Berpikir Positif Percepat Kesembuhan

Posted on May 8th, 2020

“Every thought that you have impacts you. Shift from a thought that weakens to one that strengthens you.” (Dr Wayne Dyer)

Saat dokter dan perawat serta petugas kesehatan berusaha membantu mereka yang terkena Covid-19, banyak pula saran yang beredar untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, termasuk banyak berdoa dan rutin berolah-raga. Upaya tersebut dilakukan disamping mengikuti pesan dari Pemerintah untuk tidak keluar rumah, atau juga menjaga jarak bila harus bertemu orang lain.

Bangkit Kembali berkat para Sahabat

Sahabat ini bernama Dian Eva (DiVa), yang membagi kisah perawatannya hingga sembuh dari Covid-19. Beberapa butir penting dari kisahnya adalah sebagai berikut:

 

  1. Membangun rasa syukur. Terlepas dari situasi sulit yang dialami, senantiasa hadir hal-hal yang patut disyukuri. Cermati dan syukurilah.
  2. Percayakan pada tangan ahlinya. Diva sudah hadir di Rumah Sakit, fokus pikirannya adalah bahwa dokter dan perawat akan dengan sepenuh hati berusaha untuk menyembuhkannya. Bangun kepercayaan itu.
  3. Diva tidak sendirian: dukungan dari keluarga dan teman2 dari berbagai group yang berusaha memberikan penguatan, semangat untuk sembuh, melalui wa, telpon, video call dan lain2. Dan itupun sangat Diva syukuri. Jaringan peertemanan ini tentu sudah dibangun lama oleh Diva.
  4. Saya sengaja menelpon Diva untuk membangun motivasi sembuh melalui:
  • Pertanyaan untuk menggali motivasi tertingginya untuk sembuh. Hasilnya: Keinginan untuk bertemu dan memeluk anak-anaknya.
  • Motivasi ini digunakan untuk membangun tekad untuk sembuh dengan membuat afirmasi pada diri sendiri: Saya pasti bisa melewati ini, saya akan sembuh, saya pasti sembuh, saya bisa segera bertemu dengan anak2 saya”
    Sambil mengucapkan ini, Diva akan memvisualisasikan kehadiran anak-anaknya dan momen dimana dia akan bertemu dan memeluk mereka. Hal ini dilakukan sejak bangun tidur, disaat dia menghadapi makanan, minuman atau obat-obatan, atau moment tenang lain sepanjang hari.  Dilakukan sesering mungkin.
  • Membangun pikiran positif, dengan mencari hal-hal yang patut disyukuri sepanjang hari. Mematikan TV dan membaca pesan sosmed hanya yang positif dan menyemangati. Latihan untuk membangun pikiran positif ini, diteruskan bahkan setelah pulang ke rumah selama isolasi mandiri 14 hari.
  • Meningkatkan ibadah: dalam keheningan, di saat menyendiri, momen-momen seperti itu justru dimaksimalkan oleh Diva untuk berdoa.

Selanjutnya, atas izin Diva, saya kutip seutuhnya, sharing yang dia sampaikan melalui Social Media, yang cepat viral karena cerita ini merupakan salah satu kabar gembira ditengah wabah Covid-19, sebagai berikut:

 

Sharing Kesembuhan dari Covid-19

Terima kasih banyak Bapak, Ibu, para sahabat yang telah terus mendoakan, memberikan dukungan dan motivasi melalui WA, telp, video call, bahkan surat yg dititipkan ke suster. Mohon maaf jika saya belum bisa membalasnya satu persatu.

Ijinkan saya untuk sharing tentang proses kesembuhan yang saya alami, semoga bermanfaat untuk semua.

Selama 10 hari saya mengalami batuk, demam, nyeri sendi, muntah dan badan lemas. Saya coba cek darah ternyata hasil typhus dan DB negatif.

Akhirnya saya pergi ke beberapa RS untuk melakukan test Covid 19, namun tidak semudah yang dibayangkan. Banyak RS yang menolak karena antrian penuh atau tidak memiliki test Covid 19 secara mandiri.

Akhirnya di salah satu RS saya berhasil menjalani screening test darah, rontgen paru, scan thorax dengan status PDP, dan saat itu juga melakukan swab test.

Kondisi di tenda isolasi menyebabkan kondisi tubuh saya terus menurun dan mulai sesak nafas, akhirnya saya dan suami mencari RS lain.

Setelah melalui perjuangan panjang, dengan bantuan sepupu saya yang berprofesi sebagai dokter di Surabaya, saya diarahkan untuk memperoleh RS rujukan setelah berkoordinasi dan dibantu oleh dokter di RS tersebut.

Akhirnya setelah dicek kondisi di IGD, saya memperoleh perawatan di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso dengan diagnosis awal sebagai Suspect Covid-19.

Saya sempat down, terutama saat hasil swab test belum keluar. Kondisi saya semakin menurun saat saya memperoleh kabar suami teman baik saya yang sangat sehat meninggal karena Covid-19.

Sendirian di ruang isolasi yang asing dan berita2 tentang Covid-19 juga turut mempengaruhi kondisi imun saya. Akhirnya saya dinyatakan positif Covid-19 oleh team dokter.

Kondisi saya sempat drop mendengar hal ini, mulai membayangkan hal2 negatif yang mungkin terjadi. Namun hal itu tidak berlangsung lama.

Saya sangat bersyukur, para dokter, team medis, keluarga, teman2 masa sekolah SD, SMP, SMA, teman2 kuliah S1 dan S2, tmn2 dari berbagai tempat kerja, teman2 dari berbagai  komunitas HR, yang sangat banyak mendoakan saya melalui  FTHR Hustlers kaka Juliana Laura Tompodung, kaka Audi Lumbantoruan, Kaka Lanny Wijaya, kaka IRma ERinda WuRyanto dan juga grup HR CAFE melalui team Admin om Chaidir Chaidir, om Rey Razak, nte Tiarsarani Gurarso, nte Sekar Sariwening Harmono, nte Atiek, kak Hery Bimantara Husni, Kak Andri Goenawan dari HC4Us, KPHRI serta om Wing Antariksa, om Bryan Tarigan, Bu Ripy Mangkoesoebroto, mba Windy Ephrillya, mba Ragil Savitry, om Sulung Raspati dan byk lagi menyemangati lwt WA. Para teman2 Coach dan Trainer juga sangat mensupport saya melalui masa yang tidak mudah ini. Banyak sekali teman2 yang menyemangati saya untuk sembuh, mohon maaf jika belum dapat disebutkan satu persatu.

Afirmasi Positif yang Memotivasi

Diawali dengan telpon di pagi hari dari Coach Josef Bataona memberikan afirmasi yang sangat kuat,  saya harus fokus untuk mencapai kesembuhan, dengan mengucapkan kata2 :

“saya setiap saat semakin sehat, saya bisa melalui ini, saya kuat, saya bisa segera bertemu dgn anak2 saya”

sambil terus memvisualisasikan hal itu setiap saat. Afirmasi itu jang saya sharing ke suami saya yang juga sedang menuju proses penyembuhan.

 

Bantuan dan dukungan dari Mba Anies Rachmawati & Mas Noorma Edi Yusuf, para Trainer & Coach Achievement,  Gurunda Cicik Resti dan para trainer HIT, Mba Ari Puspita, mba Mimnazidah Wulandari Ridwan, Mba Rizki Fontana, Mba Luh Komang, mas Arry Ekananta, Coach Fiona Wang, Coach Erry Ismali, dan team ERO ka Josh Lie ka Herry Windawaty, ka Anita, Coach Rina Prasetyawaty, Kak Ina Rizqie dan Kak Kurnia Siregar, kak Agung Rusnandar serta para Coach dari Loop Institute  Loopers, Pak Louis Sastrawijaya, Mas Kukuh Wama, Mas Guguh Unggul Satriadi, mas Harsono Hadi dan bangak trainer lain sangat membantu proses penyembuhan saya.

Saya mulai mematikan TV di kamar isolasi, membatasi medsos, hanya fokus pada info2 yang positif.

Saya berusaha mengubah setiap kata2 yang saya dengar menjadi lebih positif. Kata2 yang saya dengar seperti saturasi turun diubah menjadi saturasi belum naik, sakit menjadi belum sehat, tensi tinggi menjadi tensi belum normal.

Saya visualisasikan setiap obat, air minum dan makanan yang saya makan semakin membuat saya sembuh, virus semakin mengecil dan menghilang.

Saya fokus untuk meningkatkan ibadah, menyetel murottal 24 jam dan melakukan Garputala dibimbing langsung oleh Ustadz Nasrullah Magnet Rezeki dengan ilmu “Vaksin Corona”. Banyak keajaiban terjadi setelah menerapkan metode ini.

Setiap tarikan dan hembusan nafas saya lakukan dengan penuh rasa syukur dan perasaan bahagia.

 

Saya mulai membuat list untuk bersyukur..

Saya sangat bersyukur sdh memperoleh kamar perawatan di saat sangat banyak pasien yang waiting list.

Saya sangat bersyukur memperoleh perawatan dengan treatment yang sangat baik di RSPI Sulianti Saroso oleh para dokter dan perawat yang sangat tulus memperhatikan dan menangani keluhan dan kebutuhan pasien.

Saya sangat bersyukur banyak dibantu dan dimonitor kondisinya oleh dr. Rumaisah Satyawati SpAn KIC Ruma Satya seorang dokter yang sangat baik hati yang dikirim oleh Allah SWT sebagai malaikat penolong saya. Terima kasih juga untuk dr. Andi Dala Sapta Dala Intan yang penuh perhatian dan menerima saya dengan sangat baik di Posko. Semoga Allah SWT merahmati dan melindungi dr. Rumaisah Satyawati SpAn KIC, dr Andi Dala Sapta,  para dokter dan perawat dalam menjalankan tugas mulianya.

Saya sangat bersyukur berada dalam ruang isolasi yang nyaman, dan saya mulai bisa menikmati kesendirian saya dengan dipenuhi pikiran yang positif dan terus menjalin komunikasi via WA & video call dengan keluarga dan teman2 saya.

Saya sangat bersyukur selalu didukung, dimotivasi oleh keluarga & teman2 yang menyayangi saya, bahkan secara khusus didoakan oleh Mba Icha Annisyah teman baik saya di medsos yang memiliki banyak anak2 yatim hafidz Quran serta doa dari komunitas PPA melalui perantara  Bu Desmita Elfia.

Saya sangat bersyukur memiliki seorang sepupu yang  berprofesi sebagai seorang dokter, Mba Erwina Dwianintyas yang  terus memantau kondisi saya dari jarak jauh dan selalu memotivasi saya.

Saya sangat bersyukur memiliki sahabat yang baik, yang membantu dengan tulus setiap saat, mba Mena Syamsir, mba Dian ‘wamin’ Wijayanti, Fahmi Rochmansyah.

Saya sangat bersyukur anak2 sehat, dan sudah dijaga dan dirawat oleh kedua orangtua saya di Bandung selama saya dan suami sedang masa penyembuhan.

Saya sangat bersyukur orang tua dan adik2 saya yang selalu mendoakan, sangat memperhatikan kondisi dan kebutuhan saya, serta mencurahkan kasih sayangnya untuk saya.

 

Bersyukur.. Bersyukur dan Bersyukur…

Afirmasi itu saya lakukan setiap hari sambil tersenyum dan membayangkan berbagai aktivitas positif yang bisa saya lakukan ketika sudah sembuh. Saya ingin lebih banyak memberikan manfaat untuk banyak orang saat saya sembuh

Setiap hari tanpa henti, keluarga dan teman2 terus menyemangati dan menanyakan kabar baik dari saya.

Alhamdulillah imun saya semakin naik dan hasil swab terakhir Covid-19 negatif. Team dokterpun sangat senang karena progress kesembuhannya sangat cepat.

Infus, inhalasi dan selang oksigen mulai dilepas. Dan akhirnya berdasarkan hasil rontgen paru2, cek darah dan jantung hasilnya baik, saya diijinkan untuk rawat jalan dan melanjutkan isolasi mandiri di rumah dengan obat2an dan tetap dimonitor oleh dokter.

Semoga sharing ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, yang terpenting tetap tenang, ikhlas dan sabar, selalu mendekatkan diri pada Tuhan dan meningkatkan kualitas ibadah, melakukan afirmasi positif,  istirahat cukup, mengkonsumsi makanan bergizi, selalu bahagia dan bersyukur setiap saat dalam setiap kondisi yang ada. Hal inilah yang meningkatkan imun tubuh kita untuk mencapai kesembuhan.

Mohon doa supaya saya bisa menjalani proses isolasi mandiri dengan baik dengan terus melakukan aktivitas positif.

Terima kasih atas doa dan dukungan keluarga dan sahabat semua. Semoga kita semua selalu sehat.

*Salah satu kenikmatan terbesar adalah nikmat sehat sehingga dapat memeluk keluarga tercinta* #stayathome

Salam sehat dari saya,

Dian Eva (DiVa)

Di akhir masa isolasi mandiri, Diva mengirimkan pesan melalui WA: Sudah Lulus Masa Isolasi dan sudah menuju Bandung untuk bertemu dengan anak-anak dan orang tua. Sungguh sebuah berita yang menggembirakan dan patut disyukuri.

“By thinking and acting affirmatively in this minute, you will influence the hour, the day, and in time, your entire life.” (Denis Waitley)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Dewi, setuju sekali di rumahpun kita bisa rancang liburan yang menyenangkan. Butir yang tidak...

dewi:
Tidak semua liburan seharusnya keluar dan mengunjungi salah satu tempat wisata… terkadang dengan d rumah...

josef:
Terima kasih Mudji atas pertanyaannya: 1) Pembelajaran yang dimaksud tidak harus yang besar. Mis. Dalam...

Mudji:
Saat pertama Bpk baru buka blog ini di Nop 2011, terus terang saya suprise banget dgn moto Bpk yg berat ini +...

josef:
Terima kasih mba Meisia, batuknya sudah hilang berkat resep tradisional


Recent Post

  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan
  • Peluang ke Jenjang Lebih Tinggi
  • Bermanfaat Bagi Orang Lain
  • Komitmen Belajar dan Berbagi
  • Start-up Mentality
  • Transformer Center: School of Life
  • Melayani dengan Coaching
  • Terus Belajar dan Berkembang
  • Agar Sehat dan FIT