Pagar Mangkok atau Tembok

Posted on December 19th, 2014

“The world is not dangerous because of those who do harm, but because of those who look at it without doing anything.” (Albert Einstein)

BELAJAR…. BELAJAR DAN TERUS BELAJAR…. ! Ini merupakan asupan yang penting  untuk memperkaya ilmu dan pengetahuan. Tentu beruntung jika kita ada di dalam perusahaan yang mempunyai banyak divisi atau anak perusahaan yang tersebar di mana-mana dan yang mempunyai portofolio business yang beraneka ragam. Di sana terekam berbagai pengetahuan dan pengalaman dari pelaku bisnisnya.

Tantangannya adalah bagaimana menggali semua itu untuk diangkat menjadi pembelajaran karyawan lainnya. Hari itu di Surabaya, beberapa teman yang mempunyai ilmu dan pengetahuan unik bersedia berbagi knowledge dalam Forum Sharing Industrial Relations, untuk teman-teman HR/pelaku Industrial Relations Wilayah Jatim, Jateng, Kalimantan dan Sulawesi. Pokok sharing adalah tentang Kondisi dan Dinamika Hubungan Industrial di Jawa Timur.

Sharing Kondisi dan Dinamika Hubungan Industrial di Jawa Timur

Program Penyegaran Itu Penting

Mencermati situasi dewasa ini, banyak sekali riak-riak Industrial Relations yang bisa meledak sewaktu-waktu. Sebut saja isu upah minimum 2015, kenaikan BBM, penerapan BPJS dan sebagainya. Semuanya perlu disikapi secara bijak. Dan ini bukan saja tugas HR tapi semua pimpinan, terutama dalam kaitan dengan komunikasi kepada karyawan di unit masing-masing.

Untuk itu, program serupa tidak hanya didesign untuk orang HR tapi juga untuk pelaku bisnis, terutama para pimpinan front line yang punya karyawan banyak. Tujuannya terutama agar para pimpinan frontline bisa membangun dialog dan hubungan harmonis di tingkat unit terkecil. Dengan hubungan yang baik, setiap persoalan akan bisa diselesaikan pada tingkat unit, tanpa harus dieskalasi ke tingkat Pabrik, Divisi atau bahkan Perusahaan.

Hadir juga saat itu untuk memberikan paparannya: Dr. Edi Purwinarto M.Si, Kepala Disnakertransduk Propinsi Jawa Timur. Beliau menggambarkan tantangan yang dihadapi Disnaker dalam kaitan dengan isu hangat tersebut di atas.

Dengan berbagai kemungkinan gangguan yang bisa muncul, maka banyak perusahaan, terutama pabrik membangun pagar yang kokoh. Tapi pagar seperti apakah yang dianggap kuat itu?

Pagar Mangkok Lebih Kuat

Ada dua studi kasus yang dikedepankan oleh tim untuk pembelajaran hari itu. Salah satunya justru fokus pada masalah external, tapi sangat penting untuk menjamin ketenangan kerja. Masyarakat yang berada di seputar pabrik tentu menaruh harapan akan adanya manfaat yang bisa diperoleh dengan hadirnya sebuah perusahaan.

Dialogpun banyak terjadi: mulai dengan bantuan-bantuan yang ad-hoc sifatnya, misalnya untuk sarana olahraga dan rumah ibadah maupun pendidikan. Ada pula diskusi tentang bisnis yang bisa dikerjakan oleh tenaga sekitar pabrik. Dan ada juga yang membuat tawar-menawar agar untuk rekruitment tenaga kerja baru harus mengutamakan penduduk sekitarnya.

Dari berbagai item dialog di atas, kebanyakan berkaitan dengan prasarana dan urusan perut. Karena itu muncul istilah, kalau mau membangun pagar, sebaiknya pagar mangkok bukan tembok. Mangkok yang dimaksud adalah analogi kebutuhan fisik akan makan. Walaupun tidak sama persis, tapi yang membuat ungkapan ini seakan paham akan kata Confucius:

Give a bowl of rice to a man and you will feed him for a day. Teach him how to grow his own rice and you will save his life.

Pembelajaran dari pabrik lain di Jabodetabek, di mana untuk memungkinkan tenaga sekitar pabrik siap untuk bisa diterima kerja, maka diberikan pendidikan dan praktek, sambil diseleksi mereka yang berhasil atau yang tidak. Dengan demikian mereka yang tidak berhasil diharapkan bisa menerima bila mereka tidak diterima bekerja di pabrik tersebut.

Sharing dalam sesi hari itu lebih banyak untuk mengingatkan teman-teman pelaku Industrial Relations di perusahaan, bahwa potensi problem juga muncul sejak dini, sejak pabrik itu di bangun dan berkaitan juga dengan external. Contoh kecil: memberikan pemahaman tentang proses pembangunan pabrik, agar jangan samapi suatu ketika tembok rumah pecah, yang dituduh adalah pabrik. Atau suatu ketika ada banjir yang melanda desa, lalu pabrik yang dianggap sebagai biangnya.

Peduli Lingkungan dan Peduli Karyawan

Tugas untuk berdialog dengan masyarakat sekitar tidak akan berhenti ketika pabrik sudah jalan. Ini merupakan inisiatif yang berkelanjutan. Dan ada baiknya juga melibatkan para karyawan untuk turut ambil bagian. Ini sekaligus memberikan ruang bagi karyawan untuk menjadi bagian dari program kepedulian perusahaan.

Kepedulian tersebut bukan sekedar memberi sumbangan uang, tapi juga dengan berperilaku secara bertanggung-jawab dalam beroperasi, misalnya tidak mencemarkan lingkungan. Namun demikian, tantangannya adalah tingkat kepedulian kepada masyarakat sekitarnya tidak boleh melebihi kepedulian kepada karyawan sendiri. Alasannya sederhana: karyawan akan berperilaku Peduli kepada masyarakat sekitarnya karena mencontoh perilaku pimpinan, yaitu perilaku kepedulian pimpinan kepada karyawan.

Mudah-mudahan dengan cara seperti itu, hubungan industrial ke dalam juga harmonis, tapi juga hubungan dengan masyarakat sekitarnya juga terbina baik.

“If you shift your focus from yourself to others, extend your concern to others, and cultivate the thought of caring for the well-being of others, then this will have the immediate effect of opening up your life and helping you to reach out.” (Dalai Lama XIV)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Ratih. Semua kita punya kontribusi untuk menciptakan lingkungan untuk tumbuh kembangnya mindset...

Ratih:
Penutupnya keren Pak, “fokus pada solusi”. Hal ini akan mudah diterapkan jika kita punya mindset...

josef:
Terima kasih Ratih, sungguh cantik, hanya terbatasnya ruang untuk penyajian saya di blog. Salam

Ratih:
Cantik sekali ya Pak pemandangannya..

josef:
Terima kasih Tromol untuk waktunya menyimak kisah ini. Banyak momen hadir dihadapan kita, untuk mengingatkan...


Recent Post

  • Kick-off Coaching Program
  • Suasana Penuh Kedamaian
  • Jadikan Pelajaran Berharga
  • Swedia Negara Ribuan Pulau
  • World’s Happy Countries
  • Indahnya Ciptaan Tuhan
  • Meaning dibalik Aktivitas
  • Optimisme Pekerja Mandiri
  • Positive Organization
  • Benih Positif di Taman Kehidupan