5 Falsafah Sebatang Pensil

Posted on June 5th, 2012

“What we leave behind is not what is engraved in stone monuments, but what is woven into the lives of others” (Pericles)

BARANG yang sederhana, tapi terkadang sering luput dari perhatian kita. Apalagi itu merupakan barang murah yang setiap hari kita pakai: sebuah Pensil.

Tulisan ini bersumber dari bukunya Paulo Coelho yang berjudul “Like the Flowing River”.

Seorang anak sedang mengamati neneknya yang sedang menulis surat. Dia bertanya:
“Apakah nenek sedang menulis cerita tentang kita? Cerita tentang saya?”

Nenek itu berhenti menulis surat dan menjawab pertanyaan cucunya.
“Saya menulis tentang engkau, cucuku. Tapi yang lebih penting adalah pensil yang sedang saya gunakan. Semoga engkau menyukai pensil ini ketika sudah dewasa.”

Dengan ekspresi ingin tahu, sambil mengamati pensil itu, anak itu menemukan bahwa pensil itu biasa saja, karena itu di bertanya:
“Tapi ini pensil biasa saja, seperti halnya pensil lain yang pernah saya lihat!”

“Ini tergantung darimana cucuku melihatnya,” ujar neneknya, sambil meneruskan, “Pensil ini memiliki lima karakteristik, yang kalau engkau terapkan, akan membuatmu menjadi pribadi yang damai dalam hidup ini. Yakni:

Pertama: Pensil ini bisa menciptakan gambar yang bagus atau tulisan yang memberi inspirasi, tapi ada tangan yang menuntun pensil itu untuk bisa menghasilkan karya yang hebat tersebut. Begitu juga untuk karya-karyamu yang hebat nanti, jangan lupa bahwa ada tangan yang menuntunmu, tangan Tuhan. Karena itu jangan lupa untuk selalu mensyukurinya.

Kedua: Sesewaktu saya berhenti menulis dan meruncing pensil. Seandainya pensil ini punya perasaan, ini akan membuatnya menderita sejenak tapi sesudahnya akan semakin tajam dan terus memberikan hasil karya terbaik. Engkau pun harus belajar mengalami sakit, penderitaan, jatuh, namun engkau harus bangkit lagi demi mendapatkan suatu hasil yang lebih baik.


Catatan: Foto ini sumbangan dari koleksi Instagram kawan: @eby3
Terima kasih Eby Karsono

Ketiga: Pensil juga membolehkan kita menggunakan penghapus di ujung satunya, untuk menghapus semua kesalahan yang sudah kita lakukan. Ini merupakan kesempatan kita mengakui bahwa ada yang sedang kita kerjakan ternyata salah, tidak bagus dan harus dihapus dan dikoreksi. Dalam kehidupan ini, sering kita melakukan kesalahan karena itu mengakui kesalahan dan berusaha mengoreksi kesalahan bukan merupakan hal yang buruk untuk dilakukan.

Keempat: Yang penting dari pensil itu bukan kayu yang membalutnya, tapi kualitas graphite di dalamnya. Kita sering sekali hanya mementingkan tampilan luar, tetapi tidak sejalan dengan yang ada di dalam hati dan pikiran kita. Adalah penting sekali untuk memiliki karakter yang positif, yang akan mempengaruhi seluruh hidupmu.

Kelima: Pensil itu akan meninggalkan bekas. Artinya, apa pun yang engkau lakukan di dunia ini akan meninggalkan kesan yang membekas di hati orang-orang yang engkau kenal. Karena itu, setiap langkah perbuatanmu harus dirancang sedemikian rupa sehingga akan menjadikanmu pribadi yang mempunyai manfaat positif di mata sesama, dan inilah yang akan selalu di kenang setelah engkau tidak ada lagi.

Kiranya kisah pensil ini bisa kita renungkan agar setiap langkah kita senantiasa memberikan manfaat maksimum bagi banyak orang. Dan pesan Charles Swindoll:

“Each day of our lives we make deposits in the memory banks of our children.”

Bookmark and Share

18 Responses to 5 Falsafah Sebatang Pensil

  1. Paskalis Bataona says:

    Besa tulisan bagus apalagi inspirasinya dari Chello, apakah besa udah baca THE ALCHEMIST penulis Chello juga…

  2. gilang says:

    nice story pak inspiratif, kita memang selalu bisa belajar dari hal yang paling sederhana sekalipun.
    selama kita bersedia membuka hati dan pikiran serta bersedia merenungkan semua hasil karya tuhan.
    thanks bisa dapat tambahan untuk motivasi teman-teman di kantor
    thanks for sharing

    • josef josef says:

      Teima kasih kembali, saya juga senang kalau setelah terinspirasi, Gilang membagi juga cerita ini pada teman2nya. Itulah tujuan sharing di blog ini. Salam

  3. bambang supriyanto says:

    Luar biasa, Pak Josef. Falsafah yang sederhana, akrab bagi siapa saja, kebenarannya tak terbantahkan. Muatan pesan yang terkandung merupakan pesan yang amat bijak.

    Falsafah pensil perlu disebarluaskan untuk mengingatkan siapa saja bahwa sebaiknya manusia dapat berfungsi dan berperilaku sebagai suatu pensil dalam kehdupannya.

    Salam,
    Bambang.S.

    • josef josef says:

      Betul sekali pak Bambang. Pemikiran sederhana untuk dicerna, sambil mengingatkan kita tentang berbagai aspek kehidupan ini yg sering kita sepelehkan. Terima kasih telah mengunjungi blog ini. Salam

  4. meisia says:

    Terima kasih atas infonya pak. Saya sendiri sudah punya banyak buku Paolo Coelho tapi kebetulan belum punya “Like the Flowing River”. *meluncur ke toko buku…

  5. dayu says:

    Ah..saya mengagumi Paulo Coelho..dengan santiago-nya, apalagi ternyata Pak Josef juga terinspirasi Coelho..mantap 🙂

  6. Octavianus Budi Hartono says:

    Very inspiring Pak. Memang kita bisa belajar dari hal-hal sederhana yang seringkali ada di sekitar kita namun kita tidak menyadari. Contoh lain yang mungkin dapat menjadi ide untuk artikel lain yaitu filsafah semut. (one of my favourite). Dimana semut-semut semua saling bekerjasama untuk mendapatkan makanan tanpa sikut-sikutan. Dan masing-masing semut memiliki perannya masing-masing sama seperti kita di dunia punya peran kita masing-masing. Semut juga tidak takut melawan mereka yang mencoba mengganggu kelompoknya (walau kecil gigitan mereka luar biasa sakit). Kemudian semut juga walau berukuran kecil tidak merasa minder dengan makhluk lain yang “lebih/merasa lebih besar”. Sama seperti manusia tidak perlu takut atau minder dengan orang yang “lebih/merasa lebih besar” tapi kita hanya perlu takut dengan Tuhan.

    Dan untuk Paulo Coelho kebetulan baru baca 2 the alchemist sama brida. Definitely akan baca yang lain lagi. thanks for sharing.

    Buat Coelho fans terlampir books listnya. Maybe kapan-kapan kita bisa sharing pesan-pesan moral dari buku karya Coelho. 🙂

    -The Manifest of Krig-há
    -Theater For Education
    -Hell Archives
    -Practical Manual of Vampirism
    -The Pilgrimage
    -The Alchemist
    -Brida
    -The Greatest Gift
    -The Valkyries
    -Maktub
    By the River Piedra I Sat Down and Wept
    -The Fifth Mountain
    -Love Letters from a Prophet
    -The Manual of the Warrior of Light
    -Veronika Decides to Die
    -Essential Words
    -The Devil and Miss Prym
    -Fathers, Sons and Grandsons
    -Eleven Minutes
    -And on the Seventh Day (collection of the novels By the River Piedra I Sat Down and Wept, Veronika Decides to Die and The Devil and Miss Prym)
    -The Genie and the Roses
    -Journeys
    -The Zahir
    -Revived Paths
    -Like the Flowing River
    -The Witch of Portobello
    -Life: Selected Quotations
    -The Winner Stands Alone
    -Aleph

  7. muhammad safei says:

    terima kasih pak josef sdh mengundang saya ke blog ini…. pesan-pesan nya sangat inspiratif.

    • josef josef says:

      Terima kasih sama2 Safei. Silahkan simak berbagai cerita di blog ini, mudah2an bermanfaat. Saya hadirkan cerita baru setiap selasa dan jumat pagi jam 08:00

  8. LIsa Christiana says:

    Pak, thanks for sharing…. Sangat inspiratif…..sewaktu Bapak bicara didepan rekan2 peserta DLA ttg hal ini saya benar2 impressed. Kadang kita harus belajar dari hal kecil disekeliling kita, untuk menjadikan kita lebih baik lagi…..

    • josef josef says:

      Terima kasih sama2 Lisa. setiap hari ada banyak kesempatan untuk saling berbagi. Yang saya paparkan adalah hal yang muda dicerna, tapi sekaligus memberikan contoh untuk berbagi. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Roy, pasti ada waktunya untuk masing-masing kita, sesuai kebutuhan. Salam sukses

roy:
Senang sekali bila malam itu saya bisa ikut bergabung, berbagi cerita, dan bersilaturahmi dengan pak Jos dan...

josef:
Terima kasih Denitri, pa Pungki sudah mulai membangun dialog untuk menemukan jalan agar CHRP bisa mendapat...

josef:
Selalu sehat dan jangan lupa olahraga rutin, serta ajak teman2 lainnya untuk ikut bersama2. Terima kasih Ratih

josef:
Terima kasih Ratih, kontribusi nyata bisa diberikan ditempat kerja, membuat diri kompeten karena terus...


Recent Post

  • Loyalitas Timbal Balik
  • Self Discovery melalui Coaching
  • Profesi MSDM Berkualitas
  • Fokus Untuk Masa Depan
  • Komitmen Hidup Sehat
  • Leading with Love
  • Paduan Gotong Royong dan Growth Mindset
  • Train the Brain for Growth Mindset
  • Ketertarikan dan Tulus Mendengarkan
  • Paguyuban dan Gotong Royong