Membersihkan Hati

Posted on June 18th, 2021

“Everybody is like a magnet. You attract to yourself reflections of that which you are. If you’re friendly then everybody else seems to be friendly too.” (Dr. David R. Hawkins)

SAYA JAUH DARI SEMPURNA. Setidaknya ini bisa saya akui mewakili diri saya sendiri. Namun dalam,perjalanan hidup ini, saya terus melakukan dua hal: saya terus berusaha untuk mengurangi berbagai sumber yang menghalangi saya menjadi lebih baik. Selain itu juga terus melakukan lebih banyak kebaikan untuk menjadikan diri ini lebih baik dari waktu ke waktu.

Emosi Negatif: jangan biarkan bertumbuh

Orang-orang yang dipenuhi dengan sukacita adalah mereka yang terus berupaya mencari dan menemukan cara untuk melayani. Demikian Albert Schweitzer, MD.

Menyimak tulisan David R. Hawkins, M.D., Ph.D, dalam bukunya, Power vs Force, tentang frekuensi tubuh manusia dalam hubungannya dengan sakit:

“If we are willing to let go of our illness, then we have to be willing to let go of the attitude that brought about the illness because disease is an expression of one’s attitude and habitual way of looking at things.”

Paparan di tabel berikut, yang disajikan oleh coach Okky, dalam sharing SHANI sabtu awal Juni lalu, memberikan peserta Shani pemahaman tentang Power vs Force tersebut.

Hati kita yang biasanya dilukiskan dengan warna putih mengkilat, atau merah bercahaya, dalam perjalanan hidup ini perlahan tapi pasti berubah warna dikotori oleh emosi negatif. Mudah2an tidak menjadi hitam seluruhnya, walau kemungkinan itu bisa saja terjadi.

 

Membersihkan Hati

Acara Shani malam itu memberikan cara sederhana untuk mengikis kotoran2 di hati akibat emosi negatif, melalui Meditasi. Meditasi tersebut yang dilakukan secara rutin, bisa meningkatkan kesadaran kita akan dampak buruk dari emosi negatif, seperti: sombong, suka mengeluh, suka menyalahkan orang lain, dendam pada orang, dan lain2. Meditasi tersebut juga akan membangun kebiasaan untuk berperilaku positif, seperti sikap optimis, memaafkan, rasa hormat,dan lain2  seperti di tabel diatas

Dalam Journal of Consciousness Exploration & Research| December 2018 | Volume 9 | Issue 9 | pp. 823-834, Christianto, V., & Smarandache, F., menyajikan tulisan berjudul An Integral Triune Model of Human Consciousness & Its Implications to Cancer Treatment

Beberapa tulisan mereka saya sertakan disini.

Menurut Professor David Hawkins: “Kebanyakan orang sakit karena di dalam hatinya tak ada CINTA KASIH YANG  TULUS dan IKHLAS. Yang ada hanya kesedihan dan deraian air mata.

David Hawkins yang berpengalaman mengobati banyak orang, mendapati bahwa kebanyakan orang yang sakit SELALU menggunakan pikiran negatif. Mereka senantiasa fokus pada diri sendiri.

Jika frekuensi cinta kasih seseorang di atas 200 hz (lihat tabel diatas) maka dia tidak akan sakit. Fokus mereka adalah pada orang lain, melayani.

Pikiran atau emosi negatif yang ada di bawah getaran 200 hz, seperti: suka mengeluh, menyalahkan orang lain, dendam pada orang. Jika  ini yang menguasai pikiran seseorang berarti magnet cinta kasihnya rendah dan peluang untuk sakitpun besar.

Proses berkelanjutan menyalahkan orang lain, misalnya,  akan menguras sebagian besar energi kehidupannya (Life force energy), sehingga frekuensi cinta kasihnya berada di bawah 200 hz. Orang seperti itu SANGAT MUDAH mengidap berbagai jenis penyakit. Berikut foto Sebagian peserta.

 

Kisah Penderita Sakit Ginjal

Laporan di Jurnal tersebut juga mengisahkan seorang ibu tua kaya yang sakit ginjal akut dan sedang menunggu donor ginjal.

Setelah mendapat berita bahwa sudah ada donor, diapun pergi ke rumah sakit siap untuk proses transplantasi, namun dia tidak tahu siapa donornya.

Jelang operasi, dia berjalan2 sekedar melihat2 di seputar rumah sakit, dan bertemu dengan seorang wanita muda yang sedang menangis. Ibu itu bertanya, mengapa dia menangis dan jawabnya, saya sangat miskin, tidak punya uang untuk memberi makan bayiku, karena itu saya disini untuk mendonorkan ginjal saya.

Ibu tua itu menyadari bahwa wanita muda tersebut adalah calon donornya, karena itu dia berujar: anda tidak usah cemas, saya akan membantu anda dan bicara dengan dokter.

Ibu tua itu menemui dokter dan berkata: saya sudah cukup tua, dan cepat atau lambat saya akan meninggal. Saya telah mengalami berbagai karunia dalam hidup ini, karena itu saya memutuskan untuk membatalkan rencana operasi transplantasi. Namun semua biaya yang disipakan untuk proses transplantasi tolong diberikan kepada calon donorku.

Kemudian ibu tua itu pulang ke rumah. Dalam dua tiga hari dia merasa kondisinya lebih baik, dan memutuskan untuk medical check up. Hasilnya, kata dokter, sakit ginjalnya telah lenyap, dan dia dinyatakan sembuh.

Moral dari cerita ini adalah bahwa Kasih dan Rasa Berbelas Kasih mempunyai dampak menyembuhkan, melalui mekanisme yang sulit dipercaya.

Pada waktu yang hampir bersamaan, beredar di WA group video berikut, seakan ingin melengkapi sesi yang kami ikuti malam itu, Dr. David R Hawkins M.D., Ph.D. – Healing and Recovery -Treating/curing/Healing:

https://youtu.be/7_O_8oLGabs

Dalam pengalaman hidup ini, sering kita hanya berusaha menghilangkan gejala sakit tubuh (treatment), seperti sakit kepala atau demam. Kitapun sering melakukan pengobatan berdasarkan diagnosa dokter dan obat yang diberikan (curative). Namun kita juga disarankan untuk mencari tahu dan menyembuhkan sumber paling dalam, penyebab sakit yang kita alami (healing). Dan ini boleh jadi berasal dari berbagai perilaku/emosi negatif masa lalu.

Bilamana kita menyadari ini, kita juga akan berusaha untuk memperbanyak perbuatan baik, yang hasilnya akan bisa mempertebal imun tubuh dalam menghadapi berbagai penyakit. Meditasi yang diajarkan oleh ka Okky, termasuk dalam tool untuk tujuan ini. Mari kita memberikan hadiah berharga bagi diri kita dan orang lain seperti petikan di akhir tulisan ini.

“Make a gift of your life and lift all mankind by being kind, considerate, forgiving, and compassionate at all times, in all places, and under all conditions, with everyone as well as yourself. This is the greatest gift anyone can give.” (Dr. David R. Hawkins)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Santi, senang kalau tulisan ini bermanfaat, semoga membantu dalam karyamu. Salam

Santi Sumiyati:
Terima kasih Pak Josef atas ilmunya yang sangat bermanfaat, di mana bapak menyampaikannya dengan...

josef:
Terima kasih mba Sofia, kita mulai dengan membenahi diri disi sendiri, meningkatkan kemampuan memimpin diri...

sofia assegaff:
Thank you sharingnya ya pak Josef..

josef:
Setuju sekali pa Mul, sulit namun bukan berarti tidak mungkin. Latihan untuk secara sadar memilih kata atau...


Recent Post

  • Tak Hentinya Belajar Melayani
  • Membersihkan Hati
  • Pentagon of Peak Performance
  • Great Team Player
  • Jurnal Bersyukur
  • Pandemi: Empathy dan Coaching
  • FUN di Tempat Kerja
  • Dosen Yang Tanggap Perubahan
  • Maling Keren
  • Terima Kasih Pintuku Dibuka