menyebar, termasuk apa yang dialami Tita. Tanpa didorong lagi, Kris akhirnya dengan sukarela dan penuh keberanian mau melakukan pemeriksaan.

Setelah diperiksa, Dokter langsung mengambil keputusan untuk Kris segera masuk RS untuk operasi, berita yang memang selama ini ditakutkan Kris. Dan saat cerita ini ditulis, Kris  sudah pulang ke rumah, dan merasa lega bahwa operasi sudah berlangsung dengan baik. Tita yang saya jenguk di rumah sakit pun mungkin tidak sadar bahwa kejadian yang menimpa dirinya telah membuat teman lainnya terselamatkan.

Terima kasih Tita atas izin bisa posting foto ini dan juga inspirasinya untuk kesehatan teman lainnya. Terima kasih Kris yang juga membolehkan saya mengangkat pengalamanmu untuk pembelajaran banyak orang.

Listen to Your Body

Beberapa minggu lalu, istriku membawa cerita sedih bahwa di gym tempat dia mengadakan latihan ada musibah. Seorang bapak sedang membuat program ketat untuk menurunkan berat badannya. Bulan April ini, dia akan mantu, dan ingin agar tubuhnya fit dalam jas yang sudah dipesan.

Personal trainer (PT) sudah melihat bahwa porsi latihan bapak ini berlebihan dan berusaha memperingatkan dia. Beberapa kali diingatkan oleh PT namun tetap tidak digubris. Akhirnya, tiba hari di mana dia akhirnya jatuh pingsan selagi di atas treadmill, yang kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat, tetapi tidak tertolong. Dia pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan keluarga yang tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahan anaknya.

Kalau saja dia mau mendengar petunjuk PT, maka hasilnya akan lain. Kita semua seharusnya bisa dan mau mendengar bisikan tubuh, apakah porsi latihan sudah melampaui porsi latihan wajar… sebuah pelajaran yang terlampau mahal untuk menunggu sampai kejadian seperti di atas.

“Take care of your body. It’s the only place you have to live.” (Jim Rohn)

Pedometer untuk Bangun Disiplin

Sekitar Oktober tahun lalu, di Danamon, kami memulai ide untuk olah raga bersama, dan sekaligus kampanye banyak gerak dengan menggunakan Pedometer. Rupanya alat kecil ini lagi naik daun, tidak cukup stok karena kami membutuhkan minimum 100 buah. Lama tidak kedengaran nasib pemesanan alat ini, tapi siang itu di Blackberry saya muncul berita yang sangat menggembirakan: “Morning pak. Program pedometer pagi ini diresmikan (foto  atas) dan Lilly serta Olina menjadi ambassador Pedometer (foto kiri bawah).

Saya memang tidak di Danamon lagi, tapi berita update ini memberikan saya kegembiraan tersendiri, terutama karena semangat mereka yang tetap menyala untuk hidup sehat. Selamat memulai program, salam SEHAT!!

“Health isn’t about being “perfect” with food or exercise or herbs. Health is about balancing those things with your desires. It’s about nourishing your spirit as well as your body.” (Golda Poretsky)

Bookmark and Share

6 Responses to Listen to Your Body!

  1. wah jadi ingat sudah lama nggak general check-up

  2. Thanks Pak Jo, wah mesti buru-buru hunting cari pedometer nih kayaknya…. Salam sehat selalu ya pak.

  3. erlina says:

    Ayoo tetap semangat untuk menjaga kesehatan 🙂

    • josef josef says:

      Terima kasih Erlina untuk semangatnya. Saya lebih gembira lagi mendengar Erlina sdh memulai gym rutin, pakai Personal Trainer segala. Salam sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan